Rabu, 02 Desember 2020
Indonesia | English

Berbagi Nasi Kotak Vegetarian Gratis Selama Sebulan

29 Agustus 2018 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah


Mulyono (berseragam hijau) merasa senang dengan adanya pembagian makan siang vegetarian ini.

Di dunia ekonomi, ada sebuah idiom yang berbunyi There is no free lunch atau tidak ada makan siang yang gratis. Sebuah ungkapan yang berarti tidak ada sesuatu yang cuma-cuma di dunia ini. Istilah tersebut memang tak bisa diartikan secara harfiah. Namun soal makan siang gratis dalam arti yang sesungguhnya, itu benar adanya. Untuk memperingati Bulan Tujuh Penuh Berkah, Resto Atung di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara menyediakan nasi kotak vegetarian secara gratis.

Pemilik resto, Chandra Chaidir atau yang lebih akrab dipanggil Atung menjelaskan, bagi-bagi makan siang ini diadakan selama satu bulan. Dimulai sejak tanggal 11 Agustus 2018 lalu dan akan berakhir pada 9 September 2018 mendatang.

“Master Cheng Yen mengatakan Bulan Tujuh (lunar) itu bulan penuh berkah, apa salahnya kita adakan ini? Ini yang pertama saya lakukan. Idenya spontan. Pas ada teman datang, ‘bagaimana bulan tujuh penuh berkah?’. Lalu saya jawab, ‘bagaimana ya kalau kita adakan masak vegetarian satu hari satu boks, ternyata sampai 120 boks yang kita bagikan,” terang Atung yang juga relawan Tzu Chi ini.

Spanduk yang jelas terpampang di depan resto membuat orang menjadi tahu. Sejak pukul 11.30 WIB, warga yang sudah tahu pun satu per satu berdatangan. Mulai dari Satpam, petugas dari dinas kebersihan, pelanggan resto, juga setiap orang yang kebetulan lewat.


Pemilik Resto Atung, Chandra Chaidir giat mempromosikan pola hidup vegetarian dengan membagikan nasi kotak secara gratis, sejak tanggal 11 Agustus 2018.


Sari Soen sengaja membeli 50 kotak untuk dibagikan kepada rekan-rekannya di kantor. 

Mulyono (40) satpam yang berjaga di sekitar resto cukup senang dengan adanya pembagian makan siang vegetarian ini. “Saya suka masakannya karena saya juga sudah sangat jarang makan daging. Bagus juga ini bisa dinikmati oleh masyarakat umum, mengenalkan ini (makanan vegetarian) ke masyarakat. Kalau bisa juga setiap hari ada, hehehe..,” kata Mulyono.

Sementara Sari Soen (41) yang berkantor di Mega Mall sengaja membeli 50 kotak untuk dibagikan kepada rekan-rekannya di kantor.

“Saya berbagi bersama teman-teman supaya mereka bisa coba dan belajar untuk bervegetaris. Melalui ini saya juga ingin menjalin kasih, ya ke siapa saja, tidak mau lihat agamanya. Memang bulan tujuh ini bulan memberi berkah ke semua orang,” kata Sari yang juga merupakan donatur Tzu Chi. Nasi kotak vegetarian gratis yang digagas Resto Atung ini juga menyemangati Sari yang dalam proses belajar untuk bervegetaris.


Selama promosi ini, setiap harinya ada sekitar sembilan orang yang membantu memasak. Farida (kanan) semula adalah pelanggan resto.

Yang merasa senang tak hanya yang menerima nasi kotak ini, orang-orang yang secara sukarela membantu memasak juga merasa bahagia. Seperti yang diungkapkan Farida dan Sinta yang jauh-jauh datang dari Cikokol, Tangerang, Banten. Keduanya adalah penggemar berat menu bakmi di Resto Atung. Saat makan, Farida mendengar Atung membahas soal rencana membagikan nasi kotak gratis. Farida pun langsung tertarik untuk membantu.

“Saya sudah dua minggu membantu di sini. Saya menganggap ini juga sebagai amal ibadah. Dan ini juga kan untuk kesehatan, banyak orang bisa lebih sehat, makan sayur mayur kan sehat,” kata Farida.

Hal senada disampaikan Sinta. “Saya sendiri sudah belajar bervegetaris sejak tahun 2008. Lalu ini kan sifatnya kita berkegiatan sosial untuk orang lain. Dengan ini juga saya merasa bangga karena memberikan contoh kepada yang lain bahwa makan makanan vegetarian itu bagus untuk kesehatan,” kata Sinta.


Tampilan menu vegetarian hari ini jika disajikan di atas piring. Bagi Atung, mengatur menu susah-susah gampang. Ia pun menyesuaikan dengan kesukaan mayoritas orang seperti rendang, kari, jamur balado, sambal hijau, dan masih banyak lagi. 

Atung merasa sangat gembira dengan respon baik dari masyarakat. Di Bulan Tujuh Penuh Berkah ini Atung makin semangat mempromosikan tentang vegetarian.

“Kita semua sudah tahu pemanasan global, bermacam-macamlah bencana. Jadi kami juga mendorong orang-orang untuk bervegetaris. Kita masak semampu kita, seenak mungkin rasanya, supaya mereka juga tahu kalau makanan vegetaris itu enak, jadi bisa tertarik untuk bervegetaris,” pungkas Atung.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 1237 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat