Rabu, 02 Desember 2020
Indonesia | English

Hernia Hilang, Rizky pun Tumbuh Cemerlang

02 November 2020 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A.

Empat tahun sudah Muhammad Rifai Rizky (12) atau yang akrab disapa Rizky sembuh dari penyakit hernia yang dideritanya sejak lahir. Setelah berjodoh dengan Tzu Chi dalam kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-120 di RS kapal KRI dr. Soeharso pada 26-28 September 2017 lalu, kini, perkembangan Rizky sudah sangat baik dan terbebas dari rasa sakit.


Rizky kini dapat membantu orang tuanya berjualan, bersekolah, dan bermain tanpa mengeluhkan rasa sakit. Hernia yang dideritanya telah dioperasi dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi tahun 2017 lalu.

Saat dikunjungi tim medis dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia pada Selasa, 27 Oktober 2020, Rizky sedang bermain di sekitaran rumahnya di Kampung Kasunyatan, Serang, Banten. Kedatangan tim medis TIMA Indonesia pun disambut hangat oleh kedua orang tua Rizky, Ahmad Soemali (39) dan Fitri (29).

Rizky sendiri terlahir prematur (7 bulan) pada tanggal 20 April 2008. Kondisi Rizky saat bayi sangat lemah sekali saat itu, bahkan bidan pun sudah menyerah dan menduga kalau Rizky tidak akan selamat. “Semua memang serba keadaan, kondisi saya susah. Pas ke bidan mau tanya malah katanya, ‘Pak, dibacain doa saja, sepertinya berat kondisinya (untuk selamat -red),’ begitu,” cerita Ahmad Soemali.


Kondisi Rizky kini sudah jauh berbeda. Saat diperiksa, luka bekas operasi hernia pun sudah hilang dan tidak ada keluhan-keluhan setelah operasi.

Ditengah kesedihan dan ketakutan, tiba-tiba bayi Rizky terbatuk. Ahmad Soemali pun segera membawa Rizky ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mendapatkan perawatan selama kurang lebih 2 minggu, bayi Rizky kemudian dibawa pulang. Ditengah keterbatasan, Ahmad Soemali dan Fitri kemudian merawat bayi Rizky dengan inkubator buatan dari kardus dan menggunakan lampu sebagai penghangat sekaligus penerangan.

Setelah Rizky tumbuh besar, kedua orang tua Rizky yang bekerja sebagai pedagang asongan berkeinginan untuk mengkhitankan (sunat) anak pertamanya tersebut pada tahun 2014. Dari sinilah penyakit hernia Rizky diketahui. “Dari pas sunat dikasih tau kalau ada hernia,” kata Ahmad Soemali. Bekerja sebagai pedagang asongan, penghasilan Ahmad hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sebagai orang tua, tentu saja ia berkeinginan untuk mengoperasi hernia anaknya. Tetapi karena keterbatasan, Ahmad Soemali dan Fitri hanya bisa mengelus dada.

Berjodoh Dengan Tzu Chi di Cilegon


Ahmad Soemali sedang menunggu Rizky di ruang pemulihan pascaoperasi hernia di RS Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso pada 26-28 September 2017.

Keinginan Ahmad Soemali dan Fitri untuk mengoperasi hernia Rizky pun akhirnya terwujud di tahun 2017. Saat itu, jalinan jodoh dengan Tzu Chi pun karena keinginan keras Rizky untuk mengantarkan adiknya mengikuti sunatan massal dalam kegiatan baksos (Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-120 di RS kapal KRI dr. Soeharso). “Sama sekali tidak ada niat buat operasi hernia, si Rizky mau ikut anter adiknya sunat,” kata Ahmad Soemali.

Ahmad Soemali yang saat itu melihat ada pelayanan operasi hernia langsung memberi kabar istrinya. “Ngabarin dulu ada operasi, kata suami ‘gimana?’ Saya bingung. Yang satu disunat, trus yang satu mau dioperasi. Pas saya mikir-mikir, mending operasi kalau sunat kan bisa kapan-kapan,” cerita Fitri. Setelah istrinya setuju, Ahmad Soemali mendaftarkan Rizky. Ahmad Soemali sempat ditegur karena mendaftarkan operasi secara mendadak.

Tetapi berkah dan jalinan jodoh baik ada bersama kedua anak Ahmad Soemali. Setelah adiknya selesai di sunat, giliran Rizky yang bisa mendapatkan pelayanan operasi gratis dari tim medis TIMA Indonesia. Mendapat pengalaman pertama memiliki anak yang hendak dioperasi, rasa takut yang sama ketika Rizky masih bayi kembali muncul. “Takut, pak. Saya pernah ngerasain dan trauma pas Rizky masih bayi kan dianggap udah nggak ada (meninggal). Ini ada ketakutan yang sama kaya dulu,” ungkap Ahmad Soemali menceritakan saat-saat menunggu operasi.

Kurang dari setengah jam, tim medis TIMA Indonesia yang mengoperasi Rizky mengantarnya ke ruang pemulihan dari kamar operasi. Ahmad Soemali yang sudah menunggu dengan rasa cemas langsung bersuka cita melihat anaknya yang telah selesai menjalani operasi hernia saat itu.

Terbebas dari Rasa Sakit


Di depan rumahnya di Kampung Kasunyatan, Serang, Banten. Rizky bersama orang tuanya membuka paket sembako dari Tzu Chi.

Kondisi Rizky kini sudah jauh berbeda. Luka bekas operasi hernia pun sudah hilang. Dahulu sebelum dioperasi, Rizky sering menangis kesakitan saat hernianya kambuh. “Dulu kalau abis main bola, main kejar-kejaran, suka sakit,” jelas Rizky yang kini sudah kelas 6 di SD Kasunyatan, Serang, Banten.

“Pak, sakit,” kata Rizky mengingat saat-saat belum dioperasi oleh Tzu Chi. Tetapi kini rasa sakit itu tinggal kenangan. Rizky pun sekarang terbebas dari rasa sakit dan dapat bermain, bersekolah, serta membantu orang tua dengan leluasa. “Sekarang udah nggak sakit lagi. Bu dokter makasih udah ngebantuin operasi hernia Rizky,” ungkap anak laki-laki yang bercita-cita menjadi TNI ini.

Orang tua Rizky juga sangat berterima kasih kepada Tzu Chi karena menolong Rizky terbebas dari penderitaannya. "Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membantu anak saya dalam operasi gratis penyakit hernia," ungkap Ahmad Soemali saat dikunjungi tim medis dari TIMA Indonesia.


Weni Yunita, Koordinator Pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi memberikan bingkisan sembako kepada Rizky (pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-120) dan keluarga.

Kebahagiaan Rizky bersama kedua orang tuanya juga dirasakan oleh Weni Yunita, anggota TIMA Indonesia sekaligus Koordinator Pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi yang datang melihat kondisi Rizky. “Ini salah satu anak yang berjodoh langsung dengan baksos kesehatan Tzu Chi dan bisa dioperasi. Dengan adanya baksos, harapan orang tuanya yang tadinya terkendala dengan biaya bisa teratasi,” ungkap Weni.

Dalam kunjungan ini, Weni juga melihat bekas operasi hernia dari Rizky. Secara keseluruhan, kondisi Rizky sangat baik setelah 4 tahun dioperasi. Ia juga berharap semoga ke depannya Rizky dan keluarga dapat terus berkembang kehidupannya. “Satu masalah sudah selesai yang meringankan orang tuanya. Harapannya dengan tidak ada kendala rasa sakit, dia bisa belajar lebih baik, bermain juga leluasa, orang tuanya pun bisa lebih tenang karena tidak lagi melihat penderitaan anaknya. Secara keseluruhan saya berharap keluarga ini bisa lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Weni setelah kunjungan berakhir.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 223 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat