Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Ketabahan Seorang Ibu

11 Desember 2017 Jurnalis : Suyanti Samad (He Qi Pusat)
Fotografer : Suyanti Samad (He Qi Pusat)

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat melakukan kegiatan kunjungan kasih ke rumah Aisyah Naila, seorang penerima bantuan pengobatan Tzu Chi pada Minggu 26 November 2017.

Bila sudah mengetahui dirinya hamil, wanita pastilah rajin melakukan pengecekan USG secara rutin. Tapi tidak demikian dengan Dewi (31). Ia malah tidak pernah cek USG. Ia hanya memeriksakan diri di Puskesmas tanpa pernah melakukan pengecekan USG.

Selama menjalani masa kehamilan 9 bulan, Dewi tidak merasakan firasat buruk ataupun masalah dengan kandungannya. Keyakinannya ini diperkuat  dengan penjelasan bidan Puskesmas yang memeriksa kandungannya selama ini. Pola makan sehat dan makanan sehat tetap dijaga baik selama kehamilannya. Tetapi ada hal yang mengejutkannya, setelah anak keduanya lahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna. Tentu saja ini membuat Dewi sedih, bingung, juga cemas dengan masa depan anaknya nantinya.

Bayi mungil bernama Aisyah Naila ini terlahir dengan fisik luar yang cacat. Bibirnya sumbing dengan lubang sangat dalam hingga ke langit-langit mulut. Sementara kondisi kedua jari tangan (kiri-kanan) yang tidak sempurna, kondisi kedua jari kaki (kiri-kanan) tidak sempurna dan telapak kaki sebelah kiri yang tidak rata, serta tidak memiliki bahu lengan kanan yang sempurna. Antar bahu dengan lengan ada tulang yang tidak lengkap sehingga terdapat lekukan dalam di bahu sebelah kiri.

Dokter yang membantu proses kelahiran Aisyah, menyarankan agar Aisyah mendapat bantuan medis lebih lanjut. Menurut dokter, bahwa bayi yang mengalami cacat fisik luar, ada kemungkinan akan berakibat buruk bagi organ tubuh bagian dalam. Setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan medis, Dewi sangat bersyukur bahwa organ tubuh bagian dalam Aisyah normal seperti bayi sehat lainnya. Walau demikian, atas saran doker medis, Aisyah harus menjalani serangkaian operasi bibir sumbing, terapi ortopedi (tulang) tangan dan kaki, dan tindakan lanjutan untuk tulang bahu kiri pada usia tertentu.

doc tzu chi indonesia

Hingga saat ini, ada tiga operasi yang telah dijalankan Aisyah yaitu  operasi bibir luar pada usia 9 bulan,  operasi pemisahan jari kaki sebelah kanan  di usia 1 tahun dan operasi langit-langit mulut pada usia 2 tahun. Dan masih ada dua operasi yang harus dijalani.

Ketidaksempurnaan bibir hingga langit-langit mulut membuat Aisyah susah menerima asupan ASI. Padahal saat itu ASI sangat dibutuhkannya untuk menunjang pertumbuhannya. Dewi berkonsultasi dengan bidan Puskesmas tentang cara memberikan asupan ASI.

“Waktu itu bingung bagaimana kasih ASI langsung, sedangkan bibirnya sumbing. Bidan Puskesmas juga tidak menyarankan memberikan ASI langsung. Sementara memakai pipet (sedotan) dioles dikit-dikit ke mulut, kadang pakai sendok kecil. Aisyah tidak bisa ngedot,” cerita Dewi, ibunda Aisyah.

Kurangnya asupan susu, pada usia 3 hari badan Aisyah tiba-tiba berwarna kuning. Dari Puskesmas memberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat agar Aisyah segera mendapat bantuan medis.

“Aisyah harus disinar selama lima hari. Dokter memasang selang tabung kecil di tubuh Aisyah agar asupan susu tersalur ke dalam tubuh Aisyah,” imbuh Dewi.

doc tzu chi indonesia

Dewi selaku ibunda Aisyah terkejut bercampur sedih, bingung, dan pasrah, setelah mengetahui anak keduanya terlahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (multi cacat fisik luar). Namun relawan Tzu Chi terus berupaya untuk menghibur hatinya.

Sejak menggunakan selang tabung, bobot Aisyah mulai bertambah. Dewi mencoba memberikan susu dengan menggunakan sedotan khusus bagi bibir sumbing. “Aisyah masih mau menerima susu dengan sedotan khusus, tetapi hanya sekitar 90cc, dua kali dalam sehari. Sekitar hampir sebulan Aisyah menggunakan selang tabung, saya mencoba menggantikannya dengan sedotan khusus bibir sumbing,” ujar Dewi sambil menggendong Aisyah.

Seminggu sekali, Aisyah harus dikontrol di RSCM. Dokter gizi RSCM menyarankan agar Aisyah menggunakan selang tabung, tetapi Dewi tidak mau mengikuti saran dokter. Hingga suatu hari dokter menjelaskan bahwa Aisyah sudah masuk ke fase gizi buruk, dan Aisyah harus mengejar bobot badan hingga 5 kg agar bisa menjalankan operasi bibir sumbing. Di usia 6 bulan, Dewi mengikuti saran dokter,  Aisyah kembali memasang selang tabung kecil.

“Ada tiga operasi yang telah dijalani Aisyah. Pada usia sembilan bulan, Aisyah menjalani operasi bibir luar. Selang tiga bulan kemudian, tepatnya saat Aisyah berusia satu tahun, ia menjalani operasi pemisahan jari kaki sebelah kanan. Aisyah harus kembali menjalani operasi langit-langit mulut pada usia dua tahun. Karena usia Aisyah masih dua tahun lima bulan, dokter tidak bisa melanjutkan operasi tutup empat lubang gusi dalam. Saran dokter bedah plastik, harus menunggu Aisyah berumur lima tahun, untuk bisa menjalankan operasi tersebut. Serta satu operasi lanjutan untuk pemisahan jari kaki sebelah kanan,” ucap Dewi sambil mengajak Aisyah bermain.

Ketergantungan pada selang tabung kecil hingga saat ini membuat Aisyah enggan menerima asupan susu dalam gelas. Tetapi Aisyah masih mau minum air putih dengan menggunakan gelas. Setiap pagi, Dewi berusaha memberikan asupan bubur encer dengan menggunakan sendok. Sedangkan bila diberikan biskuit atau makanan bertekstur lembut hanya dijilat Aisyah. Bila terlanjur masuk ke mulut, Aisyah langsung memuntahkan makanan tersebut.

Beberapa kali, Dewi melepas selang tabung kecil, tetapi setiap selang tabung kecil itu dilepas, Aisyah langsung drop (lemas), kadang sampai uring-uringan sambil menangis di kasur. “Untuk mencapai bobot tubuh hingga 9 kg sangat susah, dikarenakan Aisyah enggan menerima asupan susu walaupun sudah menggunakan selang tabung kecil. Hanya 170 CC sekali minum sebanyak enam kali dalam sehari,” tambah Dewi.

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Barat bersama keluarga Aisyah.

Proses penggunaan selang tabung kecil hanya bisa digunakan selama satu minggu. Setiap kali menggunakannya, selang tabung itu harus dibersihkan dengan air putih hangat agar kebersihan tetap terjaga. Setiap minggu, Dewi harus membawa Aisyah untuk kontrol dan mengganti selang tabung baru, yang harus ditebusnya di apotek RSCM dengan menggunakan BPJS.

“Awalnya, pemasangan selang tabung itu tadinya di bibir, (karena saat itu masih bibir sumbing), karena merasa tidak terbiasa, Aisyah sering mencabut selang tabung tersebut. Kadang saat tidur selang tabung tiba-tiba lepas. Bila lepas, maka harus segera ke RSCM untuk dipasang kembali,” tutur Dewi

Jalinan Jodoh dengan Tzu Chi

Pada Mei 2015, saat Aisyah masih berusia 1 bulan, Dewi datang ke kantor Tzu Chi mengajukan permohonan bantuan susu. Tepat tanggal 6 Juni 2015, tim  Bakti Amal dan insan Tzu Chi komunitas He Qi Barat melakukan survei di rumahnya. Saat itu, ayah Aisyah adalah seorang tukang servis komputer, sementara Dewi seorang ibu rumah tangga. Tetapi saat Kunjungan Kasih pada 26 November 2017, Dewi menjelaskan jika suaminya sekarang berprofesi sebagai tukang ojek online.

Pada umur 1 bulan, dokter ortopedi pernah menjelaskan bahwa lekukan tulang di bahu sebelah kiri bisa ditindaklanjuti bila umur Aisyah sudah mendukung. Sementara ini, Aisyah harus menjalani terapi gerakan tangan kaki seminggu sekali. Dengan bertambahnya usia Aisyah, ditambah dengan bertambahnya gerakan tangan Aisyah, menimbulkan kekhawatiran terhadap urat saraf tangan, karena lekukan bahu sebelah kiri makin melebar, hingga Dewi terus bertanya ke dokter ortopedi tentang tindakan lanjutan. Dokter ortopedi mengatakan sudah tidak perlu ada tindakan, ataupun operasi.

“Bila tidak ada tindakan, berarti tidak perlu terapi gerakan. Dokter ortopedi mengiyakannya. Untuk membantu gerakan jalan, dokter menyarankan agar menggunakan sepatu khusus. Tetapi sepatu itu tidak ditanggung BPJS, jadi kita belum (berani) tanya harganya,” tutup Dewi.  

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 856 kali


Berita Terkait


Meniti Hari Tua Dengan Penuh Semangat

25 Oktober 2018

Hadiah Natal untuk Agatta

22 Desember 2017

Kasih Ibu Tiada Tara

26 Juli 2017

Sepenuh Hati Merawat Kurniadi

10 April 2017

Mengingat Xavier, Si Kecil dengan Implan Koklea

07 Maret 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat