Hubungan Keluarga Terajut di Baksos Kesehatan Tzu Chi Batam

Jurnalis : Suwati (Tzu Chi Batam), Fotografer : Supardi (Tzu Chi Batam)


Dengan sukacita Pak Arto meninggalkan lokasi baksos dan mengharapkan bisa kembali menjalani operasi katarak untuk mata kanannya di lain kesempatan bersama Tzu Chi.

Minggu, 14 Oktober 2018, di pintu masuk RS. Budi Kemuliaan, Kota Batam terkumpul ratusan pasien yang sedang menantikan urutan mereka untuk menjalankan post-op (pengecekan paska operasi).  Di barisan belakang duduklah Pak Arto Harjo Suwignyo (76), warga kelahiran Purbalingga yang malam sebelumnya baru saja menjalani operasi Katarak.

Saat pertama kali bertemu dengan Pak Arto di hari pertama screening, 6 Oktober lalu, ia seperti pasien lainnya sedang duduk rapi dengan pandangan tertuju ke layar monitor yang menampilkan nomer urut. Walau duduk di tengah lautan pasien, tidak sulit bagi relawan Tzu Chi untuk menyadari bahwa pasien ini akan memiliki cerita yang agak berbeda dengan pasien lainnya.

Yana mendampingi Pak Arto ketika mengikuti screening Baksos Tzu Chi di RS. Budi Kemuliaan, Batam pada 6 Oktober 2018.

Bukan kondisi fisik ataupun penyakit yang diderita Pak Arto yang menarik perhatian relawan, melainkan pendamping yang hadir bersamanya. Pada umumnya pasien baksos didampingi oleh keluarga atau pada beberapa kondisi khusus kerabat. Namun dalam kasus Pak Arto, yang mendampinginya ialah gadis muda etnis Tionghoa bernama Yana.

Jalinan jodoh antara Pak Arto dan Yana dimulai saat Yana dan teman-temannya tergerak untuk memberikan bantuan kepada warga yang tinggal di ruli-ruli sekitar dearah Tg. Sengkuang, Kota Batam. Saat bertemu dengan Pak Arto, Pak Arto memberi tahu Yana bahwa ia menderita Katarak, tapi tidak ada uang untuk menjalani operasi. Walau memiliki kartu BPJS, Pak Arto dan istri sama sekali tidak tahu manfaat dan cara menggunakannya. Di saat itu Yana hanya bisa terus mendengar.

Relawan kembali memasangkan perban dan pelindung setelah pemeriksaan mata.

Satu minggu berlalu, Yana secara kebetulan melihat iklan Baksos Kesehatan Tzu Chi. Ia segera teringat dengan Pak Arto. Karena hari itu merupakan hari terakhir dibukanya pendaftaran, tanpa pikir panjang Yana langsung menghubungi Pak Arto dan istrinya, lalu membawa mereka untuk mendaftarkan.

“Pas lihat itu langsung keingat. Kepikir mungkin kalau Pak Arto tidak tahu adanya bakti sosial ini, tapi saya tahu dan saya rasa saya harus menyampaikannya ke dia, supaya bisa membantu dia,” ucap Yana.

Sungguh jalinan jodoh yang luar biasa, akhirnya Pak Arto bisa menjalani operasi Katarak yang diadakan tanggal 13 Oktober 2018. Mulai dari screening, operasi sampai dengan post-op, Yana selalu setia mengantar, mendampingi, dan mengarahkan Pak Arto, seseorang yang bisa dikatakan tidak berhubungan dengannya.

Pak Arto menyampaikan terima kasih dan relawan mendoakannya agar tetap sehat.

Ya, benar kayak keluarga sendiri. Anggapnya seperti anak sendiri gitu. Hujan-hujan gini jemput ke Sengkuang. Anak sendiri saja tidak mau, tapi dia mau. Cuma kami tidak bisa balas apa-apa, Yang Kuasa saja yang balas gitu,” jawab Bu Salimah, istri Pak Arto, sambil menahan rasa harunya.

Pak Arto yang selesai operasi kembali ke rumah sakit pada Minggu tanggal 14 Oktober 2018 untuk mengikuti post-op. Setelah kasa yang tertempel di mata Pak Arto dibuka, di saat itu lah Pak Arto merasakan perbedaan sebelum dan sesudah operasi. Senyuman bahagia terpancar di wajah Pak Arto. Setelah diperbolehkan untuk pulang, Pak Arto pun bersalaman dan berterima kasih kepada setiap relawan dan tim medis yang ia temui.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Persiapan Bakti Sosial Kesehatan ke-146 di Banda Aceh

Persiapan Bakti Sosial Kesehatan ke-146 di Banda Aceh

13 Desember 2024
Yayasan Buddha Tzu Chi Banda Aceh bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda menggelar screening kesehatan, yang meliputi pemeriksaan untuk katarak, hernia, bibir sumbing, dan benjolan ringan, sebagai bagian dari peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh.
TIMA Pekanbaru Gelar Baksos dan Sosialisasi Kesehatan Gigi

TIMA Pekanbaru Gelar Baksos dan Sosialisasi Kesehatan Gigi

12 November 2025
TIMA Pekanbaru melayani 116 pasien dalam baksos kesehatan gigi untuk Gan En Hu (penerima bantuan jangka panjang) dan Anak Teratai Tzu Chi. Kegiatan ini digelar untuk Menyambut hari ulang tahun TIMA yang ke-23.
Baksos Kesehatan Degeneratif Membawa Banyak Manfaat

Baksos Kesehatan Degeneratif Membawa Banyak Manfaat

08 September 2022

“Setelah mengikuti baksos, saya baru tahu bahwa kolesterol saya cukup tinggi. Namun setelah menerima pengobatan saat baksos, saya merasakan perubahan dan lebih sehat,” kata Dian Hayati, salah satu pasien.

Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -