Minggu, 21 Oktober 2018
Indonesia | English

Gempa Palu: Terus Melayani Kesehatan Pengungsi

07 Oktober 2018 Jurnalis : Arimami SA.
Fotografer : Arimami SA.

Tim Medis Tzu Chi memberikan pelayanan kesehatan ke rumah-rumah dan posko pengungsian yang tersebar di beberapa titik di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Walaupun terkendala dengan distribusi obat-obatan karena banyaknya antrian bantuan yang akan masuk ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Tim Medis Tzu Chi tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban gempa dan tsunami yang mengungsi di kantor-kantor pemerintahan Kota Palu. Sebelumnya, pada tanggal 3 Oktober 2018, relawan Tzu Chi telah melakukan koordinasi dengan pihak Kemendes untuk mendirikan Posko Kesehatan Tzu Chi di halaman kantor Kemendes di Palu.

Setelah melakukan persiapan dengan menyediakan obat-obatan (penyakit umum) seperti obat diare, obat gatal, dan obat flu yang dibeli di Palu, Tim Medis Tzu Chi kemudian segera memberikan pelayanan kesehatan di lokasi tersebut pada Jumat, 5 Oktober 2018. Sebanyak 3 dokter, 2 perawat, dan 1 apoteker memberikan pelayanan di posko kesehatan Tzu Chi ini. Sedangkan 1 orang apoteker berada di Bandara Palu untuk menunggu kedatangan obat-obatan milik Tzu Chi yang diangkut dengan pesawat Hercules.

Dengan berbagai keterbatasan di Kota Palu pascabencana, Tim Medis Tzu Chi Indonesia tetap menjalankan pelayanan kesehatan menuju Posko Kesehatan Tzu Chi di halaman Kantor Kemendes, Palu dengan menggunakan truk.

Bukan hanya kendala distribusi, sulitnya moda transportasi pascabencana di Palu juga membuat Tim Medis Tzu Chi harus menggunakan truk untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Tzu Chi yang berada di halaman Kantor Kemendes di Kota palu. Kegiatan ini juga berhasil melayani 36 pasien, dengan rincian pasien wanita sebanyak 13 orang, pasien pria sebanyak 14 orang, dan pasien anak sebanyak 5 orang. “Rata-rata keluhan mereka adalah penyakit ringan seperti batuk pilek, demam, diare, maag, sakit kepala, gatal-gatal, dan badan yang kurang fit,” ungkap dr. Patria Wardan Yuswar, dokter umum di Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi yang ikut dalam pelayanan kesehatan bagi korban gempa dan tsunami di Palu.

Selain penyakit ringan, Tim Medis Tzu Chi juga menemukan kasus yang berat. Salah seorang pasien yang datang memeriksa kesehatannya mengeluh sesak nafas setelah selamat dari terjangan tsunami. “Ya keluhan awalnya sesak nafas. Setelah diperiksa dengan intesif oleh tim dokter, ternyata pasien tersebut suspect adanya patah pada tulang iga, sehingga kami coba rujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih memadai,” jelas dr. Patria.

Dokter Patria sendiri mulai bergabung di RSCK Tzu Chi sejak bulan Mei 2018, dan untuk pertama kalinya ia mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan di lokasi bencana. Banyak hal yang ia dapat selama melayani pasien di lokasi bencana. “Dengan kita di lapangan, kita bisa langsung dan melihat kondisi pasien yang terkena bencana itu. Berbeda dengan sehari-hari dimana fasilitas medis cukup memadai. Di lapangan kita juga harus kreatif dengan peralatan yang ada,” ungkapnya.

Dr. Patria Wardan Yuswar bersama Sulestriani, seorang perawat dari Tim Medis Tzu Chi, menuntun salah satu pasien korban gempa dan tsunami di Posko Kesehatan Tzu Chi di halaman Kantor Kemendes, Palu.

Pelayanan kesehatan pun dilanjutkan pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Kali ini Tim Medis Tzu Chi membagi pelayanan kesehatan di dua lokasi. Lokasi yang pertama adalah di halaman Kantor Kemendes, Palu dan lokasi kedua di Vihara Karuna Dipa di Jl. Sungai Lariang, No.74, Palu yang menjadi titik kumpul relawan Tzu Chi Indonesia di Kota Palu.

Dalam pelayanan kesehatan kali ini, Tim Medis berhasil melayani sebanyak 67 pasien. Untuk Posko Kesehatan Tzu Chi di depan Kantor Kemendes ada 20 pasien, sedangkan tim medis yang berlokasi di Vihara Karuna Dipa melayani 47 pasien. Banyaknya pasien yang dilayani di Vihara Karuna Dipa karena Tim Medis Tzu Chi langsung turun juga ke rumah-rumah warga dan posko-posko pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada mereka yang membutuhkan pengobatan.

Pengobatan Keliling di Pengungsian

Untuk lebih mengefektifkan pelayanan kesehatan, satu dokter, perawat, dan apoteker Tzu Chi Indonesia juga mengunjungi posko pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus survei kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan karena kondisi warga juga masih kesulitan untuk mobilitas ke tempat lain karena masih kurangnya pasokan BBM dan faktor lokasi pengungsian yang terpencar-pencar. “Intinya kita coba untuk mengunjungi korban yang luka-luka di pengungsian serta memberikan pelayanan kesehatan yang dikeluhkan oleh para pengungsi karena kondisinya juga sulit untuk kemana-mana, jadi kita jemput bola saja istilahnya,” ungkap dr. Anthony Pratama, SpB yang melakukan kunjungan langsung tersebut.

Dr. Anthony Pratama, SpB memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi di posko pengungsian warga Petopo, Palu.

Dalam salah satu kunjungannya, Dr. Anthony pun mendapati satu pengungsi di posko pengungsian warga Petopo yang kedua kakinya mulai bernanah karena luka akibat terjepit aspal yang terbuka saat berlari menyelamatkan diri. Pengungsi tersebut sebelumnya sudah mendapatkan perawatan medis, tetapi karena kondisi pengungsian yang kurang steril (kurang bersih), lukanya pun kembali infeksi. Dr. Anthony yang mendapati kondisi pengungsi tersebut segera melakukan pembersihan pada luka kemudian digantikan dengan perban baru serta diberikan obat antibiotik dan perban cadangan untuk mengganti perban jika sudah tidak steril.

“Kita berikan obat-obatan juga yang menunjang untuk pemulihan kondisi para pasien,” ungkap dr. Anthony di sela-sela memberikan perawatan kepada pengungsi. Pengobatan keliling ini pun dinilai efektif karena kondisi pasien di pengungsian berbeda-beda dan memang masih takut untuk meninggalkan posko pengungsian. “Mudah-mudahan semakin hari ke depan semakin pulih keadaannya, sehingga teman-teman lain yang memberikan pelayanan medis di lapangan juga mudah mobilitasnya,” tutup dr. Anthony.

Tim Medis Tzu Chi Indonesia yang melakukan pengobatan keliling juga mengunjungi lokasi-lokasi gempa di Kota Palu.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 608 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat