Internasional : Meminta Maaf Pada Istri
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News|
|
| ||
| Perilakunya Keterlaluan Dalam rangkaian film “Teladan” daerah Tucheng pada tahun ini, yang di tayangkan adalah “Ada kemauan waktu akan bisa dicari”. Film ini berbicara tentang relawan Tucheng, Chen Qiao Shui. Dahulu Chen Qiao Shui setiap hari sibuk dengan minum arak dan berjudi, tetapi sekarang dia sibuk melakukan daur ulang, dengan bersumbangsih dia telah mengubah kebiasaan buruknya. Kini, Qiao Shui setiap jam 10 malam lebih meninggalkan depo daur ulang, menuju depo pelestarian lingkungan dan bekerja; sampai jam 5 pagi lebih baru pulang rumah. Setelah tidur sejenak selama 2-3 jam, buru-buru ia pergi ke posko daur ulang bersumbangsih. Setiap hari menganggap posko daur ulang sebagai rumahnya.
Dalam film, pewawancara bertanya, ”Mengapa menggantung kartu training di mobil?” Qiao Shui spontan menjawab, “Untuk mengubah sifat buruk.” Saat mendengar perkataannya, para hadirin tertawa, merasa dia begitu tulus, setiap saat mengingatkan diri sendiri agar tak sembarangan marah-marah. Saat Qiao Shui naik ke panggung, dia menyesalkan tindakan buruknya dahulu. Dia berterima kasih pada Master Cheng Yen karena membuatnya bisa memiliki kesempatan mengubah sisa hidupnya. Selanjutnya dia ber-sharing, pada Hari Ibu tahun 2005, sebenarnya mereka sekeluarga berrencana untuk pergi jalan-jalan, tetapi karena dia tak dapat menolak ajakan teman, akhirnya dia tak menepati janjinya pada keluarga, dan setelah pulang kerja langsung pergi main kartu. Keluarganya di rumah sudah lama menunggunya, tetapi dia tak kunjung pulang. Kebetulan teman putranya mengajak putranya pergi bersepeda, maka putranya ikut dengan temannya itu. | |||
Artikel Terkait
He He Hu Xie – Kekuatan Keluarga Tzu Chi
10 Oktober 2012 Sesaat setelah genderang ditabuhkan, semua orang bersatu hati menyanyikan lagu “Xing Yuan” (Menjalankan Ikrar). Sambil mengikuti ritme lagu, perlahan tapi pasti para relawan dengan khidmat berjalan menuju pintu tembaga yang besar dan kokoh. Suasana apik dan nyata membuat setiap relawan merasakan semangat menyatu dalam satu keluarga, keluarga Tzu Chi.
Sutrisno dan Rumah yang Tak Pernah Ia Bayangkan
18 Juni 2026Setelah rumahnya ambruk akibat tanah longsor, membangun kembali rumah secara mandiri bukanlah hal yang mudah. Melalui program pembangunan perumahan oleh Tzu Chi Indonesia, keluarga Sutrisno memiliki rumah yang layak huni.
Memupuk Cinta Kasih dan Keharmonisan di MI Nurul Islam
30 Agustus 2024Relawan Tzu Chi tidak hanya membantu pembangunan gedung MI Nurul Islam di Kamal Muara (Hardware), tetapi juga memberi perhatian kepada para murid melalui pembelajaran kelas budi pekerti (Sofware).









Sitemap