Selasa, 24 Oktober 2017
Indonesia | English

Cinta Kasih yang Berkelanjutan

12 Oktober 2017 Jurnalis : Dwi Hariyanto (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Mie Li, Yogie, Wiyzhien, Ani, Feby (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)

doc tzu chi

Kebahagiaan dan senyuman dari para donatur membuat para relawan Tzu Chi semakin semangat dan sangat berterima kasih kepada mereka yang ingin bersumbangsih melalui celengan cinta kasih ini.

“Cinta kasih tidak akan berkurang apabila dibagikan kepada orang lain, tetapi cinta kasih akan terus berkembang.” Kata perenungan Master Cheng Yen ini menjadi pedoman relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dalam menggarap lading berkah. Kali ini pada Minggu, 8 Oktober 2017 Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan pengumpulan celengan cinta kasih yang dilaksanakan di sepanjang jalan Puakang, Kabupaten Karimun.

Dalam kegiatan penuangan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini, koordinator kegiatan, Jurman memberikan briefing singkat dan membagi relawan menjadi 6 regu. Sebelum kegiatan dimulai Jurman juga mengingatkan kembali tujuan pengumpulan celengan cinta kasih kepada relawan. Dalam briefing ini relawan juga diingatkan agar selalu menggunakan krim Tzu Chi dalam menghadapi masyarakat. Dengan selalu mengucapkan terima kasih walaupun pemilik toko tidak mau menerima kehadiran kita.

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan rutin pengumpulan celengan Cinta Kasih di sepanjang Jalan Puakang pada Minggu, 08 September 2017.


Jurman, koordinator kegiatan mengingatkan para relawan untuk selalu menggunakan "krim" (senyuman) Tzu Chi  ketika berinteraksi dengan masyarakat. 

Jarak lokasi kegiatan dengan kantor Tzu Chi yang cukup jauh, relawan pun menggunakan kendaraan pribadi terlebih dulu. Sesampainya di Jalan Puakang relawan berbaris rapi menjadi dua baris dan masing-masing dibagi menjadi 3 regu. Satu persatu regu masuk ke masing-masing toko.

Banyak toko yang menyambut baik kehadiran relawan Tzu Chi. Salah satunya toko Edison. Pemilik toko Edison, Mariani selalu mengajak karyawan dan pelanggan yang datang untuk ikut mengisi celengan cinta kasih. Ini terbukti celengan yang dituangkan penuh dengan uang.

“Dengan adanya celengan cinta kasih ini kami mendapat kesempatan untuk berbuat baik dengan beramal. Biasanya para karyawan dan pelanggan juga ikut mengisi celengan ini,” ucap Mariana bahagia. “Pelanggan yang datang ketika melihat celengan ini mereka sudah tahu dan langsung memasukkan uang kembalian ke dalam celengan ini,” lanjutnya.

Walaupun cuaca siang itu cukup panas, semangat relawan Tzu Chi Karimun tetap membara saat menyusuri setiap toko dan rumah warga untuk menyebarkan cinta kasih lewat celengan cinta kasih yang akan kami terima dan bagikan.


Kegiatan ini pun menarik perhatian Ibu Atu (kiri). Ia segera menghampiri relawan Tzu Chi untuk meminta celengan cinta kasih.

Setelah lama berjalan dari toko ke toko, dari kejauhan seorang ibu yang sedang mengayuh sepeda sambil memegang payung di tangan kirinya. Ibu itu memanggil-manggil relawan untuk berhenti. Ternyata ibu ini ingin meminta celengan untuk ditaruh di rumahnya. Ibu yang kesehariannya bekerja sebagai tukang buruh cuci juga ingin menyisihkan penghasilannya untuk membantu orang yang susah. Wanita yang akrab disapa Ibu Atu ini mengejar relawan yang dilihatnya dari kejauhan.

“Saya juga ingin beramal kepada orang lain,” kata Ibu Atu tersenyum. “Walaupun uang yang saya sumbangkan tidak seberapa tetapi saya berharap dapat bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya penuh semangat. Dan ternyata Ibu Atu juga merupakan salah satu donatur rutin Tzu Chi setiap bulannya.

Bodhisatwa cilik mendapatkan tugas dari relawan dalam membagikan Buletin Tzu Chi kepada para donatur.


Indah (tengah)yang sedang mengantarkan barang pesanan pun turut meminta celengan cinta kasih untuknya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Indah yang kesehariannya menjaga toko. Ia juga meminta celengan kepada relawan untuk di tokonya. Saat relawan menawarkan celengan ke salah satu rumah di tepi jalan Puakang, Indah datang bertamu ke rumah tersebut untuk mengantarkan barang yang dipesan. Tuan rumah menolak tawaran celengan dari relawan karena dia sudah punya celengan yang diletakkan di tokonya. Kemudian Indah bertanya apakah dia bisa memiliki celengan tersebut. Setelah dijelaskan oleh relawan tentang kegunaan celengan cinta kasih, akhirnya Indah meminta satu celengan.

“Walaupun saya muslim, tetapi saya juga ingin beramal. Berbuat baik kan untuk semua orang. Tidak bisa dibatasi suku, agama, dan ras,” ucap Indah.

Semoga dengan adanya celengan cinta kasih ini masyarakat Karimun dapat mengembangkan cinta kasih setiap harinya. Cinta kasih yang ditanam setiap hari dan dapat berlanjut sampai kapan pun. 

Artikel dibaca sebanyak : 125 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat