Senin, 26 Agustus 2019
Indonesia | English

Bantuan Bencana di Taiwan Tenggara Setelah Topan Nepartak

19 Juli 2016 Jurnalis : Tzu Chi Taiwan
Fotografer : Tzu Chi Taiwan

Relawan Tzu Chi mengunjungi keluarga yang terkena dampak di Taitung, Minggu (10/07/2016).

Lebih dari 100 relawan Tzu Chi telah memulai pekerjaan bantuan di Tenggara Taiwan yang hancur karena topan. Topan Nepartak melanda Taiwan pada 7 Juli 2016 malam disertai angin kencang dan hujan lebat. Hal ini menyebabkan evakuasi lebih dari 150.000 orang dan pembatalan layanan udara dan kereta api.

Pada pukul lima pagi 10 Juli 2016, tiga bus pariwisata meninggalkan Hualien markas besar Tzu Chi dan membawa lebih dari 100 relawan ke dua kawasan yang terpukul oleh topan yaitu Kota Taitung dan kota kecil Taimali. Misi mereka adalah memberikan kenyamanan dan perhatian. Di Desa Xianglan, mereka memberikan program dana bantuan tunai untuk mendorong semangat saling membantu di antara para korban dan membangun kembali komunitas mereka bersama-sama. Ketika semua orang saling bahu membahu membersihkan kerusakan, mereka bisa melihat harapan.

"Kami bertahan selama tiga hari. Sekarang kami melihat Anda datang, mata kami penuh dengan air mata, “ kata seorang korban.

Di kota Taitong, Tzu Chi menetapkan 28 rute untuk relawan. Mereka membawa keprihatinan dari anggota Tzu Chi di seluruh dunia. Mereka membawa bantuan untuk sekitar 1.300 rumah tangga, di sisi selatan dari Jalan Zhonghua, di kedua Jalan Zhengqi, Jalan Baosan, Jalan Fuxing, Jalan Xinsheng, Jalan Datong, Jalan Zhongzheng, Jalan Siwei, Jalan Xinyi dan Jalan Tiehua. Mereka membawa berkah bagi mereka yang telah ketakutan karena topan. 

Topan Nepartak menghancurkan Provinsi Taitung, Taiwan. Biksuni Griya Jing Si dan relawan Tzu Chi merawat penduduk , yang rumahnya rusak parah oleh topan. Sabtu (09 Juli 2016).

Staf dari Rumah Sakit Tzu Chi Hualien mendampingi peserta program Cash for work untuk membersihkan desa yang porak poranda.

Selama kunjungan, para relawan bertanya tentang kerugian dan kebutuhan kehidupan setiap keluarga untuk memperkirakan berapa bantuan tunai dan berapa kantong kebutuhan sehari-hari. Para korban yang cukup terdampak menerima NT $ 10,000 (atau sekitar Rp 4,1 juta) . Mereka yang lebih parah terdampak, menerima  NT $ 20,000 (atau sekitar Rp 8,2 juta)  Sementara mereka yang kesulitan bertahan menerima NT $ 30.000 (atau sekitar Rp 12,2 juta). Selain mendistribusikan barang-barang ini, para relawan membacakan surat berkah dari Master Cheng Yen untuk memberi mereka keteguhan dan kepercayaan diri untuk membangun kembali rumah dan komunitas mereka.

Nepartak tidak hanya menerjang Kota Taitung tetapi juga Kabupaten Taimali. Kondisi warga sangat serius. Para relawan pergi ke Desa Taihe, Meihe,Sanhe dan Xianglan. Kerusakan Desa Xianglan sangat serius sehingga para relawan menggelar program Cash for work. Kepala Desa Xiao Hui-ming meminta korban untuk bekerja sama, mengumpulkan energi mereka dan membangun kembali komunitas mereka.

Program di Desa Xianglan melibatkan sekitar 60 warga desa terdampak, usia mereka mulai dari sembilan sampai 83 tahun, anak-anak dan orang lanjut usia. Salah satunya adalah seorang nenek yang rumahnya hancur dan yang anak-anaknya bekerja jauh dari desa. Ia sudah putus asa dan tidak tahan melihat reruntuhan rumahnya. Tapi hari ini, ketika dia melihat kedatangan para relawan Tzu Chi mendorong dan merawat penduduk desa untuk membersihkan bersama, dia berkata dengan gembira,"Saya tidak akan meninggalkan. Saya tidak akan pergi. Saya akan tinggal di sini dan terus membersihkan bersama semua orang lain," ujarnya.

Para penduduk desa menunjuk seorang pemimpin tim sebagai penanggung jawab kelompok. Sebelumnya rumah-rumah hancur dan enam hektar tanah yang subur dan pohon luluh lantah. Tim bekerja menjalankan rencana untuk membersihkan jalan dan bekerja seefisien mungkin. Banyak warga bekerja di kebun dan melihat bagaimana topan telah nyaris menghancurkan seluruh panen mereka. Tapi, ketika mereka melihat semua orang di desa bekerja sama, mereka merasa penuh percaya diri untuk memulihkan tempat rumah mereka seperti sebelumnya.

Artikel dibaca sebanyak : 1655 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat