Kamis, 12 Desember 2019
Indonesia | English

Berbagi Pelayanan Kesehatan di Tanjung Morowa

20 November 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan, Ryanto Budiputra (Tzu Chi Medan)


Janiar Kirana (relawan yang berdiri) mengungkapkan perasaan bahagia sebelum dan sesudah menjadi relawan.

Relawan Tzu Chi Medan dari komunitas Hu Ai Medan Timur  mengadakan bakti sosial Kesehatan pada hari Minggu, 17 November 2019 di Kito Convention Hall, Gedung Pertemuan D, Jl. Dahlan Tj. No. 102 Limau Manis, Tanjung Morawa yang berjarak lebih kurang 25 km dari Kota Medan dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.

Baksos kesehatan kali ini memberi pengobatan kepada warga kebon sayur, namun seminggu sebelumnya (10 November 2019), sebanyak 35 relawan (24 orang relawan Medan dan 11 orang relawan Tanjung Morawa) membagikan kupon baksos kesehatan langsung ke rumah-rumah warga untuk melihat langsung apakah data nama warga  yang diberikan memang layak dibantu, sekaligus mendata berapa orang warga kebon sayur yang layak mendapatkan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis pada tanggal 17 November 2019.

Relawan Tzu Chi Medan tiba di Tanjung Morawa dan berkumpul dengan relawan Tanjung Morawa pada jam 8 pagi. Setelah mendapat pengarahan dari koordinator bakti sosial kesehatan, Timmy, serta doa bersama maka relawan berangkat menuju ke rumah warga sesuai dengan data dan alamat yang didapat dari kecamatan setempat untuk disurvei. Relawan dibagi menjadi 6 kelompok. Sekitar pukul 11.30 WIB rata-rata relawan sudah kembali dan sebanyak 300 lembar kupon telah dibagikan. “Semoga dengan adanya pendataan langsung oleh para relawan akan menumbuhkan jiwa kebijaksanaan relawan dan juga para relawan akan merasakan jika masih begitu banyak saudara kita yang menderita dan menanti uluran tangan kita,” tutur Lim Ik Ju, koordinator baksos kesehatan ini sekaligus Ketua Hu Ai Komunitas Medan Timur.

 

Dokter sedang memeriksa kesehatan para warga di poli umum.


Dokter gigi tengah memeriksa dan mengobati gigi  para peserta baksos kesehatan.

Menjelang bakti sosial kesehatan dan pemeriksaan gratis di Tanjung Morawa, sehari sebelumnya tanggal 16 November 2019, sebanyak 10 orang relawan Medan dan 7 orang relawan Tanjung Morawa mempersiapkan lokasi tempat  untuk mengadakan bakti sosial kesehatan. Relawan yang bertanggung jawab di poli gigi sudah menyusun kursi dan peralatannya di poli gigi, relawan lain menyusun meja, memasang taplak meja, menyusun kursi dan menatanya dengan rapi. Dengan begitu maka baksos kesehatan bisa berjalan dengan lancar dan warga bisa merasa nyaman mengikuti baksos kesehatan ini.

Minggu pagi, cuaca yang cerah menyambut kegiatan bakti sosial kesehatan ini, yang  senada dengan semangat relawan dan Tim Medis Tzu Chi yang sudah berkumpul sejak jam 6 pagi untuk berangkat menuju Kota Tanjung Morawa, dan langsung menuju ke lokasi baksos kesehatan di Kito Convention Hall, Gedung Pertemuan D, Jl. Dahlan Tj. No. 102 Limau Manis, Tanjung Morawa, Sumatera Utara.

Tepat jam 8 pagi, baksos kesehatan dimulai, berawal dari pendaftaran ulang dan mengukur berat badan, kemudian alurnya adalah warga diukur tensi darahnya terlebih dahulu, baru menuju poli umum. Dari poli umum, pasien yang  penyakitnya memerlukan pemeriksaan darah maka akan diarahkan ke pemeriksaan kolesterol dan kadar gula darah. Dari poli umum juga, warga yang akan periksa gigi akan di-screening terlebih dahulu. Bagi yang mau cabut gigi dan tidak sedang infeksi maka akan diarahkan ke poli gigi, dan setelah selesai pengobatan, warga akan menuju ke bagian obat.

 

Mujianto, Ketua Tzu Chi Medan juga ikut memberi perhatian kepada para pasien baksos kesehatan.

Turut hadir dalam baksos kesehatan ini Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, Mujianto. “TIMA Medan dewasa ini berkembang sangat pesat, (semakin) banyak dokter-dokter, baik dokter spesialis maupun dokter gigi bergabung di barisan TIMA. Mereka juga selalu siap di setiap baksos kesehatan,” tutur Mujianto.

Dr Nany, MKT.AIFA.K,  koordinator baksos kesehatan kali ini merasa bangga kepada seluruh relawan Tzu Chi yang begitu bersungguh hati mempersiapkan bakti sosial kesehatan ini. “Saya salut dengan relawan Tzu Chi yang mampu memaksimalkan ruangan Kito Convention menjadi sebuah lokasi pengobatan yang nyaman dan memadai, terutama di poli gigi,” kata Dr. Nany dengan perasaan kagum. 

Janiar Kirana, salah satu relawan yang selalu bertanggung jawab atas persiapan peralatan gigi merasa sangat bahagia bisa bersumbangsih di setiap Baksos Kesehatan Tzu Chi. “Awalnya saya ikut baksos kesehatan gigi saat baksos di Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan bulan Maret lalu. Saat itu saya belum menjadi relawan. Di saat pertama kali ikut baksos itu, rasanya ada perasaan bahagia karena sudah bisa menyumbangkan tenaga walaupun terasa capek karena peralatan gigi sangat banyak jenisnya,” jelas Janiar.


Timmy (relawan yang berdiri sebelah kanan) menjadi koordinator bakti sosial kesehatan ini. Ia mengatakan sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik antara para relawan dan Tim Medis Tzu Chi dalam melayani masyarakat.

Setelah mengikuti beberapa kali bakti kesehatan gigi, Janiar kemudian diajak untuk mengikuti pelatihan relawan dan menjadi relawan abu putih. Bagaimanakah perasaan Janiar Kirana setelah menjadi relawan dan masih mengurus peralatan di poli gigi? “Setelah menjadi relawan, perasaan saya lebih dari bahagia. Dulu sebelum menjadi relawan, saya bahagia karena sudah ikut bersumbangsih tenaga di dalam membantu baksos gigi, namun sekarang saya merasa dengan memakai seragam relawan, saya merasa mempunyai tanggung jawab kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan juga bertanggung jawab kepada Master Cheng Yen di dalam menyebarkan cinta kasih, jadi perasaan bahagianya tentulah berbeda,” ungkapnya.

Sementara Timmy, koordinator baksos kesehatan ini merasa berterima kasih dengan relawan dan tim medis (TIMA) yang bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan  baksos kesehatan di Tanjung Morawa berjalan dengan baik dan lancar. “Selain kita membantu meringankan penderitaan warga kurang mampu, melaui kegiatan ini kita juga bisa menggalang hati warga dan tim medis di Tanjung Morawa agar tergerak hatinya bergabung di barisan Tzu Chi,” kata Timmy.

Baksos Kesehatan Tzu Chi di Tanjung Morawa ini diikuti oleh 200 orang warga kebon sayur. Semoga pengobatan dan pemeriksaan kesehatan ini bisa meringankan penderitaan warga yang kurang mampu. Seperti pesan Master Cheng Yen, “Perasaan sukacita adalah kualitas kepribadian dengan pengendalian kondisi hati yang mampu membuat orang di sekeliling kita merasakan kegembiraan, bagai hembusan angin musim semi yang sejuk.”

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 320 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat