Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Berbagi Kiat Sukses Belajar-Mengajar dari Rumah

28 Juli 2020 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Dok. Tzu Chi Indonesia


Tzu Chi Talks Sabtu (25/7/20) diisi dengan tema Guru Kreatif, Orang Tua Aktif – Kunci Sukses Anak Belajar di Rumah.

Diikuti oleh lebih dari 250 partisipan di aplikasi Zoom, YouTube, Instagram, dan Facebook Tzu Chi Indonesia, Tzu Chi Talks edisi 4 berlangsung lancar. Mengangkat tema: Guru Kreatif, Orang Tua Aktif – Kunci Sukses Anak Belajar di Rumah, Tzu Chi Talks Sabtu (25/7/20) ini berisi berbagai permasalahan sekaligus solusinya dalam menangani kendala pendidikan di era pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang telah membawa perubahan dalam berbagai sektor kehidupan, semuanya terdampak. Protokol kesehatan yang mengharuskan setiap orang menjaga jarak fisik, membuat berbagai aspek melakukan penyesuaian. Dalam segi pendidikan, proses belajar-mengajar di kelas digantikan dengan model pembelajaran daring (online) yang dilakukan dari rumah masing-masing siswa. Banyak orang tua yang menganggap hal tersebut seperti memindahkan tanggung jawab guru ke orang tua. Nyatanya, model pembelajaran daring yang dilaksanakan berbagai sekolah tentu membutuhkan ruang kerja sama yang baik antara guru dan orang tua dalam proses belajar anak.


Dr. (C) Freddy Ong, S.Kom, M.M, C.Ht, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, narasumber Tzu Chi Talks kali ini menjabarkan materi-materi yang relevan dengan kondisi belajar-mengajar di rumah.

Dr. Freddy Ong, S.Kom, M.M, C.Ht, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang memberikan materi hari itu menyadari bahwa proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau home learning yang dicanangkan oleh pemerintah sejak 14 Maret 2020 memberikan berbagai dampak. Terlebih proses ini dilakukan dengan jangka waktu yang tidak pasti kapan akhirnya. Namun begitu, bukan berarti semuanya menjadi buntu.

“Karena semua pelaksanaannya secara darurat yang artinya secara tiba-tiba dan minim persiapan, maka sadar tidak sadar memang banyak sekali dampaknya. Orang tua kaget, guru juga,” ucapnya. “Namun kreativitas seorang guru dan peran aktif dari orang tua memiliki peranan penting dalam mendukung kesuksesan pembelajaran jarak jauh saat ini,” lanjutnya.

Freddy juga memberikan tips bagi guru untuk lebih kreatif dalam home learning, yakni dengan memilih media sesuai kebutuhan, project/product based learning, penyampaian materi yang menyenangkan, serta penyesuaian waktu belajar, penugasan, dan tatap muka.


Tzu Chi Talks bisa disaksikan melalui aplikasi Zoom, YouTube Live, Instagram Live, dan Facebook Live di akun Tzu Chi Indonesia @tzuchiindonesia.

Hal lain yang paling penting bagi Freddy adalah adanya “kemauan vs kemampuan”. Apabila seorang guru juga orang tua mempunyai kemauan maka kemampuan bisa diasah. Lalu apabila ada kemampuan, kemauan juga bisa mengikuti. “Tapi kalau keduanya tidak dimiliki, ya sudah, tidak akan ada hasilnya,” kata Freddy.

Pada kesempatan itu, Freddy juga memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diberikan oleh para partisipan Tzu Chi Talks. Ada yang bertanya mengenai bagaimana mensiasati jawaban anak ketika menyontek, pencapaian materi kompetensi dasar, kendala keterbatasan alat (hp/laptop, internet), ataupun mengatasi kebosanan anak ketika belajar di rumah.


Model pembelajaran daring yang dilaksanakan berbagai sekolah tentu membutuhkan ruang kerja sama yang baik antara siswa, guru, dan orang tua dalam proses belajar.

Antusias para partisipan yang mayoritas merupakan orang tua dan guru-guru sekolah ini membuat Freddy ikut senang, apalagi mereka tidak hanya datang dari Jakarta, namun ada juga dari Yogyakarta, Bandung, dan Singkawang, Kalimantan Barat.

“Senang pastinya bisa sama-sama belajar dan berbagi mengenai dunia pendidikan, baik dengan Shixiong-shijie relawan Tzu Chi maupun kepada bapak dan ibu guru serta para orang tua secara umumnya. Karena kan tidak ada ruginya membagi-bagi ilmu kepada siapa pun bahkan ilmu itu dapat dilipatgandakan sehingga bermanfaat bagi khalayak ramai dan masyarakat,” ungkap Freddy.

Melalui Tzu Chi Talks, Freddy juga merasa dunia terhubung dengan mudah. Apabila biasanya seminar diadakan dengan harus bertatap muka, kini teknologi seakan mendekatkan semuanya. Berbagi pengalaman pun menjadi lebih gampang.


Sabtu pekan ini, 1 Agustus 2020, Tzu Chi Talks akan hadir kembali dengan tema menarik, yakni My Tzu Chi Life’s Script yang akan dibawakan oleh Liliawati Rahardjo, relawan Tzu Chi sekaligus Presiden Komisaris PT. Summarecon.

“Saya mengucapkan terima kasih juga dengan kesempatan ini dan semoga ke depannya dunia pendidikan ini bisa lebih baik lagi,” ungkap Freddy. “Intinya, bagi para pengajar: ketika masih mau mengajar kita harus terus belajar. Karena ketika kita sudah berhenti belajar, (seharusnya) kita sudah harus berhenti mengajar. Karena ilmu itu tidak ada habisnya dan tidak ada matinya, selalu berkembang dan bertumbuh juga. Kita pun harus mengikutinya,” tandasnya.

Sabtu pekan ini 1 Agustus 2020, Tzu Chi Talks akan hadir kembali dengan tema menarik, yakni My Tzu Chi Life’s Script oleh Liliawati Rahardjo, relawan Tzu Chi sekaligus President Commisioner PT. Summarecon. Anda dapat bergabung melalui aplikasi Zoom, YouTube Live, Instagram Live, dan Facebook Live di akun Tzu Chi Indonesia (@tzuchiindonesia).

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 160 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat