Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Kebahagiaan Para Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Bandung

19 Juni 2020 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Bupati Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, S.IP memberikan kata sambutan pada acara serah terima 11 rumah di Kab. Bandung Barat, 17 Juni 2020.

Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung mengadakan serah terima 11 rumah kepada warga penerima bantuan di Kabupaten Bandung Barat, 17 Juni 2020. Tujuh rumah berada di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah dan Empat rumah lainnya berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Serah terima berlangsung di Kantor Desa Mekarsari dan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, S.IP, beserta jajarannya.


Djonni Andhella, Ketua Tzu Chi Bandung, secara simbolis menyerahkan kunci (dummy) rumah kepada salah satu warga penerima bantuan bedah rumah Tzu Chi.

Djonni Andehlla, Ketua Tzu Chi Bandung mengatakan, dari sejumlah wilayah yang telah disurvei oleh relawan Tzu Chi di kota dan Kabupaten Bandung, jalinan jodoh terjalin di Desa Mekarsari dan Desa Sukajaya. Ini berdasarkan pertimbangan berbagai faktor di antaranya surat kepemilikan tanah, kondisi fisik bangunan serta faktor ekonomi warganya.

”Ada dua Desa dari dua kecamatan yang berbeda di Kabupaten Bandung Barat, dua desa inilah yang kami nilai memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan bedah rumah,” ucapnya.


Para relawan Tzu Chi secara simbolis menyerahkan kunci (dummy) kepada para warga penerima bantuan bedah rumah bagi 11 warga di Kabupaten Bandung Barat. Tujuh Rumah di Desa Mekarsari, Kec. Ngamprah dan empat Rumah di Desa Sukajaya, Kec. Lembang.

Terlaksananya bedah rumah ini juga berkat adanya uluran tangan para donatur Tzu Chi yang peduli terhadap sesama yang membutuhkan.

Tanggapan positif muncul dari Bupati Kabupaten Bandung Barat. “Saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Ini bentuk dari kepedulian, tentunya sangat bermanfaat untuk warga kami,” kata Aa Umbara Sutisna.

Pembangunan pun dimulai pada bulan Mei 2020 dan rampung pada awal Juni 2020. Di hari seremonial penyerahan kunci, perwakilan warga penerima bantuan mendatangi Kantor Desa Mekarsari. Yang boleh memasuki ruangan acara sangat dibatasi, mengikuti protokol kesehatan. Dan setiap orang wajib menggunakan masker serta jaga jarak antar satu sama lainnya.

Rumah yang Lebih Layak

Setela seremonial serah terima 11 rumah di Kantor Desa Mekarsari, para relawan Tzu Chi berkunjung langsung melihat kondisi rumah warga penerima bantuan bedah rumah di Desa Mekarsari.

Bedah rumah yang dilaksanakan Tzu Chi bertujuan agar warga penerima bantuan mendapatkan tempat tinggal yang layak, bersih dan nyaman untuk ditinggali. Diharapkan setelah mendapatkan tempat tinggal yang layak, warga penerima bantuan dapat menitih kehidupan yang lebih baik lagi tanpa cemas akan kondisi rumah yang memprihatinkan.

“Saya berterima kasih sekali karena ini yang diharapkan oleh saya terutama bedah rumah ini. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini saya beserta keluarga saya dapat tinggal dengan nyaman,” ucap haru Purmana warga penerima bantuan.


Rumah Purmana sebelum mendapatkan bantuan bedah rumah oleh Tzu Chi.


Kondisi rumah Purmana yang cukup memprihatikan, luas rumah 5x6 meter ini dihuni oleh 12 jiwa. 

Terpancar raut wajah kebahagiaan Purmana (41) ketika mengucap syukur menjadi salah satu warga yang terpilih dalam program bedah rumah. Tetesan air matanya pun tak dapat dibendung setelah menghuni rumah barunya serta mendapatkan kunjungan langsung dari relawan Tzu Chi.

Dahulu kondisi rumah Purmana memprihatinkan, sempit, lembab dan beratapkan bilik yang hampir setiap sudutnya rusak parah sehingga setiap hujan tiba selalu bocor. Bangunan yang berukuran 5x6 meter ini dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) 12 jiwa, yang harus berbagi ruangan untuk beristirahat.


Purmana (41) bersama istrinya bersyukur telah menjadi salah satu penerima bantuan bedah rumah Tzu Chi Bandung. 

Di samping itu berprofesi sebagai kuli bangunan tentu penghasilan Purmana tidak menentu. Ketika sedang mendapatkan pekerjaan, Ia mendapatkan upah sebesar 75 ribu rupiah dalam sehari, namun ketika sedang menganggur Ia terkadang meminta bantuan orang tuanya. Sementara istri Purmana adalah ibu rumah tangga.

Lalu dari kesembilan anaknya, baru satu yang telah berkeluarga dan masih tinggal satu atap. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan kelurganya, Purmana juga lah yang menanggung biaya tersebut. Dalam benak Purmana, hanyalah sebuah angan dan mimipi mempunyai rumah yang layak huni. Untuk memperbaiki kerusakan yang berada di rumahnya pun harus berpikir ulang antara memperbaiki atau memenuhi kebutuhan rumah tangganya.


Isi rumah terlihat bersih dan sehat sehingga nyaman untuk di tinggali. Di rumah baru ini terdapat 3 kamar, ruang tamu/tengah, dapur serta kamar mandi di dalam.

“Lihat anak-anak suka kasihan kalau sedang beristirahat keliatan enggak nyaman. saya bersama istri suka bertanya-tanya kapan bisa merenovasi rumah biar lebih bagus lagi,” tutur Purmana.

Kondisi di atas sama dengan apa yang dihadapi oleh warga penerima bantuan bedah rumah lainnya. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangganya, juga harus memikirkan kondisi rumah tidak layak huni.


Kondisi rumah Wiwi (34) sebelum mendapatkan bantuan dari Tzu Chi, terlihat genting yang rapuh dan berlapis bilik.

Wiwi (34) berprofesi buruh lepas. Penjahit payet kebaya ini hanya menerima upah sebesar 70 ribu rupiah untuk satu kebaya. Dalam satu bulan Ia dapat mengerjakan dua sampai tiga kebaya. Sedangkan suaminya hanya sebagai buruh kasar yang tidak menentu pendapatannya.

“Jangankan untuk menambal atap yang bocor, biaya untuk makan saja kadang sulit untuk didapat. Kayak ngga mungkin untuk renovasi rumah, tapi apapun itu saya selalu berdoa dan mensyukuri apa yang saya dapat,” kata Wiwi.


Raut wajah Wiwi yang sumringah karena kini Ia beserta keluarganya dapat menikmati rumah yang nyaman.

Dalam himpitan masalah yang tengah dihadapi, Tzu Chi hadir untuk meringankan beban warga penerima bantuan ini. Dengan membangunkan kembali rumah menjadi layak huni, diharapkan terbuka lebar pula optimisme mereka dalam menatap masa depan yang lebih baik lagi.

Alhamdulillah saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang membantu membedah rumah saya sampai bagus seperti ini, kayak mimipi jadi nyata. Semoga yayasan ini semakin maju dan berkembang serta relawannya mendapatkan pahala yang setimpal dari Yang Maha Kuasa,” lengkap Wiwi.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 223 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat