Sabtu, 15 Desember 2018
Indonesia | English

Festival Kue Bulan Penuh Sukacita

26 September 2018 Jurnalis : Eka Suci R (Tzu Chi Surabaya)
Fotografer : Eka Suci R, Hari Tedjo (Tzu Chi Surabaya)


Relawan menyiapkan sajian menu makan dalam acara festival kue bulan yang diadakan pada 22 September 2018.

Festival kue bulan atau yang biasa disebut Zhong Qiu Jie merupakan hari sukacita yang dilambangkan dengan kehadiran bulan purnama yang jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8 tahun lunar. Pada tanggal tersebut adalah sebuah perayaan yang istimewa untuk menyambut musim gugur dengan berkumpul bersama keluarga untuk menciptakan kehangatan dan kebersamaan.

Pada tanggal 22 September 2018 lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya mengadakan perayaan festival kue bulan dengan mengundang dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, FKG Unair, rekan adihusada, akademik keperawatan dan seluruh donatur. Acara yang berlangsung pukul 18.00 WIB tersebut diawali dengan menampilkan video 25 tahun Tzu Chi Indonesia. Sebanyak 80 tamu undangan hadir memenuhi festival kue bulan tahun 2018 yang diadakan di Halaman Marketing Office Klaska Residence, Surabaya. Adanya acara festival kue bulan ini diharapkan ikatan jalinan jodoh relawan dengan dokter semakin erat.

Dalam sambutannya, Drg. Edwin yang merupakan Ketua Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Surabaya menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengundang seluruh tamu untuk hadir dan mendukung baksos yang akan diadakan dalam waktu dekat. Ketua Tzu chi Surabaya, Vivian juga memberikan sambutan


Drg. Edwin, Ketua Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Surabaya memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Halaman Marketing Office Klaska Residence, Surabaya.


Parade makanan yang dipersembahkan oleh relawan tim pelayanan dari relawan Tzu Ching, relawan Adihusada, dan relawan Citra Catur Utama Karya (CCUK). Fransisca (membawa baki) mengaku sangat senang bisa ikut bersumbangsih di kegiatan-kegiatan Tzu Chi.

Acara dilanjutkan dengan parade makanan yang dipersembahkan oleh relawan tim pelayanan yang terdiri dari relawan Tzu Ching, relawan Adihusada, dan relawan Citra Catur Utama Karya (CCUK). Sajian makanan yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh relawan akan dibagikan di seluruh meja tamu yang sudah tertata rapi di halaman. Salah satu relawan tim pelayanan adalah rekan-rekan adihusada.

Fransisca, salah satu relawan baru yang memang sering mengikuti kegiatan Tzu Chi mengaku sangat senang dengan kegiatan-kegiatan Tzu Chi. “Saya suka kegiatan sosial, di gereja juga sering ikutan kegiatan sosial bareng anak-anak muda gereja, karena bantu orang itu nggak harus dengan finansial, kalau kita punya tenaga buat bantuin orang ya kenapa tidak, jalani saja dengan sepenuh hati,” ujar wanita yang baru saja lulus ini.


Tiga perwakilan dari tiap meja ikut bermain games puzzle bergambar ramuan mujarab yang berarti kata pusaka kehidupan yang harus dimiliki oleh semua relawan Tzu Chi.


Tim dari Citra Catur Utama Karya (CCUK) pun tidak mau kalah dengan membawakan Shou Yu Pun So yang bermakna semua orang mengerjakan daur ulang.

Sejak Sabtu pagi setelah Xun Fa Xiang, beberapa relawan menyiapkan masakan untuk disajikan kepada tamu undangan. Berbagai macam menu makanan disajikan pada perayaan hari itu. Menu pun sangat berlimpah, seluruh relawan tampaknya memang ingin menyajikan yang terbaik untuk tamu. Untuk hiburan pada hari itu panitia menunjuk 3 perwakilan dari tiap meja untuk games puzzle bergambar ramuan mujarab yang berarti kata pusaka kehidupan yang harus dimiliki oleh semua relawan Tzu Chi.

Dalam acara ini adapula games yang dilanjutkan dengan isyarat tangan (shou yu) Satu Keluarga oleh perkumpulan Pintu Mas yang diikuti oleh seluruh tamu undangan. Latihan pun dilakukan selama 30 menit menjelang acara, namun penampilan mereka tak diragukan lagi, sangat bagus. Setelah itu juga ada shou yu Pun So yang berarti semua orang mengerjakan daur ulang dibawakan oleh tim dari relawan Citra Catur Utama Karya (CCUK).


Seluruh relawan dan tamu undangan bersama-sama membentuk barisan kereta dan berjalan mengelilingi halaman lokasi acara.

Acara singkat namun mengesankan tersebut diakhiri dengan persembahan isyarat tangan dari tim pelayanan yang menambah hangat suasana pada malam hari itu, dengan mengajak seluruh tamu untuk berdiri membentuk kereta dan mengelilingi halaman lokasi acara. Tidak hanya persiapan yang menjadi fokus pada festival tersebut, namun pascaacara masih banyak pula relawan bergotong-royong membersihkan halaman acara dan membereskan barang-barang konsumsi sampai selesai hingga larut malam. Relawan berharap jalinan jodoh baik bersama keluarga besar Tzu Chi bisa berlanjut, mewariskan cinta kasih dan membawa keberkahan.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 216 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat