Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Baksos Tzu Chi ke-126: Harapan Baru untuk Warga Padang dan Sekitarnya

26 Maret 2019 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A.

Para pasien yang berasal dari Kota Padang dan beberapa wilayah di Sumatera Barat berbaris untuk melakukan postoff pascaoperasi katarak dalam kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-126 di Kota Padang.

Berbicara kebahagiaan, salah satu Kata Perenungan Master Cheng Yen mengutarakan bahwa Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani. Hal itulah yang dirasakan oleh Robert (57), salah satu pasien yang sudah 3 tahun menderita katarak saat ditangani dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-126 di Kota Padang pada 23-24 Maret 2019.

Baksos yang berlangsung selama dua hari (23-24 Maret 2019) mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan para pasien.

Bertempat di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Padang, Robert bersama dengan ratusan pasien yang berasal dari Kota Padang dan beberapa wilayah di Sumatera Barat mengikuti baksos. Ia datang dengan kursi roda, karena penyakit polio yang ia derita sejak berusia 3 tahun. Istrinya begitu setia menemani Robert yang hanya bisa duduk di kursi roda. Sebelumnya, Robert telah mengikuti proses screening untuk baksos pada 15 dan 16 Maret 2019 di SMAN 1 Padang. Setelah dinyatakan lolos, harapannya bisa terbebas dari katarak pun seakan menjadi nyata.

Robert (57), yang didampingi istrinya keluar dari ruang operasi katarak dengan dibantu oleh relawan Tzu Chi Padang.

Hidup berdua bersama istrinya yang adalah seorang difabel (tunarungu) tidak membuat Robert patah arah. Walaupun memiliki kekurangan, mereka berusaha melanjutkan kehidupan dengan mandiri. Pasangan suami istri itu hampir setiap hari memproduksi mi untuk dijual kepada langganan. Anak-anaknya juga sudah menikah serta memiliki kehidupan sendiri. Dari hasil menjual mi inilah, mereka bertumpu karena tidak mau merepotkan anak-anaknya.

Penyerahan plakat dari Tzu Chi kepada TNI dalam acara seremonial baksos Tzu Chi ke-126 di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pada saat baksos, Robert mendapat nomor urut satu saat mendaftar. Dengan segera ia bersama istrinya melakukan tahapan pendaftaran serta pengecekan ulang kesehatan. Hasilnya pun bagus sehingga ia lolos sampai tahap operasi pada hari pertama (23 Maret 2019) baksos.

“Saya berterima kasih karena ada baksos yang gratis ini, ini pertama kalinya saya ikut walaupun sudah dilakukan beberapa kali di Kota Padang,” ungkap Robert. Kebahagiaan pria kelahiran tahun 1957 ini juga tampak merekah kala relawan membantunya keluar dari ruang operasi. Sang istri yang sudah menuggu bersama puluhan keluarga pasien lainnya di selasar lantai dua rumah sakit itu ikut terharu.

Para perawat dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia memeriksa mata para pasien sebelum memasuki ruang operasi mata.

“Hati saya bahagia dan sangat bersyukur kepada semua, karena dengan operasi ini sudah mengurangi beban saya. Pengelihatan saya tidak kabur lagi. Saya bisa lebih kreatif lagi dan menjalankan usaha tanpa gangguan,” kata Robert di sela-sela baksos.

Selain Robert yang tinggal di Kota Padang, warga yang datang dari beberapa kabupaten di sekitaran Provinsi Sumatera Barat juga sangat besar jumlahnya. Sebelumnya, pada saat screening, lebih dari 1.500 orang ikut memeriksakan kondisi kesehatannya mereka.

Membantu dan Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Kegiatan baksos Tzu Chi ke-126 yang bekerja sama dengan TNI, Korem 032/ Wirabraja, Kota Padang ini juga dibuka dengan seremoni yang ditandai dengan saling bertukar plakat antara TNI dan Tzu Chi. “Saya apresiasi dan bangga, karena ada kegiatan yang membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang terus dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo. Lebih lanjut ia juga mengutarakan harapannya bagi para masyarakat di wilayah Sumatera Barat yang memang belum bisa ikut kegiatan baksos supaya dalam kegiatan baksos lainnya dapat ikut serta.

Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo, Ketua Tzu Chi Padang Widya Kusuma Lawrenzi, dan Koodinator Baksos Tzu Chi, dr. Ruth O. Atmaja berkeliling meninjau pelaksanaan baksos Tzu Chi ke-126 di Kota Padang.

“Jadi yang berkelanjutan ini yang susah, tapi di sini kami (Tzu Chi dan TNI) konsisten untuk terus berkelanjutan. Jadi jelas harapannya tergambar supaya masyarakat sehat sehingga ketahanan dapat terwujud,” kata Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo.

Apa yang menjadi harapan Danrem 032/Wirabraja, Kota Padang pun senada dengan Ketua Tzu Chi Padang, Widya Kusuma Lawrenzi yang ikut dalam seremoni. “Saya berharap supaya masyarakat sehat dan hidup bahagia, makmur. Untuk ke depannya kita harus terus mengadakan baksos kesehatan, karena masyarakat di sini ternyata masih banyak yang menderita. Semoga lebih banyak pasien yang terbantu dan ke depannya kegiatan baksos di Padeng lebih lancar lagi,” ungkapnya.

Tim medis dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) menangani salah satu pasien operasi hernia dalam baksos Tzu Chi yang berlangsung di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Kota Padang.

Selesai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan secara langsung pelaksanaan baksos. Baik Danrem 032/Wirabraja dan Ketua Tzu Chi Padang juga berinteraksi dengan pasien baksos. Selain itu, kunjungan juga dilanjutkan munuju ruang operasi yang dipandu oleh Koordinator Baksos Tzu Chi, dr. Ruth O. Atmaja.

Baksos kesehatan Tzu Chi ke-126 yang berlangsung selama dua hari ini melayani operasi katarak, pterygium, minor GA, minor lokal, hernia, serta bibir sumbing. Dalam kegiatan ini, jumlah pasien yang ditangani oleh tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia sebanyak 217 pasien katarak, 70 pasien pterygium, 63 pasien hernia, 18 pasien minor lokal, 3 pasien minor GA, dan 22 pasien bibir sumbing.


Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 573 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat