Jumat, 03 April 2020
Indonesia | English

Berbagi Kebahagiaan di Hari Imlek

28 Januari 2020 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Lidyawati, Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi berbagi kebahagiaan Imlek dengan warga kurang mampu di wilayah Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Relawan memberikan bingkisan berupa kue kering, kue bakul, minyak, gula, bihun, beras, sirup, makanan ringan, Mi DAAI dan juga angpau agar warga bisa merayakan Imlek dengan penuh sukacita.

Menyambut Hari Raya Imlek, relawan Tebing Tinggi pada Minggu, 19 Januari 2020 mengadakan dua kegiatan sekaligus, baksos kesehatan dan pembagian paket Imlek kepada keluarga kurang mampu di Tebing Tinggi. Sebanyak 57 relawan yang berasal dari Laot Tador, Medan, Banda Aceh, dan juga relawan Tebing Tinggi sendiri terlihat antusias menyambut pada penerima bantuan di Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi.

Beberapa hari sebelumnya, relawan terlebih dahulu melakukan survei dan memberikan kupon kepada penerima bantuan secara langsung dengan mengunjungi rumah-rumah penerima bantuan. Kunjungan ini sebagai bentuk silaturahmi secara langsung kepada para penerima bantuan, dan juga memastikan bantuan yang akan diberikan benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang benar–benar membutuhkan. Warga yang menerima kunjungan relawan juga sangat bersukacita dan bersyukur karena bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dalam menyambut Imlek.

 

Lebih dari 200 orang juga mengikuti baksos kesehatan. Tim Medis Tzu Chi Medan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan lainnya.

“Sambil membagikan kupon, relawan juga dapat berinteraksi secara langsung dengan warga, memperkenalkan Tzu Chi. Bahkan kita bisa menggalang hati warga yang bersedia ikut bersumbangsih melalui celengan bambu. Jadi kita bersilaturahmi sekaligus menginspirasi warga untuk ikut berbuat kebajikan,” kata Rita, relawan Tzu Chi Tebing Tinggi.

Sebelum pembagian paket Imlek, lebih dari 200 penerima bantuan mengikuti baksos kesehatan terlebih dahulu. Sebanyak 12 dokter dari Tim Medis Tzu Chi Medan, 4 orang dokter spesialis, 13 orang asisten dokter umum, 10 orang apoteker, dan 3 orang perawat memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolestrol kepada para penerima bantuan. Dengan menerapkan budaya humanis Tzu Chi yaitu Bersyukur, Menghormati, dan Cinta kasih, para tim medis dengan penuh perhatian memeriksa setiap warga. Dokter juga memberikan konsultasi kepada mereka bagaimana pola hidup yang sehat.

 

Beberapa warga yang kondisi tubuhnya tidak leluasa bergerak diajari oleh dokter spesialis untuk melakukan terapi secara mandiri.

Beberapa orang pasien yang mengalami kondisi tubuh yang tidak leluasa bergerak, juga diberi saran dan diajari oleh dokter spesialis bagaimana terapi yang baik untuk menangani penyakit beliau. “Tadi kita memberikan pelayanan kesehatan kepada para penerima bantuan dari segala usia. Disini kebanyakan para Lansia yang datang memeriksakan kesehatan mereka. Selain pemeriksaan penyakit degeneratif, kita juga ada pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan lainnya. Kami juga membawa dokter spesialis tulang, rehab medik, dan bagian fisioterapi karena pada saat survei ditemukan kasus warga yang mengeluhkan bagian kaki atau pinggangnya sakit,” kata Lenny Wijaya, salah satu anggota TIMA Medan. Tim Medis Tzu Chi juga

mengajarkan para Lansia beberapa latihan gerakan badan yang bisa mereka praktikkan di rumah saat mereka senggang. Ini juga sebagai pengisi waktu mereka di waktu luang.

 

Pementasan genderang dan gentha serta isyarat tangan yang dibawakan anak-anak Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Tebing Tinggi.  

Salah satu warga, Livana, merasa sangat bersyukur karena dengan pemeriksaan kesehatan ini dapat meringankan beban mereka yang kurang mampu. “Hari ini sangat luar biasa karena tahun ini ada baksos kesehatan. Bagi kami keluarga yang kurang mampu untuk berobat ke rumah sakit atau ke dokter saja kami masih harus berpikir, tapi hari ini kami sangat terbantu dengan baksos kesehatan yang diberikan secara gratis ini,” ungkap Livana.

Selesai mendapatkan pelayanan kesehatan, para penerima bantuan kemudian mengikuti sosialisasi pengenalan tentang Tzu Chi. Relawan senantiasa memotivasi para penerima bantuan bahwa mereka juga mempunyai kemampuan untuk melakukan kebajikan yang dimulai dari hal -hal yang kecil, seperti mengucapkan kata-kata yang baik dan berniat baik setiap hari.

 

Relawan juga memperkenalkan tentang visi dan misi Tzu Chi kepada para penerima bantuan, dan memotivasi mereka bahwa berbuat kebajikan bisa dilakukan oleh semua orang.

Untuk menghibur para penerima bantuan, anak-anak dari Kelas Budi Pekerti Tzu Chi menampilkan pertunjukan genderang dan genta, serta isyarat tangan. Dharmawaty, salah satu donatur yang ikut menghadiri kegiatan tersebut  mengajak beberapa rombongan muda-mudi pemenang Ajang Buddhis Idol 2019 dan 2 orang Putra-Putri Sakya 2019 dari Medan untuk menghibur para penerima bantuan dengan membawakan beberapa lagu Imlek.

Di akhir kegiatan, para penerima bantuan dan relawan melakukan doa bersama. Setelah itu, relawan memberikan 250 bingkisan Imlek kepada warga. Bingkisan berisi kue kering, kue bakul, minyak, gula, bihun, beras, sirup, makanan ringan, dan juga Mi DAAI. Relawan juga memberikan angpau agar para penerima bantuan juga bisa merayakan Imlek dengan penuh sukacita. Dengan berbagi berkah semoga kebahagiaan bisa terus bermekaran di hati setiap orang.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 457 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat