Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Kepedulian untuk Mereka yang Berpuasa

24 Mei 2019 Jurnalis : Michelle Aprilia (Tzu Ching)
Fotografer : Vivi Angel, Michelle Aprilia (Tzu Ching)


Yadi Hartono, relawan Tzu Chi membagikan takjil kepada masyarakat yang tengah berpuasa. Ini wujud kepedulian dan toleransi antar pemeluk agama yang berbeda-beda.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim. Di bulan Ramadan ini, umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa, dari Subuh (pagi) hingga sore hari menjelang malam. Bulan puasa yang dijalankan setiap satu tahun sekali ini sangat antusias dilaksanakan oleh saudara-saudara kita yang beragama Islam.

Di bulan yang penuh berkah, Tzu Ching Tangerang melaksanakan kegiatan Pembagian Takjil Gratis pada Sabtu, 18 Mei 2019 di Kotabumi, Tangerang, Banten. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperat tali silaturahmi, sekaligus bentuk toleransi dan kepedulian di antara pemeluk agama yang berbeda-beda.  Sejak pagi terlihat kesibukan di dapur Tzu Chi PIK, Jakarta Utara, dimana sebanyak 5 relawan Tzu Ching dari wilayah Tangerang dibantu oleh beberapa relawan lainnya datang untuk memasak bakwan jagung dan bubur kacang hijau yang akan dibagikan kepada mereka yang akan berbuka puasa sore harinya.  

Para Tzu Ching memasak bubur kacang hijau dan bakwan jagung sebagai menu takjil yang akan dibagikan. Ada 1.000 bungkus yang akan dibagikan di daerah Kotabumi, Tangerang, Banten.


Masyarakat dengan antusias menyambut perhatian dari muda-mudi dan relawan Tzu Chi ini. Paketnya memang biasa, tapi perhatiannya luar biasa.

“Pertama kali saya memasak dalam jumlah banyak yaitu sebanyak 1.000 paket, rasanya pegel tapi seru karena kita bisa sambil ngobrol satu sama lain juga. Hal ini yang membuat kita nggak merasa jenuh,” ungkap Jessica, salah satu relawan yang ikut membantu memasak.  Selama kurang lebih 6 jam sejak 9 pagi sampai 3 sore,  para Tzu Ching mempersiapkan makanan serta membungkus bubur kacang hijau dan bakwan jagung. “Ya capek sih pasti ada, tapi kan kita lakukan bersama-sama dan dengan sukacita, jadi semua itu nggak terasa,” tambah Jessica.

Sesampainya di lokasi pembagian sekitar pukul 16.30 WIB, para Tzu Ching segera membantu membungkus bakwan jagung dan bubur kacang hijau untuk memudahkan penerima takjil membawanya. Sebanyak kurang lebih 20 Tzu Ching ikut membantu dalam pembagian takjil  on the road ini. Para Tzu Ching ini dibagi ke dalam beberapa tugas, ada yang membantu membungkus serta membagikan paket kepada masyarakat yang melintas di jalan. 

Seorang warga (pengendara sepeda motor) yang sedang melintas merasa kagum dengan kegiatannya muda-mudi Tzu Chi ini.

Yadi Hartono, salah satu Tzu Ching yang beragama Islam dan tengah menjalankan ibadah puasa merasa senang karena dapat berbagi ke saudara-saudara lain yang sedang berpuasa. “Berbagi kepada orang yang sedang berpuasa nantinya akan mendapatkan pahala. Semakin banyak kita memberi maka pahala kita semakin bertambah,” ungkapnya.

Pembagian takjil berlangsung dengan lancar. Warga tampak antusias untuk mendapatkan takjil (makanan penyegera berbuka puasa) ini. Mereka mengantri satu persatu sehingga kemacetan pun tidak terjadi. Sebanyak 1.000 bungkus takjil langsung didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan dalam waktu 1 jam semua terbagikan.

Seorang pengendara motor yang mendapatkan takjil  mengatakan, “Saya sangat terharu dengan adik- adik dari Tzu Chi. Adanya pembagian takjil ini dapat mempererat tali persaudaraan diantara umat beragama. Kalian juga hebat, sebagai anak muda tidak hanya “omdo” (omong doang –red), tapi langsung bergerak.”

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 250 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat