Sabtu, 07 Desember 2019
Indonesia | English

Harapan Baru di Kota Selatpanjang

29 April 2019 Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi, Hai Mei, Susanti


Jumat, 19 April 2019, Tzu Chi Selatpanjang menempati  rumah baru yang beralamat di Jln. Banglas No. 28, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Hari Jumat, 19 April 2019 menjadi hari bersejarah bagi insan Tzu Chi Selatpanjang. Hari itu juga menjadi momen yang menandakan sebuah lembaran baru bagi insan Tzu Chi di pulau yang masuk dalam Provinsi Riau ini. Di hari berbahagia ini, relawan Tzu Chi Selatpanjang meresmikan dan menempati kantor baru mereka di Jalan Banglas No. 28, Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti,  Provinsi Riau.

Kegiatan peresmian sesi pertama (relawan) dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan Kebaktian Saddharma Pundarika Sutra. Setelah memanjatkan doa, sekitar 80 orang relawan melakukan penarikan kain merah dan pemotongan tumpeng sebagai tanda pembukaan Kantor Tzu Chi Selatpanjang. Upacara pemotongan tumpeng ini dipimpin oleh Rudi Tan, Ketua He Qi Batam. Di momen yang istimewa ini, beliau memberi pesan kepada para relawan Selatpanjang untuk lebih giat lagi menjalani Misi-misi Tzu Chi.

 

Kegiatan peresmian dimulai dengan relawan mengikuti Kebaktian  Saddharma Pundarika Sutra.


Pemotongan dan penyerahkan nasi tumpeng oleh relawan Tzu Chi Batam kepada para relawan Tzu Chi Selatpanjang.

“Mudah-mudahan dengan adanya kantor ini, perkembangan Tzu Chi lebih baik dan bisa membuat lebih banyak masyarakat Selatpanjang yang terbantu. Terutama yang di misi amal dan pelestarian lingkungan,” kata Rudi Tan.

Kegiatan peresmian sesi kedua (Masyarakat umum dan donatur) kemudian dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB. Sesi ini dimulai dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pemutaran video ceramah Master Cheng Yen. Video Jejak Cinta Kasih Tzu Chi Selatpanjang juga kemudian ditayangkan. Melihat kembali sejarah Tzu Chi di Selatpanjang mengingatkan relawan seberapa jauh mereka sudah melangkah dan betapa banyaknya rasa syukur yang perlu diungkapkan.

 

relawan dan Bodhisatwa cilik Selatpanjang mempersembahkan isyarat tangan Xu Yi Ge Xi Wang De Wei Lai (Mendoakan Sebuah Masa Depan yang Penuh Harapan).

Acara peresmian Tzu Chi Selatpanjang sesi kedua ini dihadiri oleh sebanyak  63 orang tamu undangan yang terdiri dari perwakilan organisasi Buddhis, Pemerintah Daerah, dan segenap warga Selatpanjang. Walau kegiatan berlangsung saat jam kerja, para tamu tetap menyempatkan diri untuk turut memeriahkan dan menyampaikan selamat mereka kepada seluruh insan Tzu Chi di Selatpanjang.

“Selamat bagi Tzu Chi Selatpanjang sudah menempati tempat baru dan kemudian mengundang kami untuk bisa memberikan apresiasi dan atensi kepada semua. Harapan terhadap Tzu Chi tentu semakin jaya, semakin bisa berbuat  lagi di sisi kemanusiaan terutama,” ucap dr. H Misri M. Kes, Ketua PMI Cabang Selatpanjang.

 

Djaya Iskandar dan Helen Iskandar, relawan Tzu Chi Batam menerima piagam apresiasi dari Rudi Tan, Ketua Tzu Chi Batam.

“Dengan adanya Tzu Chi Selatpanjang ini sangat berarti bagi kami, khususnya di Kementerian Agama dan umumnya di Kepulauan Meranti. Selama lima tahun di Selatpanjang ini, kami juga mengikuti kegiatan Tzu Chi dan setiap kegiatan bakti sosial pun kami hadir. Dari situ kami  lihat peran Tzu Chi itu sangat luar biasa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang mana tidak memandang suku, agama, ras, maupun golongan,” kata Metawati, Bimas Kementerian Agama Kepulauan Meranti.

Sebagai wujud terima kasih kepada para hadirin, relawan dan Bodhisatwa cilik Selatpanjang mempersembahkan isyarat tangan Xu Yi Ge Xi Wang De Wei Lai (Mendoakan Sebuah Masa Depan yang Penuh Harapan). Melihat kerapian relawan dan keceriaan para bodhisatwa cilik, para hadirin pun memberikan tepuk tangan yang meriah di akhir pementasan.

 

Mengabadikan momen yang tak akan terulang kembali. Para relawan Tzu Chi Selatpanjang dan Batam bersatu hati mengembangkan kebajikan.

Di penghujung acara, dilakukan penyerahan piagam apresiasi kepada dua orang relawan Selatpanjang. Piagam pertama diberikan kepada Suryani yang telah meminjamkan ruko-nya sebagai Kantor Tzu Chi di Selatpanjang. Dan piagam kedua kepada pasangan suami-istri Djaya Iskandar dan Hellen Iskandar yang telah menyumbangkan sebuah ruko sebagai Kantor Tzu Chi Selatpanjang.

 

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 1559 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat