Selasa, 23 Juli 2019
Indonesia | English

Gempa Nepal : Tim Medis Tzu Chi Membantu Korban Luka di Nepal

30 April 2015 Jurnalis : Tzu Chi Taiwan
Fotografer : Tzu Chi Taiwan

Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi tiba di Nepal. Mereka segera datang ke rumah sakit terdekat untuk memahami kondisi pasien korban bencana, berharap dapat segera memberikan pertolongan.

Gempa Nepal berskala 7,8 Richter menyebabkan banyak korban luka dan korban jiwa. Selain masih terdapat wilayah terpencil dan terputus transportasinya yang masih menunggu bantuan, di Kathmandu, ibukota Nepal juga terdapat banyak sekali korban yang memerlukan perawatan darurat. Rumah sakit setempat kekurangan persediaan obat-obatan, jumlah ranjang pasien juga tidak memadai, tetapi para dokter terus bekerja keras berusaha menyelamatkan setiap nyawa yang berharga. Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi tiba di bandara Kathmandu pada tanggal 28 April siang hari, berharap dapat segera memberi bantuan di bidang pengobatan.

Rumah Sakit Kewalahan Menangani Korban Gempa

Rumah sakit dipenuhi pasien. Tim medis sibuk memberikan pengobatan, sementara ruangan di rumah sakit hampir tidak dapat menampung para pasien. Dokter di Rumah Sakit Bir mengatakan, “Jika jumlah pasien terus bertambah, (kita) akan segera menghadapi kekurangan ranjang untuk pasien yang selesai menjalani operasi.”

Pasca gempa, pasien dalam jumlah besar mendatangi Rumah Sakit Bir di Kathmandu, setidaknya ada 300 korban luka berat. Tim bantuan medis dari Israel, SSF telah tiba lebih dulu untuk memberikan bantuan.

Setelah melalui berbagai kesulitan, Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi tiba di Nepal. Mereka segera melakukan survei ke lokasi bencana, dan mempersiapkan bantuan medis kepada para korban.

Li Wei dari SSF mengatakan, “Walaupun sudah empat hari berlalu, ada orang yang baru tiba di rumah sakit sekarang. Ada banyak korban yang mengalami patah tulang, tulang retak, dan luka-luka lainnya. Mereka selama empat hari belum mendapatkan pengobatan apa pun.”

Karena kekurangan ranjang, pasien luka ringan hanya dapat beristirahat seadanya di atas tikar yang digelar di lantai rumah sakit. Sedangkan di daerah terpencil di Nepal, masih ada orang yang menunggu bala bantuan. Dengan pertolongan Palang Merah Internasional, sebagian korban luka telah diterbangkan dengan helikopter menuju wilayah kota untuk pengobatan, tetapi evakuasi berjalan lambat. Banyak orang yang terpaksa berdesak-desakan dalam ruangan tanpa peralatan medis dan perlengkapan kesehatan. Hall ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan luka terinfeksi dan penyebaran penyakit menular.

Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi Tiba di Lokasi Bencana dengan Susah Payah

Melewati berbagai rintangan, Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi akhirnya tiba di Nepal. Ketua rombongan, dr. Jian Shuo-xin mengatakan, “Setelah kami tiba, dapat membantu memberikan pertolongan selanjutnya adalah hal yang sangat baik.”

Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi melewati banyak kesulitan, namun mereka akhirnya tiba di bandara Kathmandu. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di India, Tian Guang-zhong menyambut di bandara. Beliau berkata, ”Saya yakin akan pengalaman Tzu Chi. Mengerahkan semangat kalian seperti sebelumnya, seharusnya dapat membantu kegiatan pertolongan bencana Nepal.”

Cinta kasih tidak membedakan agama dan ras, pastor dari sebuah Yayasan Katolik setempat mengenali relawan Tzu Chi. Karena berjodoh, beliau sengaja datang dan menyambut relawan Tzu Chi dengan ritual lokal, mengalungkan Hata (kain putih), dan beramah-tamah dengan Tim Tanggap Darurat dan Bantuan Medis Tzu Chi.

Di tempat pengambilan bagasi yang penuh sesak, anggota rombongan mengangkut lebih dari 90 kotak barang-barang bantuan bencana dan peralatan medis ke atas mobil. Anggota rombongan bergerak menuju wilayah Kathmandu, dan di sepanjang jalan terlihat tenda-tenda pengungsi di berbagai tempat. Karena gempa susulan terus terjadi, orang-orang tidak berani berdiam dalam ruangan. Lokasi wisata budaya juga rusak terkena dampak gempa.

Dalam proses survei, anggota rombongan menemukan di bawah bangunan yang roboh, banyak korban bencana memasak makanan di tepi jalan. Saat menjelang malam hari, suhu udara semakin rendah, memperlihatkan pemandangan yang sangat mengenaskan. Di tengah jalan, masyarakat memegang lilin dan berdoa bersama, berbaris membentuk tulisan bahasa Inggris “HELP NEPAL” dan bentuk bendera Nepal.

Sumber: www.tzuchi.org

Diterjemahkan oleh: Erlina

Artikel dibaca sebanyak : 2518 kali


Berita Terkait


Gempa Nepal: Kekuatan Sebuah Kertas

25 Mei 2015

Gempa Nepal: Menggunakan Cinta Kasih untuk Mengobati Luka Batin

12 Mei 2015

Gempa Nepal : Memulai Penyaluran Bantuan Lanjutan

07 Mei 2015

Gempa Nepal: Memberikan Tempat yang Layak Huni untuk Pengungsi

06 Mei 2015

Gempa Nepal : Berharap Bencana Segera Berlalu

04 Mei 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat