Rabu, 02 Desember 2020
Indonesia | English

Bahagianya, Kalika Sudah Operasi Implan Koklea Loh..

29 Oktober 2020 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah, Videografer: Chandra S.

Linda, serta Dedy Firmansyah tak henti-hentinya mengucap syukur. Berkat bantuan Tzu Chi Indonesia, anak bungsu mereka, Kalika (4) akhirnya menjalani operasi implan koklea.

Alhamdulillah diberi kemudahan untuk Kalika. Keinginan implan koklea itu tahun 2019, 2020 langsung terlaksana,” tutur Linda yang ditemui di rumahnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Kalika, satu lagi penerima bantuan implan koklea dari Tzu Chi Indonesia. Implan koklea adalah perangkat elektronik kecil yang dipasang dalam telinga orang yang pendengarannya terganggu akibat koklea yang rusak.

Kalika lahir dengan gangguan pendengaran mencapai 110 desibel di telinga kanan dan 95 desibel di kiri. Operasi implan koklea dijalani Kalika di RS Premier Jatinegara, 28 September 2020 lalu.

Setelah alat implan di-Switch on pada 12 Oktober 2020, Kalika sudah mengikuti dua kali terapi. Kabar baik dari sang terapis, respon pendengaran Kalika sangat bagus meski pemasangan implan terbilang baru.

Terapi demi terapi yang bakal memakan waktu panjang inilah yang menentukan keberhasilan dari implan koklea itu sendiri. Dan keberhasilan dari terapi sangat tergantung dari ketelatenan orang tua melatih anak di rumah hingga akhirnya bisa memahami apa yang didengarnya dan kemudian bisa berbicara.

Terserang Campak


Linda, sosok ibu yang kuat, bertekad agar Kalika menjadi anak yang hebat dan percaya diri.

Saat mengandung Kalika di trimester pertama, Linda terserang campak, yang mana ini beresiko terhadap janin.

“Saya googling ya kemungkinan akan terjadi seperti ini, memang sejak hamil ada pikiran seperti itu.” Kekhawatiran menghinggapi Linda. Ia pun berupaya dengan segala daya menyiapkan hati terhadap kemungkinan yang bakal terjadi.

Benar saja, Kalika terlahir tak hanya dengan satu masalah kesehatan, tapi sekaligus tiga. Yakni katarak, kelainan katup jantung, serta gangguan pendengaran.

“Sedih, di depan dokter menangis. Tapi setelah itu ya saya harus menguatkan diri, tak bisa terus larut dalam kesedihan,” ujarnya.

Saat Kalika berusia satu setengah bulan, Linda mulai memeriksakan mata Kalika, bolak-balik kontrol dan mencari rujukan dari RS Pelni, Rumah Sakit Harapan Kita, dan RSCM. Selama sepekan mondar-mandir, fisik Kalika melemah sampai harus dirawat satu bulan di RS Pelni. Barulah ketika berusia sembilan bulan, Kalika menjalani operasi katarak.

Sementara untuk jantung dan telinga, kontrol terus berlanjut. Di usia tujuh bulan, Linda mulai membelikan Kalika alat bantu dengar. Namun rupanya alat itu tak bisa menolong Kalika. Linda membeli alat yang lain, hasilnya masih sama. Dari konsultasi dengan dokter, Kalika memang harus menjalani implan koklea.

Biaya yang Tak Sedikit


Kalika yang baru menjalani dua kali terapi telah menunjukkan respon pendengaran yang bagus.

Masalahnya, biaya implan koklea bisa mencapai ratusan juta. Biaya yang sangat besar bagi keluarga ini. Ayah Kalika bekerja sebagai karyawan tidak tetap di sebuah kantor pajak di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sementara Linda, bekerja sebagai project controller staf di Universitas Bina Nusantara.  

Beruntung, Linda tergabung dalam komunitas orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti Kalika. Dalam komunitas ini ada beberapa orang tua yang sudah dibantu biaya implan koklea oleh Tzu Chi.

“Kami nggak terbayang dana segitu banyak dari mana, hampir 300 juta. Tapi saat kami bertekad untuk implan, di situ ada info-info kayak si Ubay yang dibantu Yayasan Buddha Tzu Chi, Zafran juga. Saya mencoba, mudah-mudahan Kalika pun ada rezekinya di sana,” katanya.

Dari sini, Linda juga diinformasikan tentang uang kontribusi yang mesti dikeluarkan oleh orang tua yang ingin anaknya dibantu implan koklea. Uang kontribusi ini bertujuan agar penerima bantuan sungguh-sungguh dalam merawat barang bantuan, karena di situ pun ada uang mereka. Dengan kondisi ekonomi yang ada, orang tua Kalika memutuskan untuk menggalang dana.

Namun sebelum menggalang dana, di sinilah masa terberat Linda, ia menangis sejadi-jadinya. Linda selama ini tak terbuka tentang kondisi Kalika kepada teman-temannya.

“Kalika sakit dari masih bayi, tapi saya berusaha untuk tidak cerita sama orang. Saya berusaha memperjuangkan Kalika sendiri. Tapi ketika saya stuck di (masalah) telinga Kalika, dan ambil keputusan mau implan dengan biaya besar, saya tak bisa sendiri.” Air matanya berlinangan.

Sejak itulah Linda dan Dedy mulai bisa bercerita kepada orang lain bahwa ia memiliki anak istimewa dan membutuhkan bantuan. Mereka pun kemudian menggalang dana di situs penggalangan donasi secara online kitabisa.com dan mendapatkan dana kurang lebih 70 juta rupiah.

Datang ke Tzu Chi Center


Saat dana kontribusi telah terkumpul, Linda pun menghubungi Bakti Amal yang merupakan Badan Misi Tzu Chi. Linda diminta datang ke Tzu Chi Center di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara pada Desember 2019. Linda juga membawa proposal dan mencantumkan catatan riwayat sakit Kalika.

Pada Januari 2020, ia diminta datang lagi ke Tzu Chi Center. Sepekan kemudian, tim relawan dari Komunitas He Qi Barat 2 datang ke rumahnya untuk melakukan survei.

“Cepat sekali feedback-nya. Di situ kami mulai optimis mudah-mudahan dibantu,” kata Linda.

Salah satu relawan yang mensurvei adalah Surawaty. “Awalnya kami sempat khawatir, ‘waduh ini bagaimana, Kalika harus implan tapi kondisi jantungnya ada bocor 3 mili.’ Akhirnya kami minta ibu Kalika konsultasi ke dokter,” kata Surawaty.

Dari hasil konsultasi, ternyata dokter menyatakan implan koklea bisa dilakukan pada Kalika. Dan doa Linda terkabul, permohonan bantuan biaya implan koklea pun disetujui oleh Tzu Chi. Dari biaya alat implan 270 juta rupiah, kesanggupan kontribusi dari orang tua kalika sebesar 140 juta, sehingga Tzu Chi membantu 130 juta rupiah.

Jujur hingga saat ini, kedua orang tua Kalika masih diliputi haru. “Terharu banget, terutama suami ya. Membantu kami tanpa memandang agama, itu yang terharu,” ujar Linda.

“Saya sebelumnya sempat khawatir Yayasan Buddha Tzu Chi tidak akan membantu karena latar belakang agama kami,” kata suaminya. Malahan, tambah Dedy, tak ada pembicaraan sedikitpun yang mengarah ke sana, Tzu Chi menolong tanpa pandang bulu.

Sebagai salah satu wujud syukur, orang tua Kalika kini sudah menjadi donatur Tzu Chi.

“Saya mulai jadi donatur di Tzu Chi karena Tzu Chi sudah bantu Kalika. Saya menyisihkan rezeki biar Tzu Chi juga bisa bantu teman-teman Kalika,” kata Linda dengan mata yang berkaca-kaca.

Bangga dengan Kalika


Surawaty (seragam abu putih) berbahagia dengan perkembangan Kalika.

Pagi itu, Sabtu 24 Oktober 2020, Surawaty kembali berkunjung ke rumah Kalika. Seperti biasa, raut wajah Kalika tampak ceria. Ia duduk dengan tenang di pangkuan ayahnya saat orang tua mereka mengobrol dengan relawan Tzu Chi.

Melihat Kalika sudah dioperasi, sudah menjalani terapi, Surawaty turut berbahagia. Ia berharap proses Kalika belajar hal-hal yang baru dapat berjalan dengan lancar.

“Saya sungguh senang sekali. Tetap berjuang, tetap semangat. Kalika pasti akan menjadi anak yang hebat. Saya yakin pasti bisa,” kata Surawaty.  

Bagi Surowaty, hal paling berkesan selama mendampingi permohonan bantuan Kalika adalah semangat juang dari orang tua Kalika yang tak mudah menyerah begitu saja.

Masa-masa pilu telah berlalu. Tangis Linda kini adalah tangis bahagia karena implan koklea sudah terpasang di telinga Kalika, meski perjalanan masihlah panjang.

“Setelah implan, kuncinya di saya bagaimana biar Kalika bisa bicara, bisa mendengar dengan sempurna. Tidak bisa saya serahkan ke orang lain, saya harus benar-benar mengajari, men-support,” kata Linda.

Selain berjuang agar Kalika bisa mendengar dan berbicara, Linda berupaya menumbuhkan kepercayaan diri Kalika agar tidak minder atau malu ketika sudah besar.  

“Saya inginnya nanti dia harus lebih dari anak yang normal, walaupun dia punya kekurangan, dia punya kelebihan yang orang normal nggak punya. Rasa percaya diri yang ingin saya tumbuhkan dalam diri dia,” tekad Linda.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 246 kali


Berita Terkait


Sebuah Keajaiban Bernama Implan Koklea

08 Juli 2020

Tak Lagi Merasa Sunyi

06 Juli 2020

Membuka Jalan Panjang Indah

08 Desember 2017

Mengingat Xavier, Si Kecil dengan Implan Koklea

07 Maret 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat