Jumat, 03 April 2020
Indonesia | English

Belajar Budi Pekerti Melalui Seni

07 Maret 2017 Jurnalis : Oriana Widjaja (He Qi Utara 1)
Fotografer : Yusniaty (He Qi Utara 1)

Anak-anak Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke yang mengikuti kelas Budi Pekerti dikelompokkan berdasarkan umur, dan tiap kelompok mempunyai relawan yang membimbing mereka.

Minggu, 5 Maret 2017, sebanyak 36 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 berkumpul di aula Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke untuk berpartisipasi dalam kelas budi pekerti. Kegiatan ini ditujukan untuk anak-anak yang tinggal di Rusun. Sebanyak 44 anak, dari TK sampai SMP datang  dengan membawa botol susu bekas yang sudah dicuci bersih. Tema kelas hari ini adalah merangkai bunga dengan bahan botol susu bekas sebagai vas bunga.

Kelas budi pekerti ini dipandu oleh Vitria yang mengajarkan anak-anak untuk membuat bunga dari kertas krep (kertas yang biasa digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan berbagai jenis kerajinan tangan-Red) dan kawat bulu. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajarkan untuk bisa berpikir kreatif.  Artinya dengan bahan yang sederhana pun, mereka bisa menciptakan karya yang indah. 

Aisah (kanan) yang karakternya pendiam ketika mengikuti kelas Budi Pekerti berkesempatan belajar dan berinteraksi dengan teman-teman. 

Para relawan pun senang melihat anak-anak belajar dengan penuh semangat. Mereka berkonsentrasi dan mendengarkan relawan yang sedang mengajar di depan. Rasa ingin tahu dan kekaguman anak-anak akan keindahan bunga yang dikreasikan dengan kertas krep begitu besar. Ketika selesai membuat bunga, mereka pun dengan bangga memperlihatkan bunganya ke teman-temannya.

Aisah yang duduk di kelas 1 SD, datang bersama ibunya, Alfiatun. Sang ibu menceritakan perasaan bahagianya melihat putri semata wayangnya berinteraksi bersama teman-temannya. “Aisah itu anaknya pemalu. Pulang sekolah maunya di kamar aja, ga mau keluar main sama teman-temannya. Kalau ada acara seperti ini kan dia jadi punya kesempatan untuk main sama anak-anak lainnya,” ungkap Alfiatun. Anak-anak lainnya, Iqbal dan Mahessa, yang juga kelas 1 SD, mengaku sangat menyukai keterampilan merangkai bunga hari ini. Mereka dengan lucunya memamerkan hasil karyanya kepada para relawan. 

Anak-anak foto bersama relawan dan dengan bangga memperlihatkan karyanya, di antaranya ada Iqbal (baju abu) dan Mahessa (baju krem).

Tak hanya dibimbing merangkai bunga, anak-anak Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke ini pun diajari budi pekerti melalui Kata Perenungan Master Cheng Yen. Mereka menuliskan kata perenungan di atas kertas bewarna kuning yang kemudian digunakan untuk membungkus botol vas bunga mereka. Kata perenungan tersebut adalah, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda, berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.”

Hasil karya anak-anak ini kemudian dikumpulkan dan disimpan relawan. Bunga-bunga tersebut akan diberikan kepada orang tua mereka masing-masing di momen hari Ibu nanti. Melalui keterampilan merangkai bunga dan Kata Perenungan Master Cheng Yen, anak-anak Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke pun belajar berbudi pekerti dan berbakti kepada orang tua.

Editor: Arimami Suryo A

 

Artikel dibaca sebanyak : 1191 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat