Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Banjir Sentani: Merajut Berkah di Danau Sentani

02 April 2019 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)


Relawan Tzu Chi dengan menggunakan speed boat menuju daerah Putali untuk memberikan bantuan.

Selasa 26 Maret 2019, relawan Tzu Chi terus berusaha untuk dapat mengunjungi korban air pasang di tengah Danau Sentani, namun hari itu hujan deras turun angin bertiup cukup kencang. Untuk menjaga keselamatan maka diputuskan jika relawan menunda sampai kondisi cuaca membaik.

Barulah keesokan harinya, jalinan jodoh terjalin. Cuaca sangat cerah. Relawan Tzu Chi segera menuju lokasi wisata Pantai Khalkote untuk menyeberang ke tengah danau. Untuk sampai di sana relawan harus menyewa speed boat, karena saat ini tidak ada speed boat yang melayani masyarakat umum – kondisi transportasi belum pulih. Setiap bantuan yang dibawa oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat umum lainnya juga banyak yang menggunakan fasilitas ini. Di sepanjang perjalanan menuju daerah Putali relawan melihat banyak sekali rumah-rumah warga di pinggiran Danau Sentani yang tergenang air. Rumah yang aman dari banjir hanyalah yang berada diatas bukit, selebihnya banyak yang tenggelam.


Bantuan yang diberikan berupa 30 paket bingkisan untuk 30 keluarga,  5 dus telur ayam, dan minyak tanah di 3 titik pemukiman warga di daerah Putali.


Warga di sekitar Danau Sentani mengungsi di daerah perbukitan.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit sampailah relawan di Putali. Relawan bertanya kepada para korban mengenai kondisi sekarang. Warga yang berada di Danau Sentani amat membutuhkan bantuan makanan, minyak tanah, lampu petromaks, selimut, kasur, air bersih, diapers (popok bayi), pakaian, serta obat-obatan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga di tepian danau dan pulau harus menggunakan speed boat dan membelinya di Kota Sentani.

Danau Sentani sendiri mempunyai luas 9.360 hektar, 22 pulau, dengan kedalaman rata-rata 70 meter. Terletak di ketinggian 85 mdpl di bawah lereng pegunungan cagar alam cycloops. Untuk mengunjungi pulau-pulau dan pemukiman warga di tengah danau sungguh memerlukan usaha besar.


Di sepanjang perjalanan menuju daerah Putali, relawan melihat banyak sekali rumah-rumah warga di pinggiran Danau Sentani yang tergenang air.


Relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura juga ikut membantu membersihkan rumah Lister Shijie yang ternyata juga tergenang air. Lister sejak awal terlibat dalam kegiatan pemberian bantuan.

Relawan membagikan 30 paket bingkisan untuk 30 keluarga, 5 dus telur ayam, dan minyak tanah di 3 titik pemukiman warga di daerah Putali. Paket bingkisan terdiri dari handuk, minyak telon, minyak tawon, sabun antiseptik, gula pasir,teh celup, dan susu kental manis.

Sosok inspiratif bagi relawan dalam kegiatan pemberian bantuan ini adalah Lister Shijie. Ia adalah relawan Tzu Chi Biak yang bekerja dan tinggal di Jayapura. Selama kegiatan pemberian bantuan, Lister tidak banyak bercerita jika ternyata rumahnya juga tergenang air. “Untuk sementara kami sekeluarga mengungsi di mes kantor,” kata Lister. Semenjak relawan Tzu Chi Biak tiba, Lister selalu menemani dan membantu mengoordinir semua kegiatan sehingga kegiatan. Karena ia cukup hafal dan menguasai wilayah-wilayah yang akan dibantu maka kegiatan penyaluran bantuan ini pun bisa terlaksana dengan baik dan lancar.


Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 368 kali


Berita Terkait


Banjir Sentani: Perhatian Bagi Keluarga Korban Banjir Bandang

01 April 2019

Banjir Sentani: Setiap Saat Berbuat Kebajikan

29 Maret 2019

Perhatian untuk Para Pengungsi di Sentani

27 Maret 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat