Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Inspirasi Menuju Ketahanan Pangan Keluarga

07 Oktober 2019 Jurnalis : Marlina, Lily Tedja (He Qi Pusat)
Fotografer : Marlina (He Qi Pusat)


Darma Kumara menjelaskan tata cara bercocok tanam hidroponik di rumah.

Komunitas relawan Tzu Chi, khususnya yang ada di Jakarta dan sekitarnya berlomba-lomba untuk berpartisipasi dalam Pekan Amal Tzu Chi 2019 yang bakal diadakan pada 19-20 Oktober mendatang. Bukan hanya relawan yang sudah lama saja loh yang semangat menyambut Pekan Amal Tzu Chi 2019 ini, di Xie Li Cikarang, Darma Kumara, seorang relawan kembang (relawan yang baru bergabung) juga tengah menyiapkan sumbangsihnya untuk Pekan Amal Tzu Chi 2019.

Darma Kumara (55) seorang insinyur lulusan teknologi pangan yang bermukim di wilayah Lippo Cikarang telah menjadi relawan kembang. Dimulai dari perbincangan ringan dengan salah satu relawan dari Xie Li Cikarang tentang adanya Pekan Amal Tzu Chi 2019 yang semua dana yang terkumpul digunakan untuk pembangunan RS Tzu Chi. Dari sekilas perbincangan itu hati Darma langsung tergerak untuk ikut berpartisipasi. Ia kemudian bertekad untuk mempersembahkan 200 pot selada hidroponik untuk acara bazar.


Bibit sayuran dimasukkan ke dalam rockwool yang telah dilubangi.


Sayuran yang telah berdaun 5 lembar dipindahkan ke dalam netpot dan disusun rapi pada styrofoam bekas.

Seiring gerak hati, Darma segera melakukan pembibitan selada hijau, selada merah, selada butterhead, dan selada siomak pada 7 September 2019 agar dapat dipanen menjelang Pekan Amal Tzu Chi 2019. Selada biasanya siap panen bila telah berumur 30 hari hingga 45 hari. 

Sore itu, dengan semangat dan teliti, Darma memasukkan satu persatu bibit sayur ke dalam media tanaman yang disebut sebagai “Rockwool” yang sebelumnya telah dilubangi. Bibit kemudian disusun rapi dalam wadah plastik, yang selanjutnya akan dipindahkan kedalam netpot bila tanaman telah berdaun 5 helai.  Netpot pun ditempatkan secara rapi berbaris pada styrofoam. 

Darma Kumara sungguh memiliki jiwa pelestarian lingkungan yang terbukti dari cara ia memanfaatkan styrofoam bekas sayuran atau buah-buahan yang dimintanya dari pedagang di pasar. Selain “Airator” yang bekerja mirip sistem pompa pengairan, pemberian pupuk sebagai nutrisi menjadi salah satu bagian penting dalam sistem bercocoktanam hidroponik.


Darma Kumara melakukan cek nutrisi dengan menggunakan TDS Meter.


Meja kerja penelitian dan pembibitan tanaman hidroponik yang terletak di salah satu sudut ruangan rumah Darma Kumara.

“Salah satu karunia Tuhan, yang memegang peranan penting bagi cepat lambatnya panen sayuran hidroponik yakni sang matahari.  Dibutuhkan penyinaran matarari kurang lebih 6 jam dalam sehari sebagai syarat motor pengerak fotosintesis pertumbuhan,” jelasnya.

Darma Kumara membagi tips dalam bercocok tanam hidroponik agar sayuran berkembang dengan baik dan subur. Diperlukan nutrisi atau pupuk yang terukur dosisnya. Penambahan nutrisi diberikan apabila cairan nutrisi berkurang. Cek nutrisi mengunakan TDS meter biasanya dilakukan setiap 2 -3 hari. 


Pemanfaatan pagar teralis rumah Darma Kumara sebagai sanggahan pipa airator tanaman hidroponik.

Bagi Darma Kumara, niatnya tidak sekedar mendanakan tanaman hasil keringatnya untuk Pekan Amal Tzu Chi 2019 yang diadakan pada tanggal 19–20 Oktober 2019 mendatang. Ia ternyata ingin menginspirasi semua keluarga untuk bercocok tanam sayuran hidroponik di rumah sehingga tercipta ketahanan pangan dalam rumah tangga mereka.

“Selain itu hidroponik bisa dijadikan sumber pencaharian yang mendukung lingkungan sehat,” tambahnya. 

Di usianya yang ke-55 tahun ini, Darma menjalankan cocok tanam hidroponik sebagai hobi sekaligus hidup sehat dengan sayuran hidroponik bebas kimia. Tidak ada yang mustahil bila segala sesuatu dilakukan dengan niat dan usaha, semua pasti bisa. Ayo, mari jadikan hidroponik sebagai gaya hidup yang sehat dan lestari, semangat!

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 530 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat