Siti Aminah: Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun
Tersentuh oleh Cinta Kasih dan Dharma


“...Saya akan selalu berusaha menapaki jalan Bodhisatwa di Tzu Chi....”

*****

Pada tahun 2013, saya lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat itu saya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, dan saya pun berusaha mencari pekerjaan di Tanjung Balai Karimun. Kebetulan ada kenalan keluarga yang bekerja di Tzu Chi Batam memberikan informasi bahwa Tzu Chi Tanjung Balai Karimun saat itu sedang membutuhkan karyawan.

Saya pun segera mengantarkan berkas lamaran kerja dan langsung di interview. Saya ingat bahwa syarat utama untuk berkerja di Tzu Chi adalah bersedia untuk bervegetaris selama berada di tempat kerja. Saat itu saya belum bervegetaris dan berpikir bahwa itu hanyalah ketentuan yang harus ditaati oleh setiap karyawan saat berkerja. Tanpa berpikir panjang saya pun menerima persyaratan tersebut. Dari sini saya mengenal Tzu Chi.

Setelah setengah tahun bergabung menjadi karyawan di Kantor Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, saya jarang ikuti kegiatan karena masih belum ada ketertarikan untuk mengenal Tzu Chi lebih jauh. Hingga pada tahun 2014, saya mulai tertarik dan bergabung menjadi relawan abu putih. Awal mula ketertarikan saya untuk menjadi relawan Tzu Chi itu ketika melihat ketulusan dan cinta kasih para relawan saat membantu orang yang membutuhkan.

Sejak bergabung menjadi relawan Tzu Chi, saya mulai belajar untuk mengendalikan emosi dan mengurangi sikap buruk karena terkadang berkata kasar. Disini saya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tekad saya dalam menapaki jalan Bodhisatwa di Tzu Chi semakin kokoh ketika mendengarkan salah satu Ceramah Master Cheng Yen yang menceritakan tentang berbakti kepada orang tua. Di dunia ada dua hal yang tidak dapat ditunda yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan, kata-kata Master Cheng Yen dalam ceramahnya ini pun begitu menyentuh saya.

Pada tahun yang sama, saya juga mengikuti kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi di Batam untuk pertama kalinya. Saat itu saya merasa takut dan tidak percaya diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Akhirnya dengan pendampingan para relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, saya memberanikan diri untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Pengalaman pertama kali mengikuti baksos kesehatan sangat berkesan bagi saya karena prosesnya tidak tanggungtanggung. Semua dilakukan dengan baik oleh para relawan dan tim medis sampai pasien tersebut kembali sembuh dari penyakitnya. Mulai dari screening, perjalanan mendampingi pasien dari Tanjung Balai Karimun ke Batam, hingga mendampingi pasien untuk operasi. Semua proses tersebut sangat berkesan bagi saya. Apalagi ketika melihat pasien kembali sembuh dari penyakitnya, saya juga turut merasakan kebahagiaan bersama mereka.

Sekarang di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, saya mengemban tanggung jawab sebagai Koordinator Sekretariat dan Wakil Koordinator Kegiatan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Selama menjalankan tanggung jawab tersebut saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dalam mengoordinir kegiatan. Tentunya diperlukan ketekunan dan ketelitian dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

Di Tzu Chi ada satu misi yang membuat hati saya tersentuh yaitu misi amal. Disini saya bisa belajar tentang bersyukur karena ternyata masih banyak orang yang kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kesulitan biaya dalam berobat. Saya juga ingat kata-kata Master Cheng Yen bahwa kita harus selalu Gan En, Zun Zhong, Ai (Bersyukur, Menghargai, dan Cinta Kasih). Inilah yang selalu saya jadikan pedoman untuk bersyukur setiap harinya. Pada tahun 2017 saya dilantik menjadi Relawan Komite Tzu Chi.

Semua tidak lepas dari wejangan Master Cheng Yen yang selalu membabarkan Dharma. Apa yang disampaikan beliau akan selalu saya praktikkan dan jadikan pedoman dalam kehidupan.

Seperti yang dituturkan kepada Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)
Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -