Jumat, 22 November 2019
Indonesia | English

Buka Puasa Bersama Relawan Komunitas He Qi Barat 1

06 Juni 2019 Jurnalis : Halim Kusin (He Qi Barat 1)
Fotografer : Merry Christine, Aditya (He Qi Barat 1)

Tim panduan suara dibawakan oleh tim dari karyawan RS Cinta Kasih Tzu Chi.

Bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah (Kalender Islam ) yang mana dalam bulan tersebut umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Selain menahan haus dan lapar, umat Muslim juga harus menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah .

Untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk kebersamaan di bulan suci ini, relawan Tzu Chi dari Komunitas He Qi Barat 1 mengadakan kegiatan buka puasa bersama pada Jumat, 24 Mei 2019 di Aula Lantai 2 Gedung C Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan buka puasa ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang dilakukan relawan Tzu Chi menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan pada tahun ini menjadi spesial karena acara buka puasa kali ini turut mengundang para guru dan karyawan Sekolah Cinta Kasih Cengkareng, staf dan karyawan RS Cinta Kasih Tzu Chi, Pengelola Rusun Cinta Kasih dan warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi. Hadir pula 332 relawan Tzu Chi, yang terdiri dari relawan pemerhati RS Cinta Kasih dan Da Ai Mama Sekolah Cinta Kasih.

 

Sebanyak 322 perserta hadir dalam kegiatan buka puasa bersama yang diadakan relawan dari komunitas He Qi Barat 1. 

Tepat Pukul 16.30 WIB, acara dimulai dengan diawali kata sambutan Suherman, perwakilan relawan Tzu Chi dan dan disusul sambutan dari RS Cinta Kasih Tzu Chi yang diwakili Dr. Deasy Thio. Rangkaian demi rangkaian acara seperti Sosialisasi Tzu Chi, paduan suara, pemutaran ceramah, isyarat tangan, sharing dari dokter, dan ceramah dari Ustaz Pahru .

Menurut Dody Septiawan, koordinator acara, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kekeluargaan agar hubungan antara relawan dan karyawan di badan Misi Tzu Chi dan semua elemen bisa lebih kompak lagi. “Salut atas semangat dan kekompakan semua panitia yang bahu membahu mewujudkan acara ini,” kata Dody.

“Berpuasa memang melelahkan, apalagi harus tetap mengajar seperti biasa, tetapi bila dijalankan dengan ikhlas dan dinikmati maka semuanya Insya Allah akan bisa dilewati dengan baik dan lelahnya pun akan hilang,“ kata Saudari Giniung Permana, guru Kelas 3 Sekolah Cinta kasih yang sudah 5 tahun bekerja sebagai tenaga pengajar. “Kegiatan buka puasa bersama ini bisa meningkatkan keakraban antar sesama. Semoga kegiatan ini bisa selalu dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

 

Giniung Permana, guru SD Cinta Kasih Tzu Chi merasa senang bisa ikut dalam kegiatan Bukber ini. Ia berharap kegiatan ini bisa terus diadakan relawan setiap Ramadan agar bisa meningkatkan keakraban dan kebersamaan antar staf, guru, dan relawan.

Sama halnya dengan Giniung, N Santy Tim’Aryanti, perawat RS Cinta Kasih Tzu Chi. Santy hadir di acara ini dengan membawa bayi berusia 3 bulan yang merupakan anak ke 3 selama bekerja di rumah sakit cinta kasih . Santy merasa senang sekali dengan kegiatan bukber, dimana selama ini dalam aktivitas pekerjaannya membuatnya hanya berkumpul dengan teman teman sesama perawat. Tapi dengan kegiatan ini Santy bisa berkumpul dengan teman teman yang berbeda profesinya sehingga bisa membangun rasa kekeluargaan sesama insan Tzu Chi. Karena di kegiatan ini bukan hanya mereka yang beragama Islam saja yang  ikut, tetapi berbagai agama juga bisa berkumpul. Selain menumbuhkan rasa kekeluargaan, kegiatan ini juga memunculkan rasa syukur. “Setidaknya bisa merasakan bagaimana orang-orang diluar sana yang mengalami kesulitan hidup,” kata Santy.

N. Santy Tim’Aryanti (menggendong bayi), perawat RS Cinta Kasih Tzu Chi yang hadir bersama anaknya yang baru berusia 3 bulan.

Dengan sikap toleransi, saling menghargai, dandan hidup berdampingan maka masyarakat akan harmonis tidak membedakan suku ras dan agama. Hal ini juga mendapatkan apresiasi dari Dian Purnomo selaku Ketua RT 008 RW017 Rusun cinta kasih cengkareng yang juga merupakan staf dari pengelola rusun cengkareng sejak tahun 2006 sampai sekarang. “Senang dan bahagia, karena kegiatan ini bisa mempererat hubungan antar sesama warga Rusun dengan relawan Tzu Chi. Apalagi yang hadir kebanyakan non muslim, tetapi mereka mau membaur bersama dalam melaksanakan buka puasa ini,” kata Purnomo.

Pria yang dikaruniahi dua orang anak ini mengatakan kehidupan di Rusun Cinta Kasih khususnya di wilayah RT beliau sangat beragam, baik dari muslim dan non muslim kumpul menjadi satu dan rukunserta  bisa saling menghargai. Mengharapkan kalau bisa setiap tahun acara bagi paket sembako lebaran dan buka puasa bersama ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya.

Relawan melayani para peserta agar antrian pengambilan makanan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Ciri khas Tzu Chi adalah menyelamatkan kehidupan maka hidangan berbuka puasa ini adalah makanan vegetaris, namun rasanya tidak kalah dengan masakan yang selama ini mereka makan. “Rrasanya tidak bedalah, beda tipis,” puji Dhian.

Tidak berasa waktu terus berjalan, waktu berbuka puasa pun tiba. Relawan membawakan minuman dan kurma untuk menu pembuka puasa. Peserta kemudian menuju meja-meja yang telah disiapkan relawan, dimana para relawan telah siap semua dengan masakan yang tertata dengan baik. Mereka pun berjalan dengan tertib menuju meja-meja dimana hidangan telah disiapkan. Acara berjalan dengan baik, setelah makan selesai peserta kegiatan buka puasa bersama (Bukber_ ini pulang kerumah masing masing dengan perasaan gembira dan senang bahwa hari ini mereka telah melewati 1 hari lagi proses pelatihan diri dibulan suci Ramadhan ini.

Semoga dapat menumbuhkan dan meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan dalam keberagaman.

 

Editor: Hadi Pranoto

 

Artikel dibaca sebanyak : 317 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat