Kamis, 12 Desember 2019
Indonesia | English

Gereja Milik Bersama di Desa Dofyo Wafor Biak

20 November 2019 Jurnalis : Marcopolo A Tumurang (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo A Tumurang (Tzu Chi Biak)


Relawan Tzu Chi membantu warga lansia untuk naik ke lokasi gereja lama yang sudah berumur 14 tahun. Lokasinya yang berada di bukit, memberi kendala tersendiri bagi para jemaat, terlebih ketika sedang musim penghujan.

Sudah 14 tahun warga Desa Dofyo Wafor beribadah di gereja yang saat ini mereka gunakan, sejak diresmikan tanggal 7 Desember 2005 lalu. Gedung gereja yang sekarang sebetulnya masih layak ditempati karena terawat dengan baik. Namun karena semakin banyaknya jemaat yang beribadah, daya tampung gereja tidak lagi memadai. Di lain pihak, posisi gereja yang berada di bukit agak menyulitkan bagi para jemaat lansia untuk naik karena jalanan yang menanjak dan licin. Hingga akhirnya timbul kerinduan warga Desa Dofyo Wafor untuk membangun gedung gereja yang baru dengan luas yang lebih besar dan posisinya tidak menyulitkan.

Tzu Chi Biak merespon harapan warga Desa Dofyo Wafor dengan baik. Setelah beberapa kali bertemu, akhirnya  pada 26 Oktober 2019 Tzu Chi Biak bertemu dengan perangkat desa dan pengurus gereja. Hasilnya, pembangunan gedung gereja baru akan segera dimulai.


A. Lokasi di atas adalah lokasi gereja yang lama. Gedungnya sebenarnya masih layak pakai, namun sudah tidak mampu lagi menampung jumlah jemaat yang semakin berkembang.


B. Lokasi pembangunan gereja baru berada di bawah dan memudahkan untuk dijangkau.

Kamis, 14 November 2019 Peletakan Batu Pertama Gereja GBGP Jemaat Efata Dofyo Wafor, Biak Utara akhirnya dilakukan.

Pendeta Agus Lambert Mofu dalam Khotbah ibadah peletakan batu pertama tersebut mengatakan, “Gereja ini penting karena merupakan tempat berkumpulnya orang-orang percaya dan mendengarkan firman Tuhan, namun jemaat jangan lupa hal yang amat penting yang lain yaitu hati yang percaya dan melakukan sesuai firman Tuhan. Tuhan selalu memanggil umat-Nya untuk kembali dan bertobat dari dosa-dosa yang dilakukan.”

Pada kesempatan tersebut pula, Kepala Desa Elfius Kafiar mengungkapkan terima kasih atas dukungan segala pihak, termasuk Tzu Chi. “Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Susanto Pirono dan Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memperhatikan kebutuhan kami. Bukan hanya di bidang kesehatan dan pelestarian lingkungan namun juga di bidang kerohanian, yang merupakan dasar bagi kehidupan warga desa,” ungkapnya.


Walaupun hujan namun warga desa dan relawan tetap berdatangan menyambut Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja GBGP Dofyo Wafor.


Penyerahan batu oleh gereja ke pihak pemerintahan untuk melakukan peletakan batu pertama.

Ucapan terima kasih kepada Tzu Chi juga diungkapkan oleh Ferry Betay, Asisten II yang mewakili Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap. Ia pun mengingatkan tim pembangunan untuk tak lelah dalam proses pembangunan. “Agar panitia pembangunan gereja bekerja keras serta jangan pernah lelah untuk mempercepat pembangunan gereja,” imbaunya.

Bagi para warga, pembangunan gereja ini memang sangat dinanti, karenanya seluruh warga saling bergotong royong melancarkan semua proses persiapan maupun pembangunannya.

Tanah tempat dibangunnya gereja baru ini adalah tanah yang dihibahkan kepada pihak gereja secara gratis tanpa dipungut biaya. Orang yang menghibahkan tanah tersebut, Marthen Kafiar yang tak lain adalah Sekretaris Desa Dofyo Wafor.


Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Biak melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan gereja.


Tenaga kerja pembangunan gereja ini melibatkan warga Desa Dofyo Wafor.

Biaya pembangunan gereja juga didapat dari swadaya masyarakat. Ada panitia pembangunan gereja yang rajin berjalan mencari dana dengan berjualan hasil kebun mereka di Pasar Darfuar Biak. Sementara itu warga lain ada yang menyumbangkan kayu, pasir, dan batu untuk kebutuhan pembangunan gereja. Mereka juga secara bergantian ikut bekerja sama dalam pembangunan gedung gereja. Tzu Chi Biak sendiri menyumbang 200 sak semen, pemakaian alat (truk molen, truk pengangkut, dan truk excavator), juga tenaga ahli (arsitek, mandor, dan tukang).

Dukungan yang diberikan oleh Tzu Chi Biak diharapkan bisa menjadi penyulut semangat bagi warga desa. “Momentum ini semoga bisa memperkokoh semangat kebersamaan dan memberikan nuansa baru yang memperkokoh tekad juga iman kita semua,” harap Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Biak.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 383 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat