Rabu, 13 November 2019
Indonesia | English

Belajar, Berbagi dan Bergembira Bersama

07 Agustus 2019 Jurnalis : Agus Darmawan S (He Qi Barat 2)
Fotografer : Agus Darmawan S (He Qi Barat 2)


Suparman (kiri), koordinator kegiatan tengah melakukan briefing dengan para relawan Tzu Chi lainnya, untuk mengatur kegiatan pada acara kunjungan kasih.

Relawan He Qi Barat 2 kembali mengadakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Yayasan Nurul Jadid pada tanggal 21 Juli 2019.  Panti yang berlokasi di Jl. Irigasi Sipon Puri Dewata Indah No. 152, Cipondoh, Tangerang ini merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial seperti Panti Asuhan, Majlis Taklim dan Dakwah.

Syarif Hidayatullah S.Pd, pengurus di Yayasan Nurul Jadid Bidang Pendidikan mengatakan, “Yayasan Nurul Jadid dibentuk dari sekumpulan orang yang ingin berbakti untuk kehidupan sosial bagi orang yang tidak mampu seperti yatim piatu serta anak-anak dhuafa.” Para anak yatim piatu yang diterima di Yayasan Nurul Jadid berasal dari beberapa kota seperti Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Tangerang serta beberapa lokasi yang berada di sekitar Tangerang, Banten. 

Saat ini Yayasan Nurul Jadid dihuni oleh 19 santri yang terdiri dari 10 santri putri dan 9 santri putra. Ke -19 santri yang diasuh oleh Yayasan Nurul Jadid, terdiri dari 7 murid SD, 6 murid SMP, 5 murid SMK dan 1 mahasiswi.  Selain itu, Yayasan Nurul Jadid juga membantu anak-anak dhuafa yang tinggal di daerah sekitar, sehingga jumlah peserta yang hadir pada acara kunjungan kasih tersebut menjadi sangat ramai dengan anak-anak.


Anak-anak saling berebut untuk mendapatkan baru koral, tetapi mereka belum tahu tujuan dari permainan tersebut.

Kegiatan kunjungan kasih yang dimulai pukul 09.00-11.00 WIB tersebut didukung oleh 11 relawan  yang saling membantu untuk mempersiapkan kegiatan di acara panti asuhan tersebut. Kegiatan yang dihadiri oleh 37 peserta anak-anak yang menghuni Panti Nurul Jadid, serta beberapa anak-anak dhuafa yang tinggal dekat dengan Panti Nurul Jadid, membuat suasana ramai dan anak-anak tampak gembira di acara tersebut.

Ceria dan gembira tampak di wajah para anak-anak tersebut.  Mereka kaget karena sewaktu memasuki ruangan kegiatan, anak-anak disodorkan 1 kaleng berisi batu koral kecil dan mereka dipersilakan untuk mengambil sebanyak-banyaknya batu koral sesuai keinginan mereka. Jadi para peserta berlomba-lomba mengambil batu koral tersebut.  Ada yang mengambil 1, 2, 3, bahkan ada yang mengambil sampai 6 buah.  Mereka tidak tahu digunakan untuk apa batu koral tersebut, jadi mereka hanya memegang dan saling menanyakan 1 sama lain dengan teman-teman, berapa batu koral yang mereka ambil.


Novitasari, relawan Tzu Chi merasa bersyukur karena memiliki kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak di Panti Asuhan Nurul Jadid.

Acara dimulai dan dipandu oleh relawan Tzu Chi, Novitasari.  Setelah doa bersama, mereka diajak bermain terlebih dahulu oleh Novitasari berupa permainan konsentrasi. Setiap anak diminta untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan dengan angka yang berjumlah maksimal 2 dan minimal 0.  Mereka harus menunjukkan jari jempol mereka sesuai dengan penjumlahan atau pengurangan yang disebutkan oleh Novitasari.  Menurut Novitasari, “Tujuan permainan ini untuk melatih kognitif anak, baik dalam perhatian anak kepada kita, daya ingat, pemecahan masalah dan motorik anak secara tidak langsung.”  Anak-anak berlomba-lomba untuk menunjukkan hasil terbaik mereka, apalagi di akhir permainan diberikan suvenir sebagai kenang-kenangan.  Novitasari mengatakan, “Sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk berbagi, sharing dan caring kepada adik-adik di panti, dan mereka juga dapat merasakan masih ada yang memperhatikan dan peduli kepada mereka. Meskipun bukan materi yang diberikan, tetapi dukungan moril kepada mereka.”

Berbagi Kisah Inspiratif untuk menjadi lebih baik
Setelah acara permainan selesai, selanjutnya Suparman sebagai koordinator acara ini melanjutkan kegiatan untuk sharing.  Awalnya Suparman bercerita tentang orang tua yang memberikan kesempatan kepada anaknya dalam berusaha semaksimal mungkin agar kelak menjadi orang sukses.   Selanjutnya Suparman meminta kepada setiap anak yang sudah mengambil batu koral kecil saat masuk ke ruangan, untuk melakukan sharing tentang apa yang dapat membangkitkan semangat mereka untuk mencapai sukses.  Ternyata dari 37 anak yang hadir, terdapat 1 orang anak yang mau memberikan sharing ke depan.  Anak tersebut bernama Qori Hidayat, berusia 16 Tahun.  Saat ini Qori masih bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tangerang, jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP).  Waktu masuk ke dalam ruang kegiatan, Qori saat itu mengambil 6 buah batu koral kecil, dan itu yang mengharuskan dia untuk menceritakan 6 buah kisah, yang menginspirasi Qori untuk menjadi sukses di masa depan.

Satu per satu kisah Qori menceritakan kisah yang menginspirasi dia untuk membangun masa depannya, seperti kisah dari seorang bapak yang dikenal sejak kecil karena berniat membantu  orang lain, temannya, sampai kisah orang tua Qori sendiri yang membimbing dia sejak kecil.


Qori sedang sharing cerita yang menginspirasi dirinya untuk bisa sukses dan mandiri saat dewasa.

Seluruh kisah yang disampaikan Qori memberikan semangat yang besar, khususnya kisah tentang Panti Nurul Jadid dimana Qori belajar. Qori bercita-cita untuk membangun dan bahkan menambah cabang panti-panti lainnya agar lebih berkembang.  Qori juga merasa senang saat diminta untuk melakukan sharing di depan agar dapat menginspirasi teman-temannya untuk berani tampil ke depan.

Qori yang bercita-cita ingin menjadi Presiden, tentu saja itu merupakan harapan yang sangat besar bagi dia dan memberikan semangat bagi Qori untuk terus belajar untuk mengejar cita-cita.

Menurut Suparman, tujuan dari kunjungan ke Panti Nurul Jadid dan mengajak anak-anak untuk belajar sharing adalah memotivasi mereka untuk lebih berani lagi, berusaha, belajar dan tidak canggung lagi berbuat sesuatu yang lebih baik.  “Saya berharap mereka juga mendapatkan pendidikan yang lebih bagus dan berprestasi di sekolahnya.”

Pada saat kunjungan ke Panti Nurul Jadid, relawan juga memberikan beberapa kebutuhan seperti buku, alat tulis, alat mandi serta makanan kecil untuk seluruh anak-anak di Panti Nurul Jadid. Semoga jalinan jodoh ini dapat terus berlanjut dan dapat berjalan dengan baik.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 291 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat