Rabu, 20 November 2019
Indonesia | English

Berbagi Kebahagiaan Tahun Baru Imlek

18 Maret 2015 Jurnalis : Erlina Khe (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan), Lily Hermanto (Tzu Chi Medan)

Masih dalam nuansa Imlek, akong ama di Panti Jompo Taman Bodhi Asri Binjai, Medan merayakan ulang tahun bersama dengan Bodhisatwa cilik Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan.

Gong Xi...Gong Xi... sebuah kata yang begitu akrab didengar, pertanda Perayaan Imlek telah tiba. Imlek, hari yang paling dinanti oleh setiap orang yang merayakannya. Begitu pula bagi anak-anak kelas Budi Pekerti Tzu Chi Medan. Agenda tahunan kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan pada Imlek ini adalah mengajak para Bodhisatwa cilik untuk mengunjungi panti jompo pada tanggal 1 Maret 2015. Dan kali ini berjodoh penuh untuk mengunjungi Panti Jompo Taman Bodhi Asri Binjai, Medan. Jumlah Bodhisatwa cilik yang ikut kali ini berjumlah 140 dan didampingi oleh 50 relawan, turut hadir juga beberapa orang tua.

Serangkaian acara hiburan kita tampilkan untuk akong ama. Ada atraksi Barongsai mini yang dibawakan oleh Bodhisatwa cilik, kehadiran Chai Shen Ye (Dewa Rejeki) yang membagikan angpao, ada pula Isyarat tangan dan bernyanyi bersama dengan akong ama. Dan yang paling menyenangkan tentunya bisa merayakan ulang tahun bersama. Pada sesi suap kue ulang tahun, terlihat ada seorang akong yang terharu sampai meneteskan air mata bahagia saat disuapi kue oleh Bodhisatwa cilik kita, suatu momen yang sangat menggugah hati para relawan yang hadir.

Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan kembali mengajak para Bodhisatva Cilik untuk mengunjungi Panti Jompo. Sebanyak 140 Bodhisatwa cilik dan didampingi oleh 50 relawan, beberapa orang tua juga turut hadir dalam kegiatan ini.

“Saya sangat senang dan bahagia serta sedih melihat akong ama harusnya berkumpul bersama keluarga terutama di suasana Imlek ini, tetapi mereka malah sendirian di panti jompo,” ucap Velissca, salah satu Bodhisatwa cilik yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kunjungan panti jompo. Melihat pemandangan itu, bertekad untuk tidak akan meninggalkan orangtuanya di panti jompo saat mereka lanjut usia.

Salah satu orang tua murid merasa bahwa kunjungan pada kelas budi pekerti ini sangat baik karena bisa memberikan pelajaran langsung kepada para siswa. “Ini merupakan salah satu tujuan saya mengikutsertakan anak saya ikut Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan adalah supaya mereka lebih Berbakti pada orangtua dan lebih berbudi pekerti yang benar,” katanya. Mengutip Kata Perenungan Master, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda di dunia ini yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.” Harapannya semoga kunjungan kasih dengan merayakan Imlek bersama akong ama ini bisa menumbuhkan cinta kasih para Bodhisatwa cilik, bisa berbudi pekerti yang benar, berbakti pada orang tua dan menghargai sesama.

Sesi menyuap kue ke akong ama menggugah hati para relawan yang hadir karena perasaan haru seorang kakek yang meneteskan air mata.

Artikel dibaca sebanyak : 1729 kali


Berita Terkait


Mengantarkan Kehangatan Imlek kepada Oma Opa

13 Maret 2018

Sukacita Imlek Bersama Oma Opa

02 Maret 2018

Merayakan Ulang Tahun Dengan Berbakti pada Orang Tua

18 April 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat