Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Bebenah Rumah Tzu Chi: Menuju Rumah Impian

23 Oktober 2015 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari

Tzu Chi melanjutkan kembali Program Bebenah Rumah Pademangan Barat, Jakarta Utara. Para seniman bangunan tengah membongkar rumah Sugiarto, salah satu rumah yang dibedah. Rumah Sugiarto selalu terendam air sepanjang musim karena ketinggian rumah yang lebih rendah dari jalan raya.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Jumat 23 Oktober 2015, melanjutkan kembali program bebenah rumah Pademangan Barat, Jakarta Utara. Sebanyak enam rumah hari ini memasuki tahap pertama pembangunan yaitu perobohan bangunan asli. Dengan dibantu oleh tiga orang seniman bangunan, relawan Tzu Chi mendatangi masing-masing rumah dan melakukan pembongkaran.

Munasaroh, salah seorang warga penerima bantuan bebenah rumah merasa amat bahagia karena penantiannya selama setahun belakangan telah terealisasi. Begitu juga dengan Erniati. Mereka bahkan tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagia yang mereka rasakan. “Senyum terus,” gurau Kaswanto, salah satu relawan Tzu Chi Pademangan.

Menunggu kepastian selama kurang lebih satu tahun, Munasaroh seperti diuji kesabarannya. “Relawan sering datang buat liat kondisi rumah, foto-foto, ajak ngobrol dan ngeyakinin saya kalau rumahnya pasti akan dibangun,” kisahnya. “Ya saya selalu sabar karena kalau rezeki nggak kemana,” tambah Munasaroh berbesar hati sekaligus senang bukan kepalang karena rumah berukuran 4x2 meter tersebut akan segera dibangun.

Relawan Tzu Chi menyusuri jalanan Pademangan Barat menuju enam rumah yang akan dibongkar.

Munasaroh, salah seorang warga penerima bantuan bebenah rumah merasa amat bahagia karena penantiannya selama setahun belakangan telah terealisasi. Ia melihat rumahnya setelah dibongkar.

Erniati, tetangga dekat Munasaroh sama-sama saling menguatkan dan belajar bersabar. Ia sendiri percaya dengan Tzu Chi karena telah melihat sendiri bagaimana Tzu Chi berbagi kebaikan untuk orang lain. Kini, saat rumahnya dirubuhkan. Rasa harunya tak bisa ia pendam. “Saya senang sekaligus terharu,” katanya tertahan. Rumah ukuran 2x2 meter tersebut menyimpan banyak kenangan antara dia dan keluarganya. “Suami saya dulu 10 tahun sakit stroke dan saya rawat di rumah itu,” ucapnya. Tiga tahun sepeninggal suaminya, akhir mimpi yang mereka bangun dulu dapat terwujud. “Semoga bukan cuma saya yang bisa ditolong sama Tzu Chi, mudah-mudahan orang lain yang kesusahan juga bisa dibantu sama Tzu Chi,” harapnya.

Dari tahun ke tahun wilayah Pademangan yang terletak tidak jauh dari pusat kota ini memang menjadi incaran masyarakat yang melakukan urbanisasi. Meningkatnya jumlah penduduk di Pademangan membuat tanah yang semula kosong berubah padat, menjadi tempat tinggal.

Pembangunan tempat tinggal yang terus menerus dilakukan diimbangi dengan pengurukkan jalan berdampak pada menyempitnya saluran air sehingga menjadi salah pemicu terjadinya banjir. Dan imbas dari pengerukan jalan ini akhirnya berdampak pada rumah warga yang semakin terkubur oleh beton jalanan. Bagi mereka yang berkecukupan, bisa saja meninggikan rumah. Namun berbeda dengan warga yang masih kekurangan. Seperti Sugiarto.

Hingga kini, rumah Sugiarto masih tergenang air setinggi kurang lebih 40 senti meter. “Padahal ini belum ada hujan loh. Tapi masih aja banjir,” ucap Yopie Budianto, relawan Tzu Chi sekaligus penanggung jawab Program Bebenah Rumah Pademangan. Rumah yang telah berusia 30 tahun tersebut memang belum pernah direnovasi secara menyeluruh karena biaya yang tidak mencukupi.

Sebanyak enam rumah hari ini memasuki tahap pertama pembangunan yaitu perobohan bangunan asli. Dengan dibantu oleh tiga orang seniman bangunan, relawan Tzu Chi mendatangi masing-masing rumah dan melakukan pembongkaran.

Yopie Budianto (kanan), relawan Tzu Chi sekaligus penanggung jawab Program Bebenah Rumah Pademangan mengunjungi kediaman warga saat akan dilakukan pembongkaran.

Sugiarto pernah bercerita pada Udin, ketua RT setempat bahwa ia mempunyai harapan bisa membawa keluarganya ke rumah di Jakarta. “Namun dia nggak tega karena kondisi rumahnya selalu banjir,” jelas Udin. Udin sendiri mewakili warga mengucapkan terima kasih karena Tzu Chi telah membantu kesulitan yang dihadapi oleh warganya. “Mudah-mudahan warga bisa memanfaatkan rumah mereka dengan baik dan menjaga lingkungannya,” harapnya.

Sementara itu, Yopie berharap nantinya Pademangan bisa menjadi Kampung Cinta Kasih Tzu Chi yang berisi relawan-relawan Tzu Chi Pademangan yang siap memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. “Semoga terealisasi,” tuturnya penuh harap.

Artikel dibaca sebanyak : 1282 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat