Minggu, 27 Mei 2018
Indonesia | English

Bersyukur dan Berdoa dalam Kebhinnekaan

15 Mei 2018 Jurnalis : Marcopolo (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Gunawan Ho, Marcopolo (Tzu Chi Biak)


Usai hujan lebat mengguyur Biak, Tzu Chi Biak memulai peringatan tiga hari besar: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia di lapangan Wihara Buddha Dharma, Biak.

Hujan deras mengguyur kota Biak sejak Minggu pagi, 13 Mei 2018. Setelah sempat reda di siang hari, hujan kembali turun dengan lebat sore harinya. Peringatan tiga hari besar: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang akan dilaksanakan di lapangan Wihara Buddha Dharma, Biak terancam pindah lokasi. Tim sekretariat serta Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Biak sudah berkoordinasi untuk memindahkan tempat kegiatan ke dalam Aula Vihara Buddha Dharma. Namun bersyukur sebelum dipindahkan ternyata hujan mulai reda. Niat baik relawan dan undangan untuk memanjatkan doa bersama pada perayaan Waisak 2018 akhirnya dapat terselenggara dengan baik.


Relawan memberikan persembahan pada Buddha berupa lilin, air, dan bunga.

Para undangan yang hadir meliputi tokoh perwakilan dari 5 agama, perwakilan siswa-siswi SMP dan SMA se-kabupaten Biak Numfor, gerakan Pramuka Biak, klub taekwondo wihara Biak, klub pencak silat, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Biak, Persatuan Masyarakat Selayar Sulawesi Selatan (Permas) Biak, dan para donatur Tzu Chi Biak. Mereka semua berkumpul di lapangan Wihara Buddha Dharma Biak untuk melaksanakan prosesi Waisak dan memanjatkan doa dunia damai serta bebas dari bencana, dengan penuh ketulusan.


Para undangan yang hadir meliputi tokoh perwakilan dari 5 agama, para donatur, dan masyarakat umum Biak.


Muda-mudi Tzu Chi mempersembahkan drama berjudul Perjuangan Seorang Ibu dalam perayaan Waisak di Aula Vihara Buddha Dharma usai prosesi pemandian Buddha rupang dilaksanakan.

Total undangan sebanyak 250 tersebut juga ikut dalam perayaan Waisak di Aula Vihara Buddha Dharma usai prosesi pemandian Buddha rupang dilaksanakan. Dalam acara ini muda-mudi Wihara Buddha Dharma mempersembahkan nyanyian. Muda-mudi Tzu Chi juga mempersembahkan drama berjudul Perjuangan Seorang Ibu. Drama itu menceritakan perjuangan seorang ibu dalam bekerja bersusah payah menghidupi 2 orang anaknya, tetapi anaknya tidak menghargai perjuangan ibunya. Drama ini dimainkan dengan penuh penghayatan sehingga ada momen yang membuat para penonton terharu dan langsung teringat akan ibu masing-masing.

Dalam sambutannya, Ketua Tzu Chi Biak Susanto Pirono menyampaikan, “Kita hendaknya sepenuh hati bersyukur atas hari-hari yang telah kita lewati dengan aman dan tenteram serta kehadiran tiap individu yang mengenal Dharma hendaknya menjadi cahaya terang, menciptakan kebaikan untuk menjaga keBhinnekaan yang ada demi kesatuan dan persatuan bangsa.”

Editor: Metta Wulandari

1.      Usai hujan lebat mengguyur Biak, Tzu Chi Biak memulai peringatan tiga hari besar: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia di lapangan Wihara Buddha Dharma, Biak.

Artikel dibaca sebanyak : 186 kali


Berita Terkait


Merasakan Kebhinnekaan di Perayaan Waisak Tzu Chi Biak

22 Mei 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat