Kamis, 12 Desember 2019
Indonesia | English

Bantuan Kebakaran: Bentuk Cinta Kasih dan Menjalin Tali Silahturahmi

23 Maret 2016 Jurnalis : Subandi Chandra(He Qi Barat)
Fotografer : Virnandi, Hendrik Wijaya(He Qi Barat)

Situasi perumahan warga Pesing Koneng, Rukun Tetangga 007 dan Rukun Tetangga 008 pasca terjadinya musibah kebakaran.

Pada hari Kamis, 10 Maret 2016, sekitar pukul 09.30 WIB warga Pesing Koneng, Rukun Tetangga 007 dan Rukun Tetangga 008, Rukun Warga 08, Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat mengalami musibah kebakaran. Karena padatnya lingkungan di sana, api dengan cepat membakar rumah warga termasuk isi di dalamnya. Berdasarkan catatan yang ada di Pos Lapangan Rukun Warga 08, rumah yang terbakar sebanyak 60 rumah, di mana 15 rumah di Rukun Tetangga 007 dan 45 rumah di Rukun Tetangga 008, sebanyak 70 kepala keluarga yang tertimpa musibah ini. Saat ini para warga yang sebagian tinggal di tenda-tenda darurat, ada juga yang menumpang di rumah warga sekitar.

Persiapan Bantuan

Mendengar terjadinya bencana tersebut, pada hari Jumat, 11 Maret 2016, relawan Tzu Chi Adi Wisastra segera ke lokasi bencana untuk melakukan survei dengan berkoordinasi kepada Tim Tanggap Darurat relawan komunitas (He Qi) Barat dan tim logistik Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk menyiapkan paket bantuan  kebakaran. Pada hari Minggu, 13 Maret 2016, sebanyak 26 relawan komunitas (He Qi) Barat bersiap membagikan paket bantuan kepada para warga yang tertimpa musibah untuk meringankan penderitaan warga. Paket bantuan yang diberikan adalah barang kebutuhan sehari-hari seperti sarung, selimut, sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, ember, gayung, dan juga terpal plastik yang dikemas dalam kontainer plastik.

Ibu Zainabun (memegang barang bantuan) merasa gembira masih ada yang memberikan uluran bantuan di saat bencana melanda mereka.

Pak Anwar sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada mereka yang tertimpa musibah.

Pembagian bantuan diserahkan dengan penuh hormat oleh relawan kepada warga yang mengalami musibah.

Kesan dan Harapan Warga

Seorang warga Rukun Tetangga 007, Ibu Zainabun  mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama orang tua dan tiga orang anaknya.  Pada saat kejadian kebakaran, anaknya sedang bersekolah dan tak ada yang dapat ia selamatkan selain surat-surat penting saja. Dengan adanya bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi ia sangat berterima kasih, walaupun sebelumnya ia belum pernah mendengar dan mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia juga berharap agar ke depan semuanya bisa menjadi lancar dan lebih baik.  Adapun Bapak Anwar yang juga tinggal di Rukun Tetangga 007 mengatakan ia belum mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia namun ia sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada mereka yang tertimpa musibah dan harapannya agar bantuan ini dapat diteruskan mengingat mereka sudah tidak memiliki apapun. Demikian pula Bapak Hasan yang tinggal di Rukun Tetangga 008 mengungkapkan terjadinya musibah ini para warga sudah kehilangan harta benda dan mereka sudah tidak  memiliki apa – apa lagi. Harapannya agar ada banyak orang yang mau memberikan bantuan  dan uluran tangan kepada mereka yang tertimpa musibah.

Relawan Adi Wisastra selaku koordinator kegiatan ini mengungkapkan harapannya yaitu agar para warga yang tertimpa musibah dapat segera bangkit lagi semangatnya.  “Bantuan yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah suatu bentuk cinta kasih  kepada para warga yang terkena musibah dan sekaligus membuka tali silahturahmi yang baik bagi mereka dan warga sekitar,” jelas Adi atau yang akrab di sapa Alex. Seperti yang diucapkan Master Cheng Yen, “ Bencana tidak mengenal belas kasihan, namun manusia dapat saling mengasihi satu sama lain. Jadilah tempat bersandar bagi mereka yang menderita akibat bencana sehingga mereka masih merasakan kehangatan dan memiliki harapan.”

Artikel dibaca sebanyak : 1478 kali


Berita Terkait


Mendengarkan Keluh Kesah Korban Kebakaran

01 November 2019

Membuka Harapan Baru

11 Desember 2014

Tidak Larut dalam Sedih

12 November 2014


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat