Internasional : Sehat Batin, Sehat Jasmani
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| ||
Konsep Pendidikan Jasmani Beberapa orang tua berpikir bahwa pendidikan jasmani harus ada gerakan olahraganya. Mengapa pendidikan jasmani di Universitas Tzu Chi bisa duduk di kelas, mempelajari fungsi tubuh dan memperhitungkan jumlah lemak tubuh? Direktur Huang Sen Fang berkata, “Yang paling penting dalam pendidikan jasmani adalah agar siswa memahami keuntungan dari olahraga, bagaimana mencegah penyakit melalui olahraga, sehingga melatih para siswa memiliki kebiasaan untuk berolahraga.” Sekolah dalam negeri lainnya juga mulai berfokus pada pengajaran pendidikan jasmani, bahkan mengunjungi Universitas Tzu Chi. Sekarang ini, Universitas Tzu Chi menetapkan ”Olahraga dan Kesehatan” dan ”Kesehatan Fisik dan Praktik Secara Nyata” sebagai pelajaran khusus di luar pelajaran sekolah. Ada juga pilihan lainnya, seperti berenang, tenis meja, bulu tangkis, dan lain-lain.
Ket : - Dalam lomba lari 10 kilometer, mahasiswa pria harus mampu mencapai tujuan dalam waktu 80 menit, dan mahasiswa wanita dalam waktu 90 menit. (kiri). Menumbuhkan Minat Berolahraga Di Universitas Tzu Chi, baik peralatan ataupun pengajarannya, semuanya membuat anggota komite merasa terkesan. Direktur Departemen Kedokteran, Zhen Ren Liang, bekerja sama dengan pihak penyedia jasa internet dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID) untuk memberikan latihan. Melalui sistem jaringan, kita dapat mengetahui berapa jauhnya jarak murid berlari dan berenang, serta perubahan berat badan dan pengiriman pemberitahuan lulus dari e-health. Hal ini dapat membuat kita lebih cepat memahami kondisi fisik. Selain itu, juga dapat mengetahui kondisi latihan orang lain, dan meningkatkan kesenangan mereka untuk berolahraga. Anggota komite bahkan mengusulkan sekolah untuk menjalankan pelajaran berenang dan berlari, mengembangkannya, untuk dijadikan sebagai referensi penelitian akademis. Universitas Tzu Chi melakukan penekanan pada kurikulum pendidikan jasmani dan pelajaran olahraga, mengintegrasikan filsafat pendidikan, menyediakan lapangan dan mensosialisasikan budaya olahraga kepada para guru dan murid, sehingga mendapat pengakuan dari masyarakat. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Juniati) | |||
Artikel Terkait
Banjir Jakarta: Rindu Tuhan
20 Januari 2014 Ketika banjir melanda Jakarta dua hari yang lalu, rumah Kakek Eng Wat ikut terendam hingga mencapai ketinggian satu meter. Dalam kondisi genting itu, kedua pasangan yang sudah lanjut usia ini langsung mengungsi ke posko pengungsian di Kapuk Muara.Bantuan Pascabanjir Bangka: Duri Sawit di Kaki Jeki
15 Februari 2016 Kaki Jeki tertusuk duri sawit saat hendak menyelamatkan harta bendanya yang terendam banjir, 8 Februari 2016. Luka itu membengkak itu membuatnya terpincang-pincang. Dia pun mendatangi Baksos Kesehatan Umum yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia pada Sabtu, 13 Februari 2016 di Pokso Pengungsian SDN 23 Sungai Selan.








Sitemap