Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Karya Nyata Kemanusiaan untuk Papua

25 September 2019 Jurnalis : Anand Yahya
Fotografer : Anand Yahya


Penandatanganan MoU Nota kesepahaman pembangunan 300 unit rumah untuk korban banjir bandang di Sentani dilakukan oleh Sugianto Kusuma, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Mathius Awoitauw, SE. M.Si Bupati Jayapura, Papua.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah  Kabupaten Jayapura melaksanakan kerja sama misi amal kemanusiaan berupa pembangunan hunian tetap di Kabupaten Jayapura, Papua.  Melalui kerja sama ini, Tzu Chi Indonesia dan Pemkab Jayapura menyepakati  program pembangunan 300 unit hunian tetap kepada  masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di Sentani pada Maret 2019 lalu.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dilakukan oleh Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma bersama-sama dengan Franciscus Welirang, Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, dan Gandi Sulistianto dari Eka Tjipta Foundation sebagai stakeholders yang mendukung program bantuan  rumah yang digagas oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Franciscus Welirang, Vice President Director PT. Indofood Sukses Makmur Tbk memberikan tandatangannya dalam nota kesepahaman sebagai saksi sekaligus stakeholders dalam membantu pembangunan hunian tetap di Sentani, Jayapura.


Hong Tjhin, relawan Komite sekaligus CEO DAAI TV Indonesia memberikan kata sambutan terkait rencana pembangunan rumah di Sentani, Jayapura. Hong Tjhin berharap akan munculnya relawan-relawan lokal yang akan menciptakan masyarakat yang harmonis, aman, dan damai.

“Kolaborasi kemanusiaan yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Indofood dan Eka Tjipta Foundation ini berkonsep ke depannya bisa muncul benih-benih cinta kasih di Jayapura, khususnya warga Sentani bisa menjadi relawan komunitas Tzu Chi untuk menyebarkan benih cinta kasih sebagai wujud nyata kolaborasi untuk negeri,” ujar Hong Tjhin, CEO DAAI TV dalam sambutannya.

Sementara Franciscus Welirang mengatakan jika pembangunan hunian tetap ini diharapkan dapat membantu menyejahterakan masyarakat Papua, Jayapura khususnya. "Kami berharap nantinya setiap kegiatan Tzu Chi di tanah Papua bisa menumbuhkan benih cinta kasih pada masyarakat Papua. Di Jayapura kini masih dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang. Hal ini menjadi concern kami untuk membantu masyarakat Jayapura, khususnya Sentani untuk dapat memiliki rumah yang lebih baik," kata Franciscus Welirang. 


Mathius Awoitauw, SE. M.Si, Bupati Jayapura menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh relawan Tzu Chi. Walaupun dalam situasi di Papua yang memanas, masih ada cinta kasih dan perhatian yang tulus untuk warga Papua.


Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan 300 unit rumah di Sentani Jayapura ini dihadiri oleh Bupati Jayapura, BPBD Jayapura, relawan Tzu Chi Biak, Eka Tjipta Foundation, Indofood Sukses Makmur Tbk dan Kolonel. TNI. Tonda  mewakili LO BNPB Jayapura.   

Sementara itu Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Bupati Jayapura mengatakan saat ini para pengungsi korban banjir bandang sudah berkurang. Selama ini ada empat titik pengungsian, karena rumah mereka memang benar-benar hanyut terkena banjir bandang. “Saya hadir di sini untuk menghadiri penandatangan nota kesepahaman pembangunan hunian tetap. Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, ini suatu karya kemanusiaan yang sangat luar biasa. Satu pekerjaan kemanusiaan dari yang sebelumnya kita tidak saling kenal, namun berkat cinta kasih antar sesama bantuan kemanusiaan ini bisa segera terwujud,” ungkap Mathius.        

Realisasi program pembangunan hunian tetap ini akan mengarah pada pembangunan rumah yang aman dan nyaman. Lokasi lahan yang sudah direkomendasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayapura dan infrastruktur seperti air dan listrik segera disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pembangunan ini diharapkan dapat  berjalan secara cepat, aktif, dan komprehensif untuk membantu masyarakat atas musibah banjir bandang yang menimpa Kota Sentani dan Jayapura.

“Kolaborasi ini tidak hanya merupakan sebuah compassion kemanusiaan terhadap sekitar, tetapi bagaimana compassion itu diwujudkan dalam aksi nyata untuk menciptakan impact yang lebih besar lagi," kata Franciscus Welirang. 

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 444 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat