Rabu, 08 April 2020
Indonesia | English

Dulu Penerima Bantuan, Kini Menjadi Relawan

24 Februari 2020 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Halim Kusin, James Yip (He Qi Barat 1)


Tahun 2020 menjadi tonggak penting bagi Kim Fui (52) yang dahulu adalah penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu), sekarang bertekad menjadi relawan Tzu Chi.

Raut wajah Kim Fui (52) terlihat sumringah selama training Relawan Abu Putih He Qi Barat 1 berlangsung, Minggu 23 Februari 2020 di Ruang Xi She Ting, Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara. Bersama 103 peserta training lainnya, Kim Fui mengikuti rangkaian materi yang intinya adalah mengenal Tzu Chi lebih dalam, tentang tata krama, dan tentang Misi Amal Tzu Chi.

“Setelah saya mendapatkan training hari ini, saya sangat bersyukur pada saat ini saya bisa di sini. Saya juga bisa mengerti bagaimana perjalanan Tzu Chi sejak pertama, pertengahan dan sampai saat ini yang ternyata bagus sekali,” ujarnya.

Kalimat ‘pada saat ini saya bisa di sini’, diucapkan Kim Fui dengan nada penekanan. Memori saat mendapatkan perhatian dan pendampingan relawan kala ia menjadi Gan En Hu pada tahun 2010 hingga 2013, berkelebat dalam ingatannya.

“Saya sangat terpuruk waktu itu, terpuruk masalah ekonomi. Istri waktu itu ada gejala batu ginjal, ada empat anak yang masih butuh biaya pendidikan, kontrakan rumah, listrik, dan biaya hidup,” kata Kim Fui.


Kim Fui mengikuti kegiatan donor darah yang pertama kali dengan membantu setting persiapan.

Penghasilan Kim Fui yang saat itu berjualan susu kacang sangat jauh dari kata cukup. Sementara sang istri, Bong Djan Khim sakit-sakitan. Kim Fui dan keluarganya yang merantau di Jakarta dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ini mengontrak rumah sempit di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Suatu ketika, Afu, relawan Tzu Chi yang saat itu membeli susu kacangnya menangkap kesedihan di wajah Kim Fui. Ia lalu mengantar Kim Fui ke Kantor Tzu Chi di ITC Mangga Dua untuk mengajukan permohonan bantuan. Setelah menyurvei keadaan keluarga Kim Fui, tim relawan memutuskan untuk memberikan bantuan biaya sekolah bagi dua anaknya yang saat itu kelas 2 SMK dan 1 SMA hingga lulus.

“Relawan mendampingi keluarga Kim Fui, dan kondisi kesehatan istrinya mulai membaik. Kim Fui lalu berjualan pisang goreng, dalam hal ini Tzu Chi juga membantu usahanya. Lalu dia minta bantuannya dihentikan karena secara ekonomi sudah baik dan merasa sudah bisa mandiri,” cerita Suherman, Ketua He Qi Barat 1 yang dulu mendampingi Kim Fui.  


Kim Fui sekarang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ketiga anaknya pun sudah bekerja, dua di antaranya menjadi sarjana. Anak-anaknya juga mendukung Kim Fui mengikuti kegiatan Tzu Chi. Di foto ini, saat Kim Fui mengikuti kegiatan bedah buku He Qi Barat 1. 

Namun berjalannya waktu setelah bantuan itu berakhir, komunikasi antara Kim Fui dan relawan terputus sejak Kim Fui pulang kampung ke Pontianak. Berlanjut Kim Fu bekerja di negeri Jiran, Malaysia.

“Kebetulan pekerjaan saya sepi tahun 2018, lari ke Malaysia, dan 2019 pulang, balik ke Jakarta,” kata Kim Fui.

Menyambung Silaturahmi
Sekembalinya dari Malaysia, Kim Fui kembali lagi ke Jakarta dan berusaha untuk menghubungi relawan Tzu Chi serta menyambung silaturahmi.

“Saya punya keinginan untuk ikut jadi relawan Tzu Chi, dan istri saya juga mendorong. Tapi saya tidak punya nomor telepon relawan. Saya cari di Facebook dan bertemu facebook Shixiong Jhonny Chandrina, saya tanya lewat messenger, akhirnya dikasih nomer relawan,” ujar Kim Fui. 

Dengan komunikasi yang sudah tersambung itu, Kim Fui mengutarakan keinginannya untuk dapat bersumbangsih di Tzu Chi. Relawan Tzu Chi di komunitas He Qi Barat 1 juga menggenggam kesempatan baik ini dengan mendaftarkan Kim Fui ke kegiatan-kegiatan Tzu Chi. Kegiatan pertama yang ia ikuti adalah donor darah, lalu bedah buku, kemudian pelestarian lingkungan, dan sosialisasi Tzu Chi, lalu akhirnya makin mantap mengikuti training.  


Suherman, Ketua He Qi Barat 1 merasa bahagia melihat kondisi Kim Fui yang sekarang, apalagi bertekad menjadi relawan Tzu Chi.

“Jalinan jodoh ini sangat baik dan luar biasa bisa mengetuk cinta kasih keluarga Kim Fui dan Shixiong Kim Fui sendiri untuk mengikuti kegiatan di komunitas. Saya sangat tersentuh karena memang Master Cheng Yen berpesan kepada insan Tzu Chi untuk terus berbagi cinta kasih, mengetuk pintu hati Gan En Hu, untuk menciptakan berkah buat dirinya sendiri, juga menciptakan berkah untuk orang lain,” kata Suherman.

Kim Fui bertekad untuk bisa bersumbangsih melalui Tzu Chi dengan sebaik-baiknya.

“Saya kan sudah 52 tahun, mungkin Tuhan beri saya 70 tahun, sisa 18 tahun itu sekejap mata, enggak akan terasa. Makanya di sisa hidup ini saya belajar dan ingin memberikan untuk jadi saluran berkat, mungkin orang lain juga bisa kita bantu dengan tenaga, menyampaikan sesuatu kepada mereka. Makanya juga saya senang banget,” pungkas Kim Fui.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 397 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat