Senin, 22 Juli 2019
Indonesia | English

Hubungan Keluarga Terajut di Baksos Kesehatan Tzu Chi Batam

19 Oktober 2018 Jurnalis : Suwati (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi (Tzu Chi Batam)


Dengan sukacita Pak Arto meninggalkan lokasi baksos dan mengharapkan bisa kembali menjalani operasi katarak untuk mata kanannya di lain kesempatan bersama Tzu Chi.

Minggu, 14 Oktober 2018, di pintu masuk RS. Budi Kemuliaan, Kota Batam terkumpul ratusan pasien yang sedang menantikan urutan mereka untuk menjalankan post-op (pengecekan paska operasi).  Di barisan belakang duduklah Pak Arto Harjo Suwignyo (76), warga kelahiran Purbalingga yang malam sebelumnya baru saja menjalani operasi Katarak.

Saat pertama kali bertemu dengan Pak Arto di hari pertama screening, 6 Oktober lalu, ia seperti pasien lainnya sedang duduk rapi dengan pandangan tertuju ke layar monitor yang menampilkan nomer urut. Walau duduk di tengah lautan pasien, tidak sulit bagi relawan Tzu Chi untuk menyadari bahwa pasien ini akan memiliki cerita yang agak berbeda dengan pasien lainnya.

Yana mendampingi Pak Arto ketika mengikuti screening Baksos Tzu Chi di RS. Budi Kemuliaan, Batam pada 6 Oktober 2018.

Bukan kondisi fisik ataupun penyakit yang diderita Pak Arto yang menarik perhatian relawan, melainkan pendamping yang hadir bersamanya. Pada umumnya pasien baksos didampingi oleh keluarga atau pada beberapa kondisi khusus kerabat. Namun dalam kasus Pak Arto, yang mendampinginya ialah gadis muda etnis Tionghoa bernama Yana.

Jalinan jodoh antara Pak Arto dan Yana dimulai saat Yana dan teman-temannya tergerak untuk memberikan bantuan kepada warga yang tinggal di ruli-ruli sekitar dearah Tg. Sengkuang, Kota Batam. Saat bertemu dengan Pak Arto, Pak Arto memberi tahu Yana bahwa ia menderita Katarak, tapi tidak ada uang untuk menjalani operasi. Walau memiliki kartu BPJS, Pak Arto dan istri sama sekali tidak tahu manfaat dan cara menggunakannya. Di saat itu Yana hanya bisa terus mendengar.

Relawan kembali memasangkan perban dan pelindung setelah pemeriksaan mata.

Satu minggu berlalu, Yana secara kebetulan melihat iklan Baksos Kesehatan Tzu Chi. Ia segera teringat dengan Pak Arto. Karena hari itu merupakan hari terakhir dibukanya pendaftaran, tanpa pikir panjang Yana langsung menghubungi Pak Arto dan istrinya, lalu membawa mereka untuk mendaftarkan.

“Pas lihat itu langsung keingat. Kepikir mungkin kalau Pak Arto tidak tahu adanya bakti sosial ini, tapi saya tahu dan saya rasa saya harus menyampaikannya ke dia, supaya bisa membantu dia,” ucap Yana.

Sungguh jalinan jodoh yang luar biasa, akhirnya Pak Arto bisa menjalani operasi Katarak yang diadakan tanggal 13 Oktober 2018. Mulai dari screening, operasi sampai dengan post-op, Yana selalu setia mengantar, mendampingi, dan mengarahkan Pak Arto, seseorang yang bisa dikatakan tidak berhubungan dengannya.

Pak Arto menyampaikan terima kasih dan relawan mendoakannya agar tetap sehat.

Ya, benar kayak keluarga sendiri. Anggapnya seperti anak sendiri gitu. Hujan-hujan gini jemput ke Sengkuang. Anak sendiri saja tidak mau, tapi dia mau. Cuma kami tidak bisa balas apa-apa, Yang Kuasa saja yang balas gitu,” jawab Bu Salimah, istri Pak Arto, sambil menahan rasa harunya.

Pak Arto yang selesai operasi kembali ke rumah sakit pada Minggu tanggal 14 Oktober 2018 untuk mengikuti post-op. Setelah kasa yang tertempel di mata Pak Arto dibuka, di saat itu lah Pak Arto merasakan perbedaan sebelum dan sesudah operasi. Senyuman bahagia terpancar di wajah Pak Arto. Setelah diperbolehkan untuk pulang, Pak Arto pun bersalaman dan berterima kasih kepada setiap relawan dan tim medis yang ia temui.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 705 kali


Berita Terkait


Merayakan Hari Jadi Dengan Berbagi

10 Juli 2019

Baksos Tzu Chi ke-126: Harapan Baru untuk Warga Padang dan Sekitarnya

26 Maret 2019

Hari-hari Baru Akila

29 Oktober 2018

Menjangkau Yang Tidak Terjangkau

25 Oktober 2018

Jalinan Welas Asih yang Terus Berlanjut

24 Oktober 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat