Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Baksos Pembagian Beras: Bersumbangsih untuk Masyarakat

12 Januari 2015 Jurnalis : Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan), Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Relawan dengan tulus membantu mengangkat beras pada pembagian beras yang dilakukan oleh Tzu Chi Tebing Tinggi kepada 2.100 keluarga kurang mampu di Kecamatan Bajenis, Tebing Tinggi.

Dalam rangka memeringati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Tebing Tinggi kembali mengadakan Baksos Pembagian Beras kepada 2.100 keluarga kurang mampu di Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2014 di Perg. Nas. Ir. H. Djuanda, Tebing Tinggi.

Dalam acara ini, hadir pula Walikota Tebing Tinggi beserta jajarannya, anggota DPRD Tebing Tinggi, Ketua FKUB Tebing Tinggi, Ketua PMI Tebing Tinggi, para tokoh masyarakat, tokoh agama, Camat, para Lurah dan Kepala Linkungan se-Kecamatan Bajenis. Kegiatan kali ini juga menarik perhatian berbagai elemen masyarakat untuk ikut serta menjadi sukarelawan dalam baksos, antara lain para pengusaha, karyawan perusahaan, guru, anak-anak panti asuhan, anggota Meditation centre, para penerima bantuan Tzu Chi, relawan daur ulang, juga didukung oleh relawan dari luar kota: Medan, Kisaran, Pematang Siantar dan Desa Laut Tador, semuanya berjumlah 208 orang. Mereka membentuk barisan cukup panjang sehingga warga penerima bantuan merasa terharu karena disambut dari pintu gerbang sampai ke aula.

Walikota dan tamu undangan merasakan kehangatan Budaya Humanis Tzu Chi yang ditampilkan para relawan yang begitu menyentuh hati setiap orang. “Ini benar-benar perlu diteladani oleh seluruh komunitas di saat kita mengalami krisis mental dan etika,” ucapnya. Ia juga menilai apa yang dilakukan oleh Tzu Chi selama ini adalah tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan. “Bahkan mereka membiayai diri sendiri dalam menjalankan misi kemanusiaan, dalam memberikan bantuan mereka juga tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama, cinta kasih menjadi landasan yang juga diajarkan semua agama,” tambahnya.  Dalam acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang diadakan pada tanggal 22 Desember 2014 di Tebing Tinggi lalu, Pemerintah Kota Tebing Tinggi memberikan piagam penghargaan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang senantiasa bersumbangsih bagi masyarakat yang tidak mampu dan giat melakukan pelestarian lingkungan melalui depo daur ulang sampah.

Sebelum memulai sesi pembagian beras, relawan memulai acara dengan memberikan pengenalan mengenai Tzu Chi yang dibawakan oleh Ellin Juwita Shijie dan Wardi Shixiong.

Kegiatan survei dan pembagian kupon beras dilakukan oleh relawan pada 14 dan 21 Desember 2014. Kegiatan ini diikuti oleh 80 relawan dengan 40 motor di minggu pertama, dan 70 relawan dengan 35 motor di minggu kedua.

Persiapan Kegiatan

Apa yang dilakukan relawan Tzu Chi Tebing Tinggi dari tahap persiapan hingga pelaksanaan baksos tentu melalui proses yang cukup panjang. Mulai dari koordinasi dan sosialisasi dengan Camat dan Lurah, dilanjutkan dengan sosialisi kepada seluruh Kepala Lingkungan agar mereka leblih mengenal Tzu Chi. Banyak relawan yang terbangkitkan semangatnya. Seperti relawan daur ulang dari Desa Laut Tador yang jauh-jauh datang ke Tebing Tinggi untuk membersihkan aula dan menata 1.200 buah kursi satu hari sebelumnya. Ada pula 21 anak panti asuhan Amaliyah yang setiap minggu melakukan pemilahan sampah di Depo Pelestarian Lingkungan Tebing Tinggi juga tidak mau ketinggalan untuk ikut serta dalam kegiatan baksos. Anak-anak, menampilkan bahasa isyarat tangan “Satu Keluarga” dan “Sebuah Dunia yang Indah”.

Sebelum tahapan pembagian beras cinta kasih, para relawan mengadakan survey dan pembagian kupon. Kegiatan ini dilakukan pada 14 Desember dan 21 Desember 2014. Satu hal yang sangat menarik perhatian banyak orang adalah saat mereka berangkat dengan mengendarai motor. Minggu pertama 80 relawan dengan 40 motor, minggu kedua 70 relawan dengan 35 motor.

Para Relawan dan Anak anak Panti asuhan membentuk barisan panjang dari pintu gerbang sampai ke aula untuk menyambut penerima bantuan.

Penerima bantuan turut memberikan dana bagi mereka yang membutuhkan.

Menjalin Jodoh

Pukul 06.30 telah banyak relawan yang hadir di tempat basos pembagaian beras untuk persiapan tempat. Pembagian beras dibagi dalam 2 gelombang: gelombang pertama dimulai pada pukul 09.00 dengan jumlah 1.100 penerima bantuan. Sedangkan gelombang kedua dimulai pada pukul 11.00 dengan jumlah 1.000 penerima bantuan.

Pada pembagian beras ini, relawan juga mengajak para penerima bantuan untuk ikut bersumbangsih. Tzu Chi Tebing Tinggi ingin merubah pola pikir mereka agar mereka tidak selamanya menjadi penerima bantuan, karena suatu saat merekapun bisa menjadi pemberi bantuan. Akhirnya mereka kemudian diajak untuk memberi bantuan walaupun kecil kepada orang lain yang sedang tertimpa bencana. Dana yang terkumpul di kotak amal sebesar Rp. 5.651.000,00. Melalui dana tersebut, semoga jodoh dapat terjalin dan matang di kemudian hari.

Artikel dibaca sebanyak : 1431 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat