Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Ifit yang Kini Lebih Percaya Diri

29 Juni 2020 Jurnalis : Dini Rantykasari
Fotografer : Arimami Suryo A.

Sosok gadis kecil berusia 8 tahun yang agak pemalu itu muncul dari dalam rumahnya dengan senyum lugu ketika menyambut dua relawan Tzu Chi yang berkunjung ke rumahnya pada Jumat, 26 Juni 2020.

Dari pemantauan saya yang juga ikut dalam kunjungan ini, gadis kecil yang bernama Ifit Safitri kini nampak lebih gemuk dari tahun lalu. Pada bibir atasnya terlihat bekas jahitan operasi. Ya, Ifit adalah pasien operasi bibir sumbing gratis pada kegiatan Baksos Kesehatan Tzu Chi yang diselenggarakan pada bulan November 2019 lalu di RS Bhayangkara, Cianjur, Jawa Barat.  


Susi dan Ifit yang ditemani ibunya, sangat bersuka cita kini mereka tak sumbing lagi dan penuh percaya diri

Dirumahnya yang sederhana namun terasa teduh di Kampung Cihaliwung, Desa Cikancana, Kec. Sukaresmi, Cianjur, para relawan menanyakan kondisi Ifit sekarang setelah dioperasi setahun lalu kepada Endrawati (38), ibunda Ifit. “Kalau ditanya, Dedek gimana bibirnya sekarang, bagus yang dulu apa sekarang. Ya bagus yang sekarang, katanya gitu. Apalagi kalau lihat fotonya. Kan foto yang sebelumnya sama foto yang sekarang kan beda banget,” tutur Endrawati.

Kerap Diejek Sampai Menangis

 

Nova Yuliana, relawan Tzu Chi Cianjur mengajak Ifit bermain bersama teman-temannya.

Endrawati menceritakan, kondisi bibir sumbing sudah dialami Ifit sejak lahir. Namun dari bayi hingga usia Ifit 5 tahun tak pernah ada masalah yang berarti. Masalah mulai datang saat Ifit mulai bersekolah di sekolah dasar. Teman-temannya suka mengejek kondisi bibirnya jika sedang bertengkar. Terkadang, Ifit pulang sambil menangis karena ada teman yang merundungnya saat bermain. "Kadang ada yang ngelecehin. Katanya teman-temannya pada ngata-ngatain bibirnya sumbing, apa gimana gitu," kenang ibu rumah tangga ini. Sebagai ibu, Endrawati saat itu hanya bisa menyemangati Ifit jika suatu saat bibirnya akan sembuh dan bisa seperti teman-temannya.

Saat Endrawati mengisahkan masa lalu Ifit, tiba-tiba Ifit meneteskan air mata tanpa mengeluarkan suara. "Mungkin dia teringat dulu sebelum dioperasi," tutur Endrawati. Saya pun bertanya bagaimana perasaan Ifit saat ini. "Senang. Sekarang enggak ada yang ngeledekin Ifit lagi," ujar gadis kecil ini sambil terisak-isak.

 

Relawan Tzu Chi menuju rumah Ifit Safitri (8) sambil membawa bingkisan untuknya.

Sejak muncul kejadian perundungan terhadap anaknya, Endrawati sebetulnya ingin sekali agar Ifit bisa segera dioperasi. Namun penghasilan suaminya sebagai tukang kayu dan berkebun hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hanya bersabar dan membesarkan hati anaknyalah yang bisa ia lakukan. Hingga pada Oktober 2019 lalu, Endrawati yang mendapat informasi bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan menggelar baksos kesehatan di Cianjur, ia segera melengkapi berkas-berkas untuk mendaftarkan Ifit dalam baksos tersebut. Padahal awalnya ia mendapat info bahwa baksos kesehatan tersebut hanya menggelar operasi katarak saja. Namun karena keinginan yang begitu kuat untuk memperbaiki bibir anaknya, Endrawati berinisitif mencari tahu sendiri informasi yang akurat. Upayanya berbuah manis. Rupanya digelar pula operasi bibir sumbing di Baksos Kesehatan Tzu Chi, dan Ifit pun dapat menjalani operasi dengan lancar.

 

Ifit sedang menunggu giliran dioperasi pada Baksos Kesehatan Tzu Chi yang diselenggarakan pada 21 - 24 November 2019 di RS. Bhayangkara, Cianjur, Jawa Barat.

Nova Yuliana salah satu relawan yang ikut serta pada kunjungan kasih kali itu masih ingat saat ia bertemu Ifit pada baksos tujuh bulan lalu. “Waktu itu saya melihat Ifit beda dengan anak-anak lain yang mau dioperasi karena dia itu yang semangat sekali, ‘kapan giliran aku’ (mengulang pertanyaan Ifit saat itu),” tutur Nova.

Endrawati mengungkapkan, semenjak bibir Ifit tak sumbing lagi, Ifit tak ada rasa khawatir lagi jika keluar rumah. Buah hatinya itu kini lebih sering bermain dengan teman-temannya tanpa rasa minder lagi. Sebab, sekarang tak ada lagi yang mem-bully kondisi fisiknya. "Sekarang mah jadi kelihatannya cantik aja. Cerianya bertingkat, enggak minder juga, Alhamdulillah," ungkapnya.

Dua Kali Berjodoh dengan Tzu Chi

Ifit yang begitu berani saat hendak masuk ke ruang operasi karena tak ingin lagi diejek teman-temannya karena bibir sumbingnya.

Jalinan jodoh keluarga ini dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia rupanya sudah yang kedua kalinya. Kakak Ifit yakni Susi Salfina (20) juga pernah mengikuti operasi bibir sumbing gratis pada Baksos Kesehatan Tzu Chi di RS Bhayangkara pada tahun 2016 lalu saat ia duduk di bangku kelas 2 SMK. Seperti Ifit, setelah mengikuti Baksos Kesehatan Tzu Chi kini Susi menjadi remaja yang percaya diri.

Salah satu relawan, Nova kemudian ingat empat tahun lalu ia pernah bertemu dengan Susi dan mendengar curhatannya bahwa Susi ingin sekali dioperasi karena ia ingin menjadi wanita yang percaya diri. "Pas sekarang bertemu lagi di 2020 ini sangat berbeda ya, operasinya berhasil dari Yayasan Buddha Tzu Chi," tutur Nova.


Para relawan juga memberikan paket sembako, hand sanitizer, vitamin untuk anak, serta minuman ringan kepada Ifit dan keluarga ini guna membantu kebutuhan sehari-hari mereka di tengah pandemi Covid-19 ini.

Endrawati begitu bersyukur karena ada jalinan jodoh baik dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia sehingga kedua buah hatinya kini bisa tumbuh menjadi anak-anak yang penuh percaya diri dan semangat dalam menggapai cita. “Beribu-ribu terima kasih kepada Tzu Chi karena anak-saya dua-duanya sekarang sudah sembuh, sudah baguslah berkat Buddha Tzu Chi,” ucapnya penuh syukur.

Nova yang pernah bertemu dan melayani kedua anak Endrawati saat baksos pun sangat bahagia melihat kondisi Susi dan Ifit sekarang. "Sangat happy, apalagi tadi saya tanya ke anaknya sangat gembira katanya. Jadi enggak ada lagi temannya yang mem-bully. Saya pribadi dari hati sangat diberkati sekali bisa bertemu, bisa melayani dan berjodoh dengan Buddha Tzu Chi," ungkap Nova.


Endrawati bersyukur mendapatkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Pada kesempatan itu, sebelum pulang para relawan juga memberikan paket sembako, hand sanitizer, vitamin untuk anak, serta minuman ringan kepada keluarga ini guna membantu kebutuhan sehari-hari mereka di tengah pandemi Covid-19 ini.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 210 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat