Minggu, 05 April 2020
Indonesia | English

Bertambahnya Depo Daur Ulang Tzu Chi di Jakarta

11 Desember 2017 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Erli Tan, Metta Wulandari, Yusniaty (He Qi Utara 1)

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi bersama-sama menarik kain selubung merah yang menutupi papan nama Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK sebagai tanda diresmikannya depo pada Minggu, 10 Desember 2017.

Wajah bahagia usai menarik kain selubung merah yang menutup papan nama depo, terlihat di wajah para relawan Tzu Chi. Nama Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK, terbaca dengan jelas setelah selubung merah itu jatuh. Tepuk tangan lalu bergemuruh terdengar dari relawan Tzu Chi yang hadir dalam peresmian Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK.

Peresmian depo yang dilaksanakan pada Minggu, 10 Desember 2017 itu berlangsung secara singkat namun dirasakan penuh dengan berkah. Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei menyambut dengan gembira peresmian ini. Ia berdoa nantinya setiap komunitas relawan di masing-masing He Qi bisa mempunyai depo sebagai tempat untuk memperlancar aksi pelestarian lingkungan.

“Semoga depo ini juga menjadi jalan bagi masyarakat di sekitar untuk semakin mengenal Tzu Chi dan menambah barisan Bodhisatwa Dunia,” harap Liu Su Mei.

Wajah bahagia usai menarik kain selubung merah yang menutup papan nama Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK, terlihat di wajah relawandalam peresmian depo.

doc tzu chi indonesia

Usai menarik kain selubung merah, relawan bergegas memasuki depo yang terletak di belakang Aula Jing Si ini.

Adenan, Fungsional kegiatan Pelestarian Lingkungan di He Qi Utara 1 pun mengungkapkan hal yang sama. Ia menilai depo kini menjadi tempat yang vital untuk merawat Bumi sekaligus memperkenalkan Tzu Chi.

“Seperti depo Tzu Chi di berbagai titik lainnya, depo ini nanti bukan hanya digunakan sebagai tempat memilah sampah, namun juga sebagai tempat pendidikan pelestarian lingkungan sehingga bisa memberi pengetahuan tentang pelestarian lingkungan untuk relawan dan masyarakat sekitar,” jelas Adenan.

Penanggungjawab Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK, Andrianto, juga merasa senang bisa meresmikan depo bersama relawan. “Saya tentu sangat happy. Sudah lama saya vakum dari kegiatan kerelawanan karena kesibukan, ketika mendapatkan jodoh baik ini maka saya berusaha menggenggam kesempatan yang diberikan,” ucapnya tersenyum.

doc tzu chi indonesia

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei (kiri) dan Ketua Relawan Komunitas He Qi Utara 1 Yuli Natalia (kanan) memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur atas peresmian Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center.

Sebagai tanda aksi pelestarian lingkungan, relawan melengkapi kegiatan peresmian depo dengan penanaman enam pohon trembesi di depan depo.

Kegiatan peresmian itu kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Liu Su Mei bersama Yuli Natalia (Ketua He Qi Utara 1) dan penanaman enam pohon trembesi oleh relawan di depan depo. “Saat ini relawan bertugas menanam, berikutnya relawan bertugas merawat,” ucap Liu Su Mei disambut anggukan setuju oleh relawan lainnya.

Berbagai doa dan harapan juga menyertai peresmian depo yang terletak di belakang Aula Jing Si ini. Hok Lay (relawan Tzu Chi He Qi Utara 2) berharap agar depo bisa menjadi tempat yang memberikan pendidikan kepada para relawan. “Tentang bagaimana kita mencintai bumi, bagaimana kita menghargai setiap kehidupan di alam semesta, serta sumber daya alam,” ujar Hok Lay.

“Semoga depo ini bisa menjadi pintu masuk bagi relawan baru,” harap Thomas(relawan Tzu Chi He Qi Utara 1). “Semoga semakin menambah luas barisan relawan sehingga bisa bersama belajar bersama di sini (depo),” imbuh Teguh Bunarto Tjhai (relawan Tzu Chi He Qi Barat). “Semoga depo ini bisa menjadi sarana untuk pelatihan diri di samping menjaga bumi kita, tentunya kita menjaga dalam hati kita, membersihkan kekotoran hati yang ada dalam diri kita,” tutur Suherman (relawan Tzu Chi He Qi Barat) melengkapi doa relawan.

Sementara itu Yuli Natalia berucap syukur dan mengingatkan relawan untuk giat melakukan aksi pelestarian lingkungan demi menjaga lingkungan dan merawat Bumi. “Lagi-lagi kita semua harus merasakan bahwa ini (depo) adalah punya kita dan merawat Bumi adalah tanggung jawab kita,” tuturnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 2187 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat