Senin, 26 Agustus 2019
Indonesia | English

Hari Raya, Makanan Hangat, dan Kebahagiaan yang Sederhana

06 Juni 2019 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari


Relawan Tzu Chi berbagi perhatian dalam bentuk penyaluran 400 boks paket makan malam dan buah-buahan yang diberikan kepada para petugas Kepolisian yang masih menjaga kestabilan wilayah Ibu Kota di Hari Raya Idulfitri.

Selamat merayakan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1440 Hijriah bagi seluruh masyarakat yang merayakan. Apa kegiatan Anda pada hari pertama lebaran kemarin? Berkumpul di rumah bersama keluarga kah? Atau berlibur ke pusat-pusat hiburan? Untuk sebagian besar masyarakat, kedua pertanyaan itu pasti dijawab dengan ‘Iya’. Tapi ada agenda tambahan nih bagi relawan Tzu Chi selain berkumpul dan berlibur bersama keluarga. Mereka berbagi perhatian kepada petugas kepolisian yang masih bertugas di hari lebaran.

Bentuk perhatian itu adalah berupa penyaluran 400 boks paket makan malam dan buah-buahan yang diberikan kepada para petugas kepolisian yang masih menjaga kestabilan wilayah Ibu Kota. Kemarin (5 Juni 2019) malam, relawan memusatkan pembagian itu di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Bukan hanya di Gedung Parlemen itu, siang ini (6 Juni 2019) relawan rencananya juga akan memberikan perhatian serupa kepada petugas yang bersiaga di sekitaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Perayaan Idulfitri yang sarat akan kehangatan dengan berkumpul bersama keluarga, saat ini tengah diciptakan oleh relawan Tzu Chi.

“Semangat kami rasanya kembali berkobar karena melihat begitu banyak perhatian yang tercurah untuk kami. Dukungan-dukungan tersebut tercermin dari para relawan yang malam pun mau datang berbagi perhatian. Mereka ternyata mengapresiasi apa yang kami lakukan,” ujar Didin Dwi Awandi, anggota Resimen II Korps Brimob Polri Bogor Jawa Barat.


Kemarin (5 Juni 2019) malam, relawan memusatkan pembagian perhatian kepada petugas Kepolisian di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.


Didin Dwi Awandi (kanan) berterima kasih kepada relawan dan seluruh masyarakat yang memberikan perhatian kepada para anggota yang bertugas. Baginya, perhatian ini menyulut kembali semangat mereka.

Sejak sebelum pelaksanaan Pemilu, 17 April 2019 lalu, Didin dan anggota lainnya sudah bertugas di wilayah Jakarta. Hingga lebaran tiba, ia pun masih terus siap menjalankan tugasnya. “Sebenarnya ini bukan lebaran pertama pisah dengan keluarga. Tapi rasa ingin berkumpul bersama keluarga pasti selalu ada,” ungkapnya. Pria kelahiran Jawa Timur ini pun mengaku kerap mencuri waktu pulang kampung ketika mendapatkan hari libur. “Walaupun cuma tiga jam di kampung, pasti tetap saya jalani,” kata Didin tersenyum.

Ada pula Maryono, Komandan Pleton yang membawahi 2 kompi pasukan dari Yogyakarta. Sudah sejak 23 April 2019, ia dan sebanyak 202 anggota lainnya bertolak ke Ibukota. Untuk merayakan lebaran, dirinya sudah bersilaturahmi melalui sambungan telepon, berbagi pesan melalui aplikasi Whatsapp, juga video call dengan sanak saudara dan kerabat. Kecanggihan teknologi saat ini dirasa cukup bisa membantu mengobati kerinduan walaupun dengan cara yang sangat sederhana.

“Untuk maju mundurnya jadwal bertugas, kami selalu siap. Kalau jadwal kepulangan dimajukan ya Alhamdullilah, kalau mundur ya pasti siap sedia,” tutur Maryono disambut tawa para anggota. “Yang jelas kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman, masyarakat yang sudah membantu kami sedemikian rupa. Semoga tetap sehat dan semangat,” lanjutnya menyambut paket makan malam yang dibawakan oleh relawan.

Delapan relawan yang hari itu berlebaran bersama mereka merasa terharu menyadari tugas yang besar selalu menanti para anggota Brimob, Polisi, dan juga TNI. “Saya membayangkan kalau mereka itu adalah anak-anak saya yang sedang bertugas demi bangsa. Mereka masih sangat muda. Orang tua mereka juga pasti sangat bangga karena pengabdiannya sungguh sangat besar,” kata Eva Wiyogo, relawan Tzu Chi.


Eva Wiyogo (kiri) sangat antusias dengan kegiatan pembagian perhatian bagi para petugas Kepolisian ini. Ia bisa langsung mengungkapkan terima kasih kepada mereka.


Usai melakukan isyarat tangan lagu Satu Keluarga, Eva Wiyogo (tengah) menjelaskan sedikit makna lagu bahwa dalam kehidupan seluruh masyarakat diibaratkan Satu Keluarga tanpa membeda-bedakan. Mereka saling butuh dan saling dukung satu sama lain dalam kebaikan.

Eva menyambut dengan sangat antusias kegiatan berlebaran bersama para anggota Polisi ini. Pasalnya sudah sejak tanggal 22 Mei 2019, ia ingin memberikan perhatian bagi para anggota namun terkendala oleh situasi yang masih belum kondusif. Eva bahkan sempat membuat takjil untuk diberikan kepada para anggota yang berjaga di wilayah yang dekat dengan rumahnya, Blok M, Jakarta Selatan. “Nggak banyak sih, waktu itu cuma 50 porsi,” kata Eva, “Hari ini terwujud kembali untuk tatap muka langsung dengan para bapak-bapak yang bertugas, jadi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mereka. Sungguh sangat bahagia.”

Relawan Tzu Chi lainya, Suryawan Putih juga mengungkapkan kebahagiaan yang serupa karena bisa langsung memberikan kepedulian kepada para petugas. Walaupun makanan yang diberikan tidak banyak, namun ia berharap semoga perhatian kecil itu mampu mereka rasakan. “Yang penting mereka bisa merasakan langsung dukungan dan kepedulian dari kami dan masyarakat luas lainnya,” ujarnya. “Kita berkorban sangat sedikit kalau dibandingkan dengan mereka,” lanjut Suryawan.

Joe Riadi, PIC kegiatan pun tak memungkiri ada rasa kemanusiaan yang sangat besar yang tercipta malam kemarin, yang akhirnya saling menguatkan antara sesama. “Saya pribadi tak menyangka di momen lebaran ini masih banyak sekali petugas yang berjaga untuk memastikan suasana aman. Kami sangat berterima kasih kepada Brimob, Polisi, dan TNI yang sudah bertugas sampai hari lebaran juga,” ujarnya. Ia juga berharap walaupun belum bisa menggantikan kehadiran dan makna keluarga, namun semoga perhatian dan dukungan dari para relawan mampu membangkitkan semangat mereka.

Artikel dibaca sebanyak : 357 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan keyakinan yang benar, perjalanan hidup seseorang tidak akan menyimpang.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat