Sabtu, 19 Oktober 2019
Indonesia | English

Keharmonisan dalam Bingkai Keberagaman

29 Juni 2018 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Kedatangan relawan disambut dengan rangkulan yang hangat dari relawan Laut Tador.

Idul Fitri merupakan momen untuk saling memaafkan, saling bersilaturahmi, dan saling mengikat keharmonisan dalam bingkai keberagaman. Demikian juga dengan relawan Tzu Chi Tebing Tinggi pada Minggu, 24 Juni 2018 mengunjungi relawan Laut Tador dalam rangka silaturahmi Idul Fitri. Sebanyak 30 relawan beserta beberapa Bodhisatwa cilik disambut dengan rangkulan yang hangat oleh relawan komunitas Laut Tador. Kunjungan ini juga membangkitkan rasa cinta kasih dan saling menghormati dalam keberagaman agama dan budaya yang terwujud dalam satu keluarga besar Tzu Chi.

Adapun jalinan jodoh Tzu Chi Tebing Tinggi dengan relawan Laut Tador dimulai dari pasangan suami istri Uman dan Salmah sebagai bibit pertama yang menginspirasi warga Laut Tador untuk ikut dalam kegiatan daur ulang. Salmah yang pernah menjadi penerima bantuan Tzu Chi merasa sangat tersentuh dengan perhatian relawan yang selalu Guan Huai (memberi perhatian) saat ia sakit. Setiap kunjungan ke Salmah, relawan selalu memotivasinya. Hal itulah yang membuatnya bertekad untuk kembali bersumbangsih ketika sudah sehat. Relawan bukan hanya mengobati fisiknya, tapi juga mengobati bathinnya.


Dalam momen ini juga relawan Tebing Tinggi dan Laut Tador bercengkrama dan sharing tentang kegiatan daur ulang yang dilakukan di komunitas Laut Tador.

Bersama dengan suaminya Uman, ia setiap hari Minggu ikut dalam kegiatan daur ulang Tzu Chi. Merasakan sukacita bisa bersumbangsih melalui daur ulang, ia pun mengajak tetangganya ikut dalam kegiatan daur ulang. Salmah dan Uman menjelaskan kepada tetangganya bahwa sampah yang biasa dianggap orang awam sebagai barang tidak berharga sebenarnya merupakan emas karena melalui kegiatan daur ulang, bisa melestarikan alam, melindungi bumi, dan juga menolong orang yang menderita. Ini membuka pandangan mereka bahwa bersumbangsih bukan hanya melalui materi saja, tapi bisa melalui tenaga, waktu, dan pikiran.

Sejak saat itulah, Salmah dan beberapa tetangganya aktif dalam kegiatan daur ulang Tzu Chi dan juga setiap kegiatan Tzu Chi lainnya seperti membantu membersihkan huiso saat kegiatan besar dan juga ikut dalam isyarat tangan.


Kehangatan dirasakan relawan Laut Tador dan relawan Tebing Tinggi dalam menikmati masakan vegetarian yang dimasak sendiri oleh relawan Laut Tador

“Kedatangan Shixiong dan Shijie dari relawan Tebing Tinggi membuat kami sangat senang dan sangat berterima kasih karena berkenan datang ke kediaman kami desa Laut Tador. Kami tertarik dengan Tzu Chi dan mengikuti kegiatan daur ulang tanpa paksaan dengan hati yang ikhlas karena kami merasa tidak pernah membedakan agama maupun suku. Makanya kami dari relawan Laut Tador selalu senang hati ikut bersumbangsih dalam daur ulang,” demikian ungkapan hati dari Uman.

Momen silahturahmi ini juga digunakan relawan untuk memotivasi relawan laut tador agar selalu bersemangat dalam menjalankan misi pelestarian lingkungan. Kehangatan sangat terasa di antara relawan laut tador dan relawan Tebing Tinggi sambil bercengkerama dan menikmati masakan vegetarian yang dimasak sendiri oleh relawan Laut Tador.


Relawan Tebing Tinggi selalu memotivasi relawan Laut Tador agar selalu bersemangat dalam menjalankan misi pelestarian lingkungan

“Setiap tahun kita kunjungi relawan Laut Tador. Sering kita beri semangat dan Guan Huai kerelawan Laut Tador supaya senantiasa bisa berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi misalnya daur ulang. Mereka juga selalu menanggapi dengan positif dan mendukung setiap kegiatan Tzu Chi,” kata Rusli yang selalu aktif dalam pendampingan relawan Laut Tador.

Ajaran Master Cheng Yen dan misi–misi kemanusiaan menjadi perekat setiap insan Tzu Chi di dunia. Merangkul semua umat dari berbagai agama, ras dan suku untuk bersama–sama saling menyayangi, mendukung dan memberi perhatian.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 432 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat