Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Bingkisan Kecil dengan Cinta Kasih yang Besar

22 Januari 2020 Jurnalis : Ivon, Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung)
Fotografer : Djoni, Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung)


Junaedy Sulaiman (tengah) sedang menyampaikan pesan cinta kasih kepada warga Penengahan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2571, Tzu Chi Lampung membagikan 204 bingkisan Imlek bagi warga di tiga wilayah: Gedong Tataan, Gedong Air, dan Panjang. Pembagian bingkisan yang dilakukan pada 12 Januari 2020 itu diikuti oleh 24 relawan yang terbagi menjadi 2 tim. Sebelumnya, 7 Januari 2020, 15 relawan sudah terlebih dahulu berkeliling rumah warga untuk membagikan kupon.

“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan, karena hari ini kami, warga Tionghoa di sini mendapatkan perhatian lebih dengan bantuan sembako untuk merayakan tahun baru Imlek,” ungkap Darmawan warga Desa Penengahan, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran yang rumahnya menjadi lokasi pembagian bingkisan Imlek.


Para umat Wihara Sariputra, Gedong Air antusias mengikuti isyarat tangan Satu Keluarga yang dipandu oleh relawan Tzu Chi.


Relawan Tzu Chi yang diwakili oleh Rike, Ermina dan Eka memberikan bantuan secara simbolis kepada para warga.

Sementara itu, Antony, umat Wihara Sariputra, di Gedong Air juga mengungkapkan rasa harunya saat melihat relawan bersama-sama mengajak umat untuk memeragakan isyarat tangan Satu Keluarga. “Saya suka sedih kalau lihat begini, teringat sama keluarga saya. Kadang rindu berkumpul bersama saudara-saudara,” ungkapnyaa sambil mengusap air mata, “kadang yang bukan siapa-siapa justru malah bisa menjadi saudara.”

“Di manapun kita dilahirkan, kita semua adalah saudara tanpa harus ada hubungan darah,” kata Junaedy Sulaiman mengutip pesan cinta kasih dari Master Cheng Yen. “Beras ini juga akan habis pada saatnya, namun cinta kasih dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya akan berlangsung sepanjang masa,” lanjutnya.


Relawan membantu warga yang terkendala dalam membawa bingkisan untuk pulang ke rumah.

Ada banyak sekali kebahagiaan di lokasi pembagian bingkisan. Warga antusias mengikuti gerakan isyarat tangan dan bernyanyi bersama dengan relawan. Bukan hanya menerima, para warga juga turut serta membantu relawan mengangkat dan memindahkan paket sembako yang dibagikan.

Salah satu umat juga mengatakan betapa ia bersyukur karena mendapatkan bantuan ini. “Terima kasih atas bantuannya, saya bersyukur. Semoga semakin maju dan banyak lagi yang dibantu,” kata seorang warga.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 748 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat