Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Berakhir Happy Ending, Kisah Pendampingan Relawan Tzu Chi

24 Januari 2021 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah, Dokumentasi He Qi Pusat


Nova tertawa saat digendong Denasari. Setelah menjalani operasi, kini Nova lanjut dengan menjalani delapan kali terapi. 

Bagai mengurai benang yang kusut. Begitulah gambaran dari tugas yang diemban Denasari dan tim relawan Tzu Chi di Bekasi saat mendampingi keluarga penerima bantuan Tzu Chi atas nama Nova. Nova mengalami pendarahan otak akibat jatuh dari lantai dua.

Bagaimana tak kusut, masalah yang dihadapi keluarga Nova sangat kompleks. Kondisi Nova sangat serius dengan biaya pengobatan tak sedikit sementara ayahnya tak bekerja karena sakit jantung. Lima anak mereka masih kecil-kecil dan putus sekolah.

Rumah kontrakan yang ditempati keluarga Nova saat itu berada di Jelambar, Jakarta Barat memiliki tangga yang curam. Nova terjatuh dan dilarikan ke Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit. Orang tua Nova kala itu hanya mengantongi uang satu juta rupiah dan tak punya layanan BPJS. Melihat kondisi Nova, tim dokter tetap mengoperasinya dengan biaya menyusul. Seorang dokter juga memberitahu Silvia (34), ibu Nova, tentang Tzu Chi dan menyarankannya mengajukan bantuan ke sana.

Singkat cerita, Silvia dibantu Tzu Chi berupa biaya pengobatan Nova hingga tiga tahap dalam jumlah relatif besar serta biaya kontrakan. Keluarga ini pun didampingi oleh Komunitas Relawan Tzu Chi di He Qi Utara 2 yang juga membantu mencarikan kontrakan baru di kawasan Bandengan, Jakarta Utara.


Fie Yen, relawan dari He Qi Utara 2 saat mendampingi orang tua Nova di RS Atma Jaya.


Fie Yen dan Ayen, relawan dari He Qi Utara 2 saat mengunjungi keluarga Nova yang saat itu menyewa rumah di wilayah Bandengan. 

Tak lama, Silvia merasa harus pindah kontrakan lagi yang lebih luas. Keluarga ini lalu pindah ke kawasan Mangga Besar yang adalah area Komunitas He Qi Pusat. Dengan ini pendampingan keluarga Nova dilimpahkan ke He Qi Pusat. Wilayah He Qi Pusat juga mencakup Bekasi.

“Waktu pertama kali kami meeting, kami tawarkan, ‘coba mau ke Bekasi enggak?” kata Denasari.

Kebetulan Denasari tahu tentang rumah kontrakan di Mekarsari Bekasi yang tampaknya lebih cocok untuk mereka. Lokasinya dekat dengan sekolah, stasiun KRL, dan rumah sakit. Beberapa relawan Tzu Chi juga ada yang tinggal di sana sehingga bisa sering mendampingi mereka.

Usul Denasari disetujui. Benang yang kusut pun diurai satu-persatu. Sebelum pindahan, rombongan relawan membantu membersihkan dan mengecat rumah kontrakan yang baru sehingga lebih nyaman ditempati. Setelah itu keluarga Nova pun pindah ke sana pada 6 November 2020.

Menyelesaikan Masalah Satu per Satu


Relawan dari He Qi Pusat mengantar Silvia dan Andi melihat calon kontrakan baru mereka di Mekarsari, Bekasi. 


Relawan dari He Qi Pusat membantu membersihkan dan mengecat rumah kontrakan baru yang segera ditempati keluarga Nova.

Masalah yang lebih dulu diselesaikan tentu terkait pengobatan lanjutan bagi Nova.

“Kami urus rujukan ke RS Duta Indah untuk bisa ke RSCM. Ketika dapat rujukan ke RSCM, kami langsung ke dokter syaraf. Di rumah sakit itu kami mengunjungi tiga poli, bagi tugas sama mamanya Nova. Kerjasama antara penerima bantuan dan kami relawan, itu yang membuat cepat. Jadi apa yang kami sarankan, mereka mau,” kata Denasari.

Nova pun menjalani operasi pemasangan tempurung kepala pada 11 Desember 2020 dengan layanan BPJS. Pada 28 Desember kemudian, jahitan operasi dibuka. Dokter mengatakan kondisi Nova bagus dan bisa lanjut untuk terapi. Terapi sudah dilakukan sekali untuk mengaktifkan anggota badan sebelah kanan Nova yang lemah akibat jatuh dari lantai 2.

Pengobatan Nova sudah beres, lanjut terkait Andi, ayah Nova yang sakit jantung dan belakangan diketahui kalau ia juga sakit hernia dan darah tinggi. Relawan pun membantu mengurus rujukan di Mekarsari agar cepat dioperasi hernia. Bagusnya, sambil menunggu rujukan dari rumah sakit, kondisi Andi pun membaik.


Bantuan Tzu Chi yang saat ini masih diterima keluarga Nova berupa biaya hidup dan biaya kontrakan, biaya berobat yang tak ditanggung BPJS dan biaya terapi. Mereka juga dibantu ongkos naik kendaraan saat berobat.

“Pak Andi selaku kepala rumah tangga saya selalu bilang bantuan Tzu Chi, atau semua orang bantu itu ada limitnya. Saya mengharapkan suatu hari Pak Andi sebagai kepala rumah tangga punya usaha sendiri yang bisa menghidupi anak-anak. Kalau kurang, orang lain bisa bantu tapi kewajiban ada pada orang tua. Sandang, pangan, moral, semua orang tua,” tutur Denasari lembut.

“Rencana saya kalau ada modal mau cari tempat buka toko, ya pelan-pelan,” jawab Andi. Andi dahulu mencari nafkah dengan menjual sparepart mobil bekas.

Sementara itu relawan juga sudah mendaftarkan anak pertama mereka, yakni Davina untuk mengikuti Kejar Paket A yang mudah-mudahan tahun ajaran baru ini bisa masuk SMP. Adik Davina, Anugerah, yang secara usia harusnya kelas 3 juga akan didaftarkan agar bisa masuk kelas 1 SD.


Hanya dengan kesabaran, benang kusut dapat diurai. Sebuah metafor yang menggambarkan pendampingan relawan Tzu Chi di Bekasi kepada keluarga Nova. 

Benang yang kusut telah terurai. Dalam waktu tiga bulan mendampingi keluarga Nova, permasalahan keluarga Nova dapat selesai dengan baik. Ternyata dari awal Denasari memang sangat yakin bisa membantu menyelesaikan masalah rumit yang dihadapi keluarga Nova.

“Saya awalnya yakin saja pasti bisa. Jadi ternyata kalau kita niatnya baik, tulus dan dengan sukacita melaksanakannya ternyata semua tidak ada yang sulit. Melihat nova sudah sehat kami merasa senang. Kalau saya gendong Nova, orang bilang ‘itu cucu kamu tuh,” imbuh Dena sambil tertawa.

Silvia mengaku sangat tersanjung bisa didampingi oleh para relawan Tzu Chi dan membantunya keluar dari masalah pelik.

“Saya tak menyangka kalau masalah yang saya dan suami hadapi bisa selesai. Saya ada masalah begini, ada relawan-relawan yang baik. Untuk beliau-beliau para relawan, saya sangat berterima kasih, saya sudah anggap seperti orang tua saya sendiri. Saya berterima kasih sudah dibantu Tzu Chi,” kata Silvia.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel dibaca sebanyak : 387 kali


Berita Terkait


Semangat Untuk Siti Aminah

18 Februari 2021

Dukungan untuk Susana yang Ingin Terbebas dari Belenggu Rasa Sakit

03 Februari 2021

Beban yang Dipikul Menjadi Lebih Ringan

18 Januari 2021

Ketabahan Nenek Rodiah Merawat Cucunya

08 Januari 2021

Karunia Terbesar dari Tuhan

09 September 2020


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat