Sabtu, 24 Juni 2017

Waisak 2017 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

22 Mei 2017

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia pada Minggu, 14 Mei 2017 dalam dua sesi kegiatan. Acara ini diikuti 4.873 orang peserta dari berbagai golongan, agama, dan suku.

Fotografer : Markus (He Qi Barat)
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia pada Minggu, 14 Mei 2017. Kegiatan ini diadakan dalam dua sesi: pukul 10.00 – 11.30 WIB yang dihadiri oleh 1.563 orang peserta, dan pukul 17.00 – 18.30 WIB yang dihadiri oleh 3.310 peserta. Total peserta sebanyak 4.873 orang.
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Sebanyak 20 penabuh genderang yang merupakan relawan Komite Tzu Chi membuka perayaan Waisak. Genderang melambangkan semangat untuk terus bersumbangsih dan memancarkan cinta kasih kepada semua makhluk. Sedangkan bunyi genderang bermakna untuk mengajak lebih banyak insan untuk bersumbangsih dalam kebajikan. 
Fotografer : Markus (He Qi Barat)
Setiap orang berdoa dengan tulus dalam perayaan Waisak ini agar masyarakat hidup aman dan damai, harmonis, serta dunia terhindar dari bencana. 
Fotografer : James Yip (He Qi Barat)
Suasana khidmat nan agung menyelimuti perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Ibu Sedunia ini. Di tengah ketulusan menjalankan prosesi pemandian Rupang Buddha, para peserta diajak membangun tekad untuk membersihkan batin dari noda dan kerisauan sehari-hari.
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Direktur PT. Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Hanafi Himawan (kanan) didampingi Group Head Sales Distributor BSIM Miko Anindjaja (kiri) secara simbolis menyerahkan donasi lewat program 'Secangkir Kebahagiaan' kepada Ketua Yayasan Bunda Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei (tengah) di Aula Tzu Chi Indonesia, PIK, Jakarta Utara pada Minggu, 14 Mei 2017.
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Sebagai bentuk rasa bakti kepada orang tua, di Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia ini anak-anak Sekolah Tzu Chi Indonesia membasuh kaki dan memberikan bunga kepada kedua orang tua mereka.
Fotografer : Arimami Suryo A
Rasa haru mewarnai acara prosesi membasuh kaki yang diadakan setelah acara Waisak di sesi pertama selesai.
Fotografer : Arimami Suryo A
Para murid Sekolah Tzu Chi Indonesia menerima kartu ucapan dan angpau berkah setelah menampilkan isyarat tangan dalam perayaan Waisak ini.
Fotografer : Arimami Suryo A
Sesi pertama diikuti siswa-siswi dari berbagai sekolah, seperti Sekolah Tzu Chi Indonesia, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Sekolah Dhamma Savana, Sekolah Pusaka Abadi, Sekolah Budi Agung, dan SMA Mardi Waluya Bogor, Jawa Barat. Ada juga dari Sekolah Silaparamita, Sekolah Kemurnian, Sekolah permai, Sekolah Dharma Putra, Sekolah Buddhi, Sekolah Setia Bhakti, dan dari Universitas Bunda Mulia. 
Fotografer : Arimami Suryo A
Para relawan Komite berbaris rapi menyambut barisan Sangha (Biksu dan Biksuni) serta para tokoh agama lainnya.
Fotografer : Arimami Suryo A
Barisan Sangha membuka prosesi Waisak Tzu Chi. Waisak Tzu Chi adalah momen ungkapan bersyukur akan 3 budi besar, yaitu: Budi Buddha, Budi Orang Tua, dan Budi Semua Makhluk. 
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Di antara ribuan orang yang datang, hadir pula 56 para pemuka agama dan tokoh masyarakat. 
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Formasi Waisak 2017 tahun ini berbentuk Genta, Genderang, dan Daun Bodhi. Bunyi Genta menyadarkan setiap insan untuk kokoh mempertahankan nilai-nilai luhur dan bajik. Bunyi Genderang mengajak lebih banyak insan bersumbangsih dalam kebajikan. Sedangkan Daun Bodhi melambangkan setiap insan adalah Bodhisatwa. 
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)
Prosesi Waisak Tzu Chi ada tiga, yaitu: Li Fo Zu (bersujud di kaki Buddha), membersihkan kekeruhan batin. Kedua, jie hua xiang (menerima harumnya bunga). Menerima harumnya keluhuran ajaran Buddha, membangkitkan keyakinan dan ketulusan. Dan ketiga, Zhufu jixiang (semoga dipenuhi berkah). Dengan hati yang murni terjun ke masyarakat untuk berdana dan berbuat kebajikan.
Fotografer : Arimami Suryo A
Salah satu siswa yang mengikuti perayaan Waisak 2017 sesi 1 di Aula Jing Si, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berdoa dengan khidmat dan penuh kebahagiaan.
Fotografer : Merry (He Qi Barat)
Walaupun memiliki keyakinan berbeda, masyarakat juga ikut membantu mempersiapkan hidangan bagi para tamu dalam acara Waisak 2017di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Fotografer : Erli Tan
Relawan Tzu Chi juga ikut andil dalam urusan memasak dan mempersiapkan sajian vegetarian dalam perayaan Waisak 2017.
Fotografer : Arimami Suryo A
Perayaan Waisak 2017 di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga mengajak para pemuka agama yang lain untuk ikut berdoa sesuai kepercayaan masing-masing untuk keselamatan dunia. 
Artikel dibaca sebanyak : 957 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code