Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Bulan 7: Mengubah Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan

20 Agustus 2019 Jurnalis : Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun
Fotografer : Calvin, Beverly Clara, Abdul Rahim (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Minggu, 18 Agustus 2019, relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melakukan kegiatan Bulan 7 Penuh Berkah. Sebanyak 23 orang relawan bersama-sama memanjatkan doa Sutra Lotus dalam kegiatan kali ini.

Selama puluhan tahun ini, Master Cheng Yen selalu berkata, "Kita tidak punya cukup waktu lagi karena dunia ini mengalami fase pembentukan, keberlangsungan, kerusakan, dan kehancuran.” Dunia ini perlahan-lahan memasuki fase kerusakan. Kita bisa lihat kondisi iklim menjadi tidak selaras dan sangat ekstrem. Ini merupakan perlawanan dari alam. Sesungguhnya, karma buruk yang diciptakan oleh mereka yang sebagian besar demi keuntungan pribadi, seperti menebang pohon, menggali lubang, dan berbagai kerusakan alam yang dilakukan oleh manusia, membuat bumi ini menjadi sulit untuk bernapas.

Segala sesuatu di dunia ini mengalami perubahan. Seiring berlalu detik demi detik, usia kehidupan kita juga berkurang. Namun, yang terpenting ialah apa yang kita lakukan di fase lahir hingga mati dalam kehidupan kita. Tidak peduli berumur panjang atau pendek, yang terpenting ialah kualitas kehidupan kita. Jika bisa lebih awal memahami kebenaran, kita akan tahu lebih jelas tentang kehidupan ini dan bisa mengubah kesadaran menjadi kebijaksanaan," tutur Master Cheng Yen di Lentera Kehidupan.  

Untuk mengubah kesadaran menjadi kebijaksanaan tentu harus dimulai dari sendiri dan disertakan doa yang tulus. Untuk itu, Minggu, 18 Agustus 2019, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan Bulan 7 Penuh Berkah. Pada kegiatan kali ini, para relawan memanjatkan doa Sutra Lotus untuk semua mahkluk hidup. Tepat pada pukul 09.00 WIB, sebanyak 23 orang relawan bersama-sama melakukan kebaktian Sutra Lotus. Selama 60 menit, kata perkata dan bait perbait relawan melantunkan doa Sutra Lotus dengan khidmat dan khusyuk.


Kebaktian berlangsung selama 60 menit. Kata perkata dan bait perbait relawan lantunkan pembacaab doa Sutra Lotus dengan khusyuk dan khidmat.


Para relawan dijelaskan tentang Bulan 7 Penuh Berkah yang harus dilewati dengan penuh sukacita, penuh berkah, bulan berbakti dan membalas budi kepada orang tua.

Setelah kebaktian, relawan pun menyaksikan tayangan Master Cheng Yen Bercerita yang berjudul Memimpikan Enam Alam Kehidupan. Tayangan tersebut menceritakan tentang seorang istri yang gemar memakan daging hewan, terutama hewan yang dimasak hidup-hidup. Suaminya sudah bervegetaris sejak muda. Suaminya adalah umat yang sangat menghormati Tiga Permata dan gemar berdana. Kegemaran konsumsi daging hewan membuat sang istri bermimpi di suatu malam, ia melihat si juru masak sedang memasak dan mengolah daging hewan. Seketika, ia pun merasakan semua hewan yang diolah adalah dirinya. Ia pun percaya adanya alam neraka dan hukum karma. Sejak saat itu, sang istri mulai bervegetaris dan menyatakan perlindungan kepada Buddha. Dari kisah ini kita bisa mendapatkan pelajaran. Dengan menciptakan karma baik, tentu kita akan memperoleh kebahagiaan. Sebaliknya jika menciptakan karma buruk, maka kita akan tersiksa akibat penderitaan fisik dan batin.

Sukmawati (49) selaku pembawa materi dengan singkat membawakan materi pada hari itu. Ia hanya mengingatkan relawan agar selalu bijaksana dan mawas diri dalam kehidupan karena hidup ini sangatlah singkat, jadi kita harus selalu berbuat kebajikan dan kebaikan selama masih hidup. "Kalau bisa berbuat baik jangan saja hanya di bulan 7," ucapnya kepada relawan.


Ketua Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Sukmawati (49) mengingatkan para relawan agar selalu bijaksana dan mawas diri karena kehidupan ini sangatlah singkat. Kita harus selalu berbuat kebajikan dan kebaikan selama masih hidup.


Yetty (38) salah satu relawan yang bergabung dengan Tzu Chi sejak tahun 2009 mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang bisa dibagikannya kepada keluarga.

Yetty (38) salah satu relawan yang bergabung dengan Tzu Chi pada tahun 2009 sebelum bergabung dengan Tzu Chi, baginya bulan tujuh adalah bulan hantu. Ia memang tidak takut dengan bulan tujuh yang disebut bulan hantu. Ia beranggapan bahwa ini adalah mitos yang tidak perlu kita takutkan. Setelah bergabung dengan Tzu Chi, ia pun mendapatkan banyak ilmu dan pelajaran tentang bulan tujuh. Ia pun membagikan ilmu dan pelajaran di Tzu Chi kepada orangtuanya.  "Dulu orang tua masih ada pantangan saat bulan tujuh. Tapi setelah saya ikut Tzu Chi, banyak cerita-cerita sama orang tua jadi sudah berkurang pantangannya. Orang tua juga sudah mengurangi pembakaran kertas sembahyang," ujarnya. Baginya, Tzu Chi adalah wadah yang bagus untuk melatih diri dan juga masyarakat. "Tzu Chi itu memang bagus untuk masyarakat dan untuk diri sendiri karena di sini kita bisa melatih diri menjadi lebih baik. Kalau ada kebiasaan buruk bisa kita kontrol setelah bergabung di Tzu Chi," ucapnya. Pada kegiatan kali ini ia pun memanjatkan doa untuk semua mahkluk hidup. Seperti salah satu kata perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi, "Menciptakan berkah di alam kehidupan dan upaya melindungi bumi harus dimulai dari diri sendiri."

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 284 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat