Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Baksos Tzu Chi Palembang, Memacu Warga untuk Hidup Lebih Sehat

10 September 2019 Jurnalis : Meity Susanti (Tzu Chi Palembang)
Fotografer : Meity Susanti, Johannes, Masran (Tzu Chi Palembang)


Sebanyak 114 pasien mengikuti baksos degeneratif ke-3 pada 1 September 2019.

Dengan perasaan bahagia, juga diiringi cuaca cerah, Tzu Chi Palembang kembali mengadakan bakti sosial degeneratif tahap III, Minggu 1 September 2019. Baksos bertempat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tuna Grahita Karya Ibu, Jl. Sosial No. 510, Palembang. Tahap III ini merupakan tahap akhir pemeriksaan. Sebelumnya tahap I digelar pada 30 Juni 2019, dan tahap II digelar pada 4 Agustus 2019.

Hasan dan istrinya Nuraini menempuh jarak sekitar 1 kilometer untuk sampai di lokasi baksos. Nuraini sangat mendukung suaminya yang sedang terkena stroke untuk berobat.


Bagi Dokter Hendra ilmu yang ia dapat harus dapat bermanfaat untuk membantu sesama.


Setelah menjalankan pola makan dan pola hidup sehat, Amir yang sehari-hari berkerja sebagai pemangkas rambut dan tukang pijat merasa lebih baik kesehatannya. 

“Ibu dak (tidak) ikut ke-2 karena sakit dan dak sanggup dorong bapak karena jarak kami lumayan jauh. Apalagi jalann banyak batu jadi susah dorong. Hari Sabtu ditelepon katanya ada baksos terakhir jadi ibu harus bawa bapak ke sini. Semoga bapak bisa membaik dan diadakan baksos kesehatan lagi di sini karena sangat membantu warga Kemuning,” kata Nuraini.

Baksos yang diadakan selama tiga bulan berturut-turut ini, selain memberikan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, juga memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat. Para dokter menjelaskan kepada 114 pasien tentang bahaya rokok, bahaya makanan junk food dan konsumsi daging karena dapat mengakibatkan penyakit hingga mengakibatkan kematian.


Tim apoteker mempersiapkan obat yang akan diserahkan ke pasien.


Saputra senang dapat berpartisipasi di baksos ini. 

Amir (44) yang sehari-hari berkerja sebagai pemangkas rambut dan tukang pijat menjalankan nasihat-nasihat dokter untuk menjaga pola makan yang sehat. Kini Amir merasa lebih baik kesehatannya.

“Pertama kali berobat, darah aku sangat tinggi, berkat baksos Tzu Chi Alhamdulillah di bulan ke-2 sudah turun dan ke-3 hasilnya lebih bagaus. Badan lebih segar buat cari duit. Semuanya juga ramah dari dokter sampai relawan, walaupun ini gratis tapi layanannya kayak rumah sakit berkelas,” kata Amir.

Melayani Penuh Kasih
Baksos dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB dan melibatkan 47 relawan dan 25 tim medis yakni 15 dokter dan 10 perawat serta apoteker. Bagi Dokter Hendra (31), dapat bersumbangsih dalam kegiatan Tzu Chi merupakan jodoh baik.


Relawan sedang membantu Hasan mengambil obat, dan mengantarkan Hasan pulang.


Dokter memberikan pengarahan kepada pasien, aturan minum obat.

“Saya bahagia bisa ikut serta dalam baksos dari awal sampai akhir karena sebagai dokter kita dituntut untuk mengabdikan ilmu untuk membantu sesama, sejalan dengan misi Tzu Chi,” kata Dokter Hendra.

Dalam melayani pasien, Dokter Hendra mempunyai cara tersendiri. “Kebanyakan dari mereka yang datang lansia, saya pikir mereka lebih senang didenger serta diajak bercerita makanya mereka bahagia,” tambahnya.  


Dalam kegiatan ini, ada juga penyuluhan pola hidup sehat.

Saputra, relawan Tzu Chi juga merasa bahagia bisa ikut serta di baksos ini.

“Saya sangat bangga menjadi keluarga Tzu Chi karena  relawan begitu tulus dalam pendampingan. Tzu Chi bukan hanya  memberi obat, mereka juga memberikan informasi pola hidup sehat agar pasien mengerti pentingnya menjaga makan,” katanya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 223 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat