Internasional: Tzu Chi di Dunia Internasional

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 
 

fotoRelawan Tzu Chi memberikan gelas ramah lingkungan kepada pengunjung. Banyak dari mereka mendukung ide untuk menggunakan gelas yang dapat digunakan kembali daripada gelas kertas. Para peserta juga menuliskan harapannya di daun Bodhi di kios Tzu Chi.

Untuk pertama kalinya Yayasan Buddha Tzu Chi menghadiri Konferensi Tahunan Departemen Informasi Publik PBB/LSM ke 63 sebagai LSM dengan status khusus ECOSOC, yang diadakan di Melbourne, Australia pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2010. Ini adalah kesempatan  yang sangat baik bagi Tzu Chi untuk berbagi pengalaman kepada 1.400 perwakilan dari 70 negara.

Tema utama konferensi kali ini adalah kesehatan dunia. Yayasan Buddha Tzu Chi diwakili oleh para relawan dari Australia, Taiwan, dan Amerika Serikat, mengangkat tema  pelestarian  lingkungan dan konservasi sumber daya air. Mereka mendirikan sebuah kios pameran untuk menggambarkan bantuan internasional Yayasan Buddha Tzu Chi. Para relawan juga memberikan tas ramah lingkungan kepada semua pengunjung, sambil menginformasikan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh Tzu Chi seperti  instalasi waduk di Gansu, Cina barat dan proyek sungai Angke di Jakarta, Indonesia.

Seorang pengunjung  mengatakan bahwa ia merasa terharu oleh proyek Angke. "Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam memberikan bantuan. Anda telah membersihkan sungai dan membangun rumah-rumah baru di mana penduduk dipindahkan," katanya. Bhikku dari Australia dan seorang pengikut ajaran Buddha Tibet bernama Freeman, mengatakan bahwa apa yang Tzu Chi lakukan di Asia dan seluruh dunia adalah apa yang Sang Buddha inginkan dari para pengikutnya. "Hari ini saya telah melihat dengan mata sendiri bahwa Tzu Chi melakukan apa yang selalu kita ingin lakukan.” Tidak hanya itu, seorang pria bernama Greg Smith, yang berlatih Yoga dan sering mengunjungi Sungai Gangga di India mengatakan bahwa Sungai Gangga pun tercemar seperti Sungai Angke. "Saya berharap bahwa misi amal Tzu Chi juga dapat dilakukan juga terhadap Sungai Gangga, dan dibersihkan  dengan cara yang sama."

Pada hari terakhir, Yayasan Buddha Tzu Chi menyelenggarakan seminar berjudul Pendekatan Terpadu dalam Mencapai Dunia yang Sehat dan Lingkungan yang Asri. Dalam sambutannya dia seminar, Lin Junlong, Kepala Misi Kesehatan Yayasan Buddha Tzu Chi memaparkan kegiatan yang telah dilakukan. Para peserta seminar  melihat rekaman ketika Lin Junlong menanam padi, anak-anak melakukan daur ulang, dan dokter mengendarai sepeda dalam perjalanan mereka untuk menghadiri pertemuan. Lin Junlong juga menjelaskan kepada para peserta tentang teknologi yang dimiliki Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mengubah botol plastik untuk menjadi selimut yang digunakan untuk distribusi bantuan internasional, dan hal ini memicu tepuk tangan yang luar biasa.

Lin Junlong menggunakan banyak foto untuk menunjukkan  upaya yang telah  dilakukan oleh Rumah Sakit Yayasan Buddha Tzu Chi dalam melakukan penghematan energi dan sumber daya air. Ia pun menjawab sebuah pertanyaan tentang tingginya biaya pembuatan rumah sakit ramah lingkungan daripada rumah sakit konvensional. “Hal ini merupakan bagian dari komitmen terhadap lingkungan dan dunia,” tuturnya.

Setelah seminar, para relawan memberikan para peserta masing-masing satu buah tas ramah lingkungan, yang dilengkapi dengan gelas dan sumpit yang juga dapat terus dipakai berulang-ulang. Lin Junlong juga memberikan salah satu selimut daur ulang ke salah seorang dokter medis dari sebuah organisasi Islam yang memberikan presentasi tentang bencana banjir Pakistan. Dokter tersebut berjanji untuk memberikannya kepada salah satu korban banjir.

Tahun depan konferensi akan diselenggarakan di Jerman dan para peserta setuju untuk bertemu lagi di sana. Acara tahun ini adalah kesempatan sangat baik bagi para relawan untuk mempresentasikan hasil karya Yayasan Buddha Tzu Chi dan citra Da Ai TV, serta menyebarkan cinta kasih  Tzu Chi di panggung internasional. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Riani Purnamasari/He Qi Utara)

  
 
 

Artikel Terkait

Mengenang Tzu Chi

Mengenang Tzu Chi

03 Maret 2014
Lebih lanjut ia juga mengingatkan kepada warganya agar selalu mengenang Tzu Chi. Karena Tzu Chi datang ke Manado dengan kasih, maka balasan yang harus diberikan kepada Tzu Chi adalah mengenangnya. “Jika ingat kompor, maka ingat Tzu Chi.
Titik Terang Masa Depan

Titik Terang Masa Depan

17 Oktober 2014
Tidak ada orang tua yang tega melihat kondisi anak-anaknya menderita. Anisa pun membawa Firen dan Araska memeriksakan mata mereka. “Pernah dibawa ke dokter mata beberapa kali, tapi bisanya cuma kontrol saja. Katarak anak saya nggak bisa dikasih obat tapi dioperasi. Saya cuma bisa cerita (konsultasi) ke dokter gimana-gimana gitu saja,” kata ibu empat anak ini.
Memberdayakan Ekonomi Keluarga dengan Mi DAAI

Memberdayakan Ekonomi Keluarga dengan Mi DAAI

12 Juli 2019

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan walikota di wilayah DKI Jakarta memberikan konseling kepada kader PKK di gedung ITC Mangga Dua (11/7/2019). Tiga puluh ibu PKK ini mendapat pelatihan dan bantuan gerobak dan dua dus Mi DAAI serta cara menyajikannya agar tercipta Mi DAAI yang enak, bersih, dan sehat.

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -