Sabtu, 15 Desember 2018
Indonesia | English

Bumi Sebagai Tempat Tinggal Bersama

04 Desember 2018 Jurnalis : Lily Tedja, Dewi Susi (He Qi Pusat)
Fotografer : Jessyln, Marlina, Kuntjoro Kesuma, Go Tideus Berlie (He Qi Pusat)


Peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia ini dikuti oleh 100 orang yang terdiri dari Komunitas Sahabat Alam, Kampus ATMI Cikarang, Clean The City, Tzu Chi Xie Li Cikarang, serta masyarakat di sekitar Boulevard Thamrin Ruko Simpruk Jababeka.

Pagi itu, Minggu 2 Desember 2018 pukul 06.00 WIB, Relawan Tzu Chi di Xie Li Cikarang berdatangan ke Boulevard Thamrin, Ruko Simpruk Plaza Jababeka. Mereka hendak mengikuti acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia. Acara ini dihadiri juga oleh  Komunitas Sahabat Alam, Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Cikarang dan Komunitas Clean the City [CTC] serta masyarakat di sekitar Jababeka.

Sebanyak 22 relawan Tzu Chi turut serta mengikuti acara yang diselenggarakan oleh pihak Jababeka Simpruk Plaza ini. Kegiatan ini meliputi senam pagi bersama dan simbolisasi pemberian bibit kepada komunitas-komunitas yang terlibat. Para peserta memungut sampah sambil berkeliling membagikan bibit sepanjang daerah Simpruk Plaza diiiringi alunan gendang dan alat musik tradisional.

Setelah membagikan bibit, dilanjutkan dengan acara ramah tamah sambil menyantap makanan yang sudah disediakan seperti lontong, risol, dll. Acara yang diikuti oleh 100 peserta termasuk relawan Tzu Chi Xie Li Cikarang ini kemudian diakhiri dengan foto bersama dan berakhir pada pukul 10.00 WIB.

 

Wisnu (tengah berkacamata) sedang berbincang dengan Lily Tedja, relawan Tzu Chi mengenai acara Peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia.


Romo Antonius Suhardi (baju hitam) berbicara dengan relawan Tzu Chi mengenai peringatan hari penanaman pohon sedunia.

Antonius Wisnu W dari PT ATMI Kreasi Agroindustri yang membagikan bibit gratis mengungkapkan harapannya dengan acara ini. “Harapan saya dengan acara ini masyarakat semakin mencintai alam,” kata Antonius.

Senada dengan Antonius, Romo Antonius Suhardi Antara, PR [46] Pastor Paroki Ibu Teresa Cikarang dan juga Pembina dari Sahabat Alam, ia ingin semua orang bersama-sama menjaga alam.

“Tidak hanya pencinta alam tetapi semua bisa mencintai lingkungan. Untuk ke depan diharapkan acara ini dapat dilakukan lebih sering lagi agar masyarakat di sekitar lebih peduli lingkungan dan menjaga lingkungan lebih sehat dan bersih,” kata Romo Antonius.

Dalam kegiatan ini, Veriyanto The, selaku Ketua Xie Li Cikarang juga memperkenalkan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi, yayasan kemanusiaan yang universal yang anggotanya dari berbagai latar lintas agama, suku, bangsa dan golongan. Ia juga berbicara tentang bumi yang kita huni merupakan tanggungjawab bersama yang perlu dijaga, dilindungi dan dilestarikan.

“Adanya bencana alam disebabkan oleh ulah manusia mengeksploitasi alam sehingga bumi kita sakit yakni global warning. Untuk itu mari kita bangkitkan kesadaran kita untuk peduli pada bumi ini dengan melakukan pelestarian lingkungan, dimulai dari diri sendiri, merubah pola pikir dan pola hidup kita. Dari pola hidup konsumtif menjadi pola hidup sederhana,” ujarnya.

 

Veriyanto The (tengah) memperkenalkan tentang Tzu Chi serta visi dan misi yang ada. Salah satunya adalah pelestarian lingkungan di mana sering diadakan pemilahan sampah di Holllywood Junction Jababeka.


Diane Dhamayanthi [kanan] merupakan perwakilan dari Perumahan Jababeka yang sudah bekerjasama dengan Tzu Chi untuk memberikan tempat pemilahan sampah di Hollywood Junction Jababeka.

Veriyanto juga mengajak masyarakat untuk ikut kegiatan mengumpulkan sampah daur ulang sekaligus melakukan pemilahan sampah di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang diadakan di Hollywood Junction Jababeka Cikarang setiap Minggu ke-2 dan Minggu ke-4 setiap bulan dari pukul 06.00- 09.00 WIB.

Menurut Diane Dhamayanthi [55] yang merupakan pemerhati lingkungan di wilayah  Jababeka mengatakan peringatan hari menanam pohon Indonesia ini adalah untuk memotivasi masyarakat di sekitar untuk menanam pohon di halaman rumahnya masing masing. Untuk kedepannya langkah-langkah yang akan diterapkan di lingkungan perumahan Jababeka adalah mengumpulkan sampah di sekitar perumahan, dan menyadarkan masyarakat bahwa sampah dapat dimanfaatkan untuk orang lain yang membutuhkan bantuan dan akan dilaksanakan seminggu sekali.

“Semoga dengan adanya acara hari ini, masyarakat dapat semakin peduli pada lingkungan dan kebersihan di sekitarnya,” ungkap Diane.


Sukamto, warga yang hadir di Peringatan Hari Menanam pohon tampak berbahagia menerima bibit pohon yang akan ditanam di rumahnya.

Saya ikut menjaga bumi sebagai tempat tinggal bersama, merupakan tema Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia. Bumi tempat kita tinggal, sudah selayaknya kita harus menjaganya melalui peduli kepada lingkungan, menjaga kebersihan, hidup sehat dan bervegetaris.

Editor: Khusnul Khotimah  

Artikel dibaca sebanyak : 271 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat