Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Wujud Kepedulian Dalam Bingkisan Cinta Kasih


Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh para pekerja informal dan keluarga prasejahtera di Indonesia. Terbatasnya ruang gerak untuk beraktivitas membuat masyarakat kesulitan untuk mencari nafkah dan bekerja. Setelah sebelumnya mendukung penanganan wabah Covid-19 dengan memberikan bantuan peralatan dan perlengkapan medis untuk para tim medis yang tengah berjuang di garis depan, Tzu Chi Indonesia juga memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

*****

Selain berdampak pada kesehatan, pandemi Covid-19 di Indonesia juga berdampak kepada sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Selama 3 bulan (Maret - Mei 2020) roda perekonomian seolah lumpuh. Beberapa perusahaan dan pabrik banyak yang mengurangi bahkan menghentikan produksinya. Imbasnya, para pekerja pun banyak yang berkurang penghasilannya atau bahkan kehilangan mata pencahariannya.

ahkan kehilangan mata pencahariannya. Di sisi lain, para pekerja di sektor informal dan keluarga prasejahtera juga mengalami kesulitan, terutama dalam hal pendapatan harian akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kehidupan masyarakat menjadi tidak stabil. Ini sebuah kesulitan baru dalam kehidupan masyarakat.

Melihat hal tersebut, Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan pemerintah, TNI, dan Polri menjawab kesulitan yang dihadapi masyarakat dengan memberikan bantuan paket sembako ke berbagai wilayah di Indonesia. Tentu saja, rangkaian-rangkaian bantuan untuk penanganan Covid-19 tersebut juga tidak lepas dari peran insan Tzu Chi dan para donatur.

Meringankan Beban Masyarakat Ditengah Pandemi


Pembagian paket sembako kepada 2.500 masyarakat di Kota Medan. Ini merupakan bantuan tahap 1 dari 10.000 paket sembako yang disiapkan Tzu Chi Medan bekerja sama dengan Kodam I/Bukit Barisan. Dalam menyalurkan bantuan paket sembako di berbagai wilayah Indonesia, Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah setempat.

“Bantuan ini akan habis pada saatnya, tetapi cinta kasih dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya akan berlangsung sepanjang masa. Dengan tulus saya mendoakan semoga Bapak/ Ibu semua senantiasa aman dan tentram: bertumbuh dalam berkah dan kebijaksanaan.” Inilah isi sepucuk surat dari Master Cheng Yen yang ada di dalam setiap paket sembako cinta kasih bagi masyarakat Indonesia yang terdampak Covid-19. Harapannya bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi.

Pemberian paket sembako cinta kasih Tzu Chi ini awalnya disebarkan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Kemudian berlanjut dengan pembagian ke beberapa wilayah di Indonesia. Pembagian paket sembako ini memang sudah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Setelah mendapatkan arahan, Tzu Chi Indonesia mulai memetakan sasaran penerima paket sembako cinta kasih. “Awalnya bantuan yang Tzu Chi berikan berupa alat kesehatan, kemudian setelah berkonsultasi dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Munardo disusul dengan bantuan paket sembako,” ungkap Ketua Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia, Joe Riadi.

Pendistribusian paket sembako Tzu Chi ini mengikuti aturan PSBB dengan menggandeng TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah setempat. TNI dan Polri memang sudah sejak lama bersinergi dengan Tzu Chi Indonesia. Dalam pembagian bantuan sembako cinta kasih ini, pihak TNI dan Polri memfasilitasi pembagian paket secara door to door dengan dibantu oleh para anggotanya (Babinsa dan Babinkamtibmas). Pembagian dengan mengikuti aturan PSBB ini dilakukan untuk menghindari kerumunan masyarakat dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Berdasarkan data dari pemerintah daerah dan masyarakat, para anggota Babinsa dan Babinkamtibmas kemudian melakukan penyusuran untuk survei ke rumah-rumah warga untuk mendata warga yang belum tersentuh bantuan. “Sasaran kita adalah warga yang kehilangan mata pencahariannya dan dirumahkan. Mereka tidak bisa kemana-mana, tidak bisa pulang kampung, dan tidak bisa bekerja karena Covid-19. Paket sembako juga diprioritaskan bagi warga prasejahtera dan yang belum tersentuh bantuan dari Pemda, Dinas Sosial, dan bantuan presiden,” jelas Joe Riadi.

Untuk wilayah Jabotabek sendiri, menurut data Sekretariat Tzu Chi Indonesia per bulan Juli 2020 sebanyak 301.773 paket sembako cinta kasih telah disalurkan Tzu Chi kepada warga yang membutuhkan. Jumlah ini masih terus bertambah mengikuti perkembangan kondisi di masyarakat. “Tzu Chi bukan hanya menyalurkan bantuan dengan cepat, tapi juga memberikan bantuan yang tepat, yang dibutuhkan. Saya rasa ini adalah hasil kerja keras kita selama ini. Seperti yang dikatakan Master Cheng Yen, kita perlu berpedoman pada ketulusan dan kasih sayang, dengan begitu kita akan menyentuh hati orang lain bahkan membangkitkan dan menghimpun cinta kasih setiap orang,” kata Liu Su Mei, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei.

Bergerak Cepat dan Tepat Sasaran


Relawan Tzu Chi Surabaya bersama anggota TNI (Marinir) memberikan bantuan sembako secara langsung ke rumah-rumah warga.

Kiprah Tzu Chi dalam hal sosial dan kemanusiaan di Indonesia juga diulas oleh salah satu media besar di Indonesia: Kompas TV. Terlebih lagi dalam penanganan Covid-19, Tzu Chi Indonesia bergerak cepat dan aktif dalam memberikan bantuan-bantuan. Dalam program Indonesia Business Leadership yang ditayangkan Kompas TV, secara gamblang dibahas tentang kiprah para pengusaha yang ikut dalam kegiatan sosial bersama Tzu Chi. Ini merupakan catatan positif dimana Tzu Chi mampu menghimpun banyak pihak untuk ikut peduli dalam hal kemanusiaan.

Yang unik dari Tzu Chi itu adalah bukan hanya membantu yang tidak mampu (helping the poor), tetapi juga mendidik yang mampu (educating the rich),” kata Hong Tjhin, relawan Tzu Chi sekaligus CEO DAAI TV Indonesia saat memberikan penjelasan secara online tentang kegiatan Tzu Chi dalam acara Indonesia Business Leadership. Bertema Tzu Chi Beyond Boundaries, acara ini ditayangkan Kompas TV pada 14 April 2020, membahas kiprah Tzu Chi Indonesia dalam memberikan bantuan, khususnya dalam menangani wabah pandemi Covid-19

Educating the rich inilah yang menjadi semangat tersendiri bagi para donatur untuk ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Sejak ditemukannya pasien positif Covid-19 di Indonesia, Tzu Chi Indonesia segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk penanganan dan pencegahan. Ditengah situasi masyarakat yang dilanda kepanikan, para pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Peduli NKRI di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Tzu Chi Indonesia menggalang dana 500 miliar rupiah untuk berupaya menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia. Gayung bersambut, gerakan ini mendapat dukungan dari para pengusaha dan masyarakat.

Ghandi Sulistiyanto, relawan Tzu Chi yang juga General Managing Sinar Mas dan Koordinator Donasi Pengusaha mengungkapkan kenapa para pengusaha berdonasi di Tzu Chi. “Skala kami bukan skala yang dimiliki organisasi Tzu Chi yang sudah terbiasa dan memiliki SOP yang perfect dalam menanggapi bencana-bencana di dunia. Kami juga tidak punya jaringan seluas Tzu Chi. Jadi donasi dari para pengusaha ini kami percayakan di Tzu Chi,” jelas Ghandi Sulistiyanto dalam wawancara melalui aplikasi online pada acara yang sama.


Perhatian juga diberikan kepada warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng dan Muara Angke. Mayoritas warga merupakan pekerja informal sehingga sangat terdampak secara ekonomi.

Bentuk awal bantuan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia dari donasi para pengusaha tersebut adalah pembelian 1 juta pcs alat rapid test. Alat ini pun langsung disebarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, alat rapid test ini kemudian juga digunakan untuk mendeteksi Covid-19 para peserta yang akan mengadakan kegiatan keagamaan disana. Sekitar 7 ribuan orang telah berkumpul untuk mengadakan kegiatan keagamaan di Sulawesi Selatan yang akhirnya dibatalkan. Ribuan orang yang sudah terlanjur datang dari dalam dan luar negeri ini kemudian dikumpulkan untuk menjalani rapid tes Covid-19. Hasilnya sungguh mencengangkan, beberapa peserta ternyata positif Covid-19.

“Dalam kegiatan tersebut ada 40 orang lebih yang positif, bahkan ketua acaranya pun meninggal. Lalu semua dikarantina. Jadi kita bisa bayangkan jika tidak ada rapid tes yang kita beli mungkin akan lebih parah penyebarannya. Alat rapid test yang kita beli sebanyak 1 juta pcs sungguh bermanfaat bagi Indonesia,” ungkap Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma.

Kontribusi yang dilakukan para pengusaha, donatur, dan insan Tzu Chi khususnya dalam memberikan bantuan penanganan Covid-19 sangat diapresiasi oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Semua bentuk pengadaan dan pendistribusian bantuan dilakukan dengan cepat, tepat, dan sesuai dengan sasaran. Lebih lanjut Liu Su Mei juga mengemukakan pesan dari pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen atas kinerja Tzu Chi Indonesia dalam koordinasi serta menghimpun berbagai pihak untuk ikut membantu pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 di Indonesia.

“Master Cheng Yen sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tzu Chi Indonesia. Beliau melihat bahwa Pak Sugianto Kusuma dan Pak Franky O. Widjaja (Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia) tidak menunggu permintaan dari pemerintah, melainkan berinisiatif memberitahukan kepada Presiden, apa yang akan kita lakukan. Galang dana kali ini targetnya begitu besar, kita juga melihat kepercayaan pengusaha-pengusaha terhadap Tzu Chi Indonesia, mereka bersedia untuk mengeluarkan dana sosial mereka untuk Tzu Chi, kita juga sangat berterima kasih atas keberadaan mereka,” jelas Liu Su Mei.


Wawancara online bersama relawan Tzu Chi dan Pengusaha Peduli NKRI di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam acara Indonesia Business Leadership. Bertema Tzu Chi Beyond Boundaries, acara ini ditayangkan Kompas TV pada 14 April 2020.

Bentuk donasi yang diberikan pengusaha melalui Tzu Chi juga bermacam-macam bentuknya. Ada yang berupa dana untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD), peralatan medis, dan ada pula barang-barang kebutuhan sehari-hari (paket sembako). Pemberian bantuan dari donasi tersebut kemudian disebarluaskan oleh Tzu Chi melalui kantorkantor penghubungnya di Indonesia.

“Filosofi kerelawanan Tzu Chi yakni satu hati, harmoni, saling mengasihi dan bergotong royong akan menghadirkan kekuatan terbesar, sejalan dengan kemitraan lintas pihak dalam memerangi pandemi yang tengah berlangsung,” kata Liu Su Mei ketika menerima bantuan Pengusaha Peduli NKRI di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dengan satu tangan kita dapat memegang, dengan dua tangan kita dapat memeluk, dan dengan ribuan tangan kita dapat merangkul mereka yang membutuhkan. Setiap orang hendaknya dapat menyadari berkah, menghargai berkah, dan menciptakan berkah kembali. Wabah ini adalah masalah bersama, sehingga kita juga perlu bersama-sama untuk mengatasinya. Bersama Kita Bisa Atasi Wabah Corona.

Penulis: Tim Redaksi

Artikel dibaca sebanyak : 142 kali


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan kasih sayang kita menghibur batin manusia yang terluka, dengan kasih sayang pula kita memulihkan luka yang dialami bumi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat