Jumat, 03 April 2020
Indonesia | English

Post Operasi Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-75 di Biak

21 Juni 2011

Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Sambil menunggu mata pasien diperiksa dan diperban kembali, Decky Smas shixiong mengajak keluarga pasien berbincang-bincang sekaligus menganjurkan pasien untuk peduli pada kesehatan, terutama kesehatan mata.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Pemeriksaan pascaoperasi sangat penting bagi keberhasilan pasien operasi katarak. Alex Korwa (kemeja biru), pasien katarak dari Numfor, menjalani pemeriksaan akhir matanya yang telah dioperasi.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Para pasien pasca operasi dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi di Biak sangat bersyukur karena dapat melihat cukup jauh dibandingkan sebelum operasi.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
“Seolah melihat dunia baru,” begitu kata-kata yang diungkapkan Paulina Inggamer (kanan) setelah dapat melihat kembali.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Air mata Maurice tak terbendung ketika perbannya dibuka untuk pertama kalinya. Bahkan setelah matanya ditutup kembali, wajah penuh haru dan ucapan syukur masih terus diungkapkan.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Tahun lalu Lazarus telah menjalani operasi mata kiri, pada Baksos Kesehatan Tzu Chi kali ini mata kanannya juga akhirnya dapat melihat dengan baik.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Dr. Titi memberikan wejangan bagi pasien pascaoperasi agar tetap melanjutkan perawatan dan menjaga kebersihan mata di rumah.
Fotografer : Steve (Relawan Tzu Chi Biak)
Pasien pascaoperasi menunggu dengan sabar antrian untuk diperiksa oleh dokter. Sebelumnya, perban dibuka dan mata pasien dibersihkan terlebih dahulu untuk menjalani pemeriksaan.
Fotografer : Steve (Relawan Tzu Chi Biak)
Djoko Shixiong, relawan Tzu Chi yang berjaga di gerbang rumah sakit sedang menggendong pasien yang kakinya tidak sanggup berjalan karena kecelakaan.
Fotografer : Nining Tanuria (Relawan Tzu Chi Biak)
Utrek Awom (49) (tengah), pasien entropion satu-satunya pada baksos kali ini.Pria yang tinggal cukup jauh di Biak Barat ini sudah tiga tahun menderita nyeri mata karena arah bulu mata yang tumbuh terbalik.
Artikel dibaca sebanyak : 797 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha