Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Bersatu Hati Menggarap Ladang Berkah

23 Januari 2019 Jurnalis : Eric Velly Salim (He Qi Pusat)
Fotografer : Charlie (He Qi Pusat)


Relawan koordinator lapangan melakukan briefing sebelum acara Pemberkahan Akhir Tahun 2018 dimulai.

Minggu 20 Januari 2019, relawan saling bersatu hati menggarap ladang berkah pada Pemberkahan Akhir Tahun 2018. Bertempat di Aula Jing Si Pantai Indah Kapuk, relawan bersama tamu undangan berdoa bersama dengan hati tulus, agar masyarakat aman dan tenteram serta dunia bebas bencana. Acara berlansung dengan lancar, kesuksesan tersebut tidak terlepas dari peran relawan yang telah bersumbangsih, termasuk peran relawan yang tergabung dalam tim koordinator lapangan atau disebut juga relawan Chang Kong.

Jing Si adalah kebijaksanaan, Tzu Chi adalah berkah. Bagi relawan bisa bersumbangsih menggarap ladang berkah apapun di Tzu Chi adalah berkah yang memuaskan hati mereka. Dengan menjadi bagian dari relawan Chang Kong selain memupuk karma baik, juga dapat menjalin jodoh baik dengan masyarakat luas.

Dalam setiap kegiatan Tzu Chi, barisan yang rapi dan alur teratur sudah menjadi bagian dari keindahan budaya humanis Tzu Chi. Tugas dari koordinator lapangan ini adalah mengatur arus pengunjung, mempersilakan tamu duduk, memastikan kursi terisi dengan baik, serta merapikan barisan alur. Di balik acara Pemberkahan Akhir Tahun 2018, sejumlah relawan tergabung sebagai koordinator lapangan (korlap), yang membantu mengatur jalannya alur barisan relawan dan tamu-tamu yang hadir.


Tugas dari relawan koordinator lapangan ini adalah mengatur arus pengunjung, mempersilakan tamu duduk, memastikan kursi terisi dengan baik, serta merapikan barisan alur.

Pada Sesi pertama, korlap dibagi menjadi dua bagian, korlap dari relawan komunitas He Qi Pusat yang berjumlah 24 orang dan relawan komunitas He Qi Timur yang berjumlah 20 orang relawan. Acara yang dihadiri kurang lebih 2.300 orang tersebut dimulai pada pukul 11.30 pagi sampai pukul 13.00, namun para relawan korlap sudah hadir sejak pukul 08.00 pagi untuk persiapan sebelum acara dimulai.

Persiapan korlap ini sudah dilakukan satu bulan sebelum acara, beberapa pertemuan dilakukan untuk menentukan jalur masuk dan keluar tamu undangan. Sesaat sebelum acara dimulai para korlap mendapatkan rompi relawan dan handy talky (HT) sebagai alat penghubung ke sesama Relawan Chang Kong agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar.

Menerima tugas merupakan cara relawan menciptakan berkah. Jika semua proses bisa dilalui oleh setiap individu yang terlibat di dalamnya dengan perasaan lapang dan gembira, tentu hasil akan menjadi akhir yang baik dan indah. Seperti dikutip dari kata perenungan Master Cheng Yen, “Keindahan suatu kelompok terletak pada pelatihan diri setiap individunya.”


Nony Intan (kedua dari kiri), PIC koordinator lapangan komunitas relawan He Qi Pusat bersyukur bisa menggarap ladang berkah bersama relawan lainnya.

Nony Intan, PIC koordinator lapangan komunitas relawan He Qi Pusat mengatakan bahwa, “Menjadi bagian apa aja sudah senang, selagi saya bisa akan saya genggam setiap kesempatan yang diberikan.” Ladang berkah ini sudah pernah diembannya pada tahun lalu, jadi ini adalah tahun kedua ia mengemban tanggung jawab yang sama. Adanya kesulitan di lapangan membuatnya berpikir cepat dan juga melatih diri menerima perubahan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

“Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus”. Itulah yang disampaikan oleh Master Cheng Yen dalam salah satu kata perenungannya.

Bahagia Bisa Menjadi Bagian dari tim Koordinator Lapangan

“Walaupun ada beberapa pengalaman kurang menyenangkan, namun hati tetap merasa senang dengan ladang berkah yang ada, berasa happy jadi bagian dari relawan Chang Kong,” tutur Merlina Chandra relawan komite Tzu Chi yang berpengalaman menjadi relawan koordinator lapangan dalam berbagai acara di Tzu Chi.


Relawan komunitas He Qi Pusat yang bertugas sebagai koordinator lapangan berfoto bersama.

Relawan alur lain, Johan juga merasakan hal yang sama ketika terlibat dalam tim koordinator lapangan He Qi Pusat sejak tahun 2017, mengenal Tzu Chi melalui buku Master Cheng Yen berjudul Teladan Cinta Kasih. Mempunyai kesan bahwa ini adalah tim relawan Chang Kong yang kompak dan saling mendukung, penuh kebersamaan.

Kegiatan penuh cinta kasih ini membuktikan bahwa bersumbangsih bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tidak harus dalam bentuk materi. Setiap orang berperan penting dalam kelancaran dan keindahan acara. Berbuat baik tidak harus selalu berupa sumbangan materi, namun bisa juga berupa perhatian, kasih sayang, maupun sumbangsih tenaga. Seperti tercermin dalam apa yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi, khususnya relawan Chang Kong. “Menciptakan berkah bagi masyarakat sama artinya dengan menciptakan berkah bagi diri sendiri”. Itulah yang disampaikan oleh Master Cheng Yen dalam salah satu kata perenungannya.


Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 488 kali


Berita Terkait


PAT 2018: Memberikan yang Terbaik

20 Januari 2019

PAT 2018: Wu Liang Yi Jing, Peta Jalan Relawan Tzu Chi

20 Januari 2019

PAT 2018: Rumah Bersama Bagi Kemanusiaan

20 Januari 2019

PAT 2018: Teduhnya Persamuhan Sutra Makna Tanpa Batas

14 Januari 2019

PAT 2018: Perahu Dharma Mengarungi Lautan Kebijaksanaan

13 Januari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat