Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Perayaan Waisak 2554/2010: Melatih Diri Setiap Hari

11 Mei 2010

Fotografer : Henry Tando
Pada bulan Mei, umat Buddha di seluruh dunia merayakan Waisak sebagai peringatan terhadap 3 peristiwa penting yang dialami oleh Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Ke-Buddhaan, dan parinibana.
Fotografer : Henry Tando
Para peserta membungkukkan badan, menyentuh air sebagai prosesi pemandian Rupang Buddha. Ritual ini hanyalah simbolis, sesungguhnya Master Cheng Yen berharap agar setiap orang bisa melakukan penyucian hati setiap hari dengan giat menjalankan pengendalian diri
Fotografer : Henry Tando
Sebanyak kurang lebih 1.700 orang yang terdiri dari anggota komite Tzu Chi, relawan biru putih, abu putih, dan masyarakat umum mengikuti perayaan Waisak 2554/2010, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi Sedunia.
Fotografer : Henry Tando
Kerapian barisan memberikan kesan indah dan harmonis. Tzu Chi selalu mengutamakan keselarasan dan kerapian di setiap kegiatannya.
Fotografer : Riani
Lilin yang dipersembahkan ke depan altar melambangkan kehadiran Bodhisattwa di dunia yang memberikan penerangan kepada semua makhluk yang masih mengalami kegelapan batin.
Fotografer : Vera
Seorang Bodhisatwa sedang membelai dunia melukiskan kasih Bodhisatwa saat melihat kesedihan makhluk lain, dukacita mereka menjadi miliknya. Dan Tzu Chi perpedoman pada ajaran ini.
Fotografer : Jusmin
Poster Master Cheng Yen terpasang apik di dinding bangunan Aula Jing Si. Cinta dan kasih sayang Master Cheng Yen terhadap semua makhluk menjadi keteladanan dan pedoman bagi jutaan relawan Tzu Chi di seluruh dunia.
Fotografer : Widarsono
Puncak dari prosesi Waisak adalah membacakan Doa Pemandian Rupang Buddha dan doa agar masyarakat damai sejahtera serta dunia terhindar dari bencana.
Fotografer : Widarsono
Para relawan menyambut para peserta Waisak. Pada perayaan Waisak itu para peserta diundang untuk melihat budaya kemanusiaan dan pulang membawa kedamaian hati.
Fotografer : Widarsono
Aula Jing Si dibangun oleh ribuan titik cinta kasih dan dibentuk oleh tangan terampil seniman bangunan sebagai pusat pengembangan budaya kemanusiaan Tzu Chi.
Artikel dibaca sebanyak : 733 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha