Minggu, 16 Juni 2019
Indonesia | English

Kasih Natal untuk Semua

19 Desember 2018 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo AT, Ame Lauw (Tzu Chi Biak)


Para relawan Tzu Chi dan warga binaan Lapas bersama-sama mengikuti ibadah Natal.

Pada Minggu, 16 Desember 2018, pukul 15.00 WIT, relawan Tzu Chi Biak merayakan Natal bersama warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Biak, Papua yang menampung 200 warga binaan dan 59 pegawai. Mereka semua bersemangat mengikuti perayaan Natal ini, yang terlihat dari wajah-wajah ceria menyambut kehadiran relawan. Para relawan Tzu Chi sangat senang melihat kedatangan mereka di Lapas disambut dengan penuh sukacita.

Meski terkesan tidak biasa dan menakutkan bagi masyarakat umum, namun bagi relawan Tzu Chi mereka semua sama dan setara. Seperti lagu Tiga Tiada yang mengandung pesan, ‘di dunia ini tiada yang tak kukasihi, di dunia ini tiada yang tak ku percaya, dan di dunia ini tiada yang tak ku maafkan.’

Memupuk Cinta Kasih Bersama


Pastor John Buiney membawakan khotbah Natal kepada para relawan dan warga binaan Lapas.

Acara Natal dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Panitia Natal Tzu Chi Biak, Anthon Kho, yang kemudian dilanjutkan dengan Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Biak. Keduanya menyampaikan rasa bahagia karena bisa berdiri di depan para warga binaan dan merayakan Natal bersama mereka. Para relawan berharap dapat terus berbagi kasih kepada setiap umat kegiatan Natal bersama ini. “Semoga juga dapat menginspirasi semua orang untuk tidak melihat perbedaan, melainkan memupuk cinta kasih bersama,” kata Susanto Pirono.

Seperti biasa, setiap hari raya keagamaan dan Proklamasi Kemerdakaan RI, warga binaan Lapas akan diberikan remisi (pengurangan masa hukuman bagi yang terpilih dan memiliki sikap yang baik -red). “Jika percaya dan taat pada perintah Tuhan, tidak ada hal yang mustahil. Demikian pula remisi akan didapatkan apabila berpegang sungguh-sungguh pada perintah Tuhan,” kata Pastor John Buiney.


Rudy Sorontow, Pjs kepala Lapas Biak, memberikan kata sambutan dalam perayaan Natal di Lapas Biak.


Para relawan memberikan bingkisan berupa perlengkapan mandi kepada warga binaan di akhir acara.

Pastor John pun melanjutkannya dengan memberikan khotbah Natal, sebagai bagian dari isi acara kepada para warga binaan. “Kasihilah Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu dan jadilah palungan hati yang mengasihi serta menyayangi umat manusia. Selama berada di dalam Lapas, anggaplah sedang belajar untuk mengarungi kehidupan yang keras,” pesan Pastor John.

Tiba di penghujung acara, Rudy Sorontow, Pjs Kepala Lapas Kelas II B Biak, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada relawan Tzu Chi atas perayaan Natal yang telah mereka siapkan bagi warga binaan Lapas. “Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah datang dan berbagi kasih dengan warga binaan. Suatu kehormatan bagi kami para relawan sudah mau datang berkunjung. Semoga Tzu Chi semakin maju dalam pelayanannya terhadap semua umat manusia di Biak dan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.


Pemberian bantuan oleh Wakil Ketua Natal Biak, Frans Alwi, kepada pihak Lapas yang diterima oleh Pjs Lapas, Rudy Sorontow.


Gery, salah satu warga binaan Lapas Biak, berterima kasih kepada Tzu Chi Biak atas bingkisan dan perayaan Natal yang penuh sukacita.

Perayaan Natal hari itu ditutup dengan makan bersama seluruh warga binaan. Tzu Chi Biak juga memberikan bingkisan sebanyak 200 paket berupa handuk, sabun mandi, sampo, odol, sikat gigi, dan sabun cuci. Hal tersebut disambut dengan baik oleh Gery, salah satu warga binaan. “Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan bingkisan ini kepada kami,” ucapnya.

Editor: Stefanny Doddy

Artikel dibaca sebanyak : 337 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat