Selasa, 16 Juli 2019
Indonesia | English

Ketulusan Hati dalam Baksos Degeneratif di Cianjur

05 September 2016 Jurnalis : Agung Taufik (He Qi Utara 2)
Fotografer : Zchaziel Wahono (He Qi Utara 2)

Dokter dari TIMA Jakarta mendengarkan keluhan kesehatan pasien dengan penuh simpati. Keramahan dokter membuat pasien bisa terbuka menjelaskan bagaimana pola hidup mereka selama ini.

Dokter dari TIMA Jakarta mendengarkan keluhan kesehatan pasien dengan penuh simpati. Keramahan dokter membuat pasien bisa terbuka menjelaskan bagaimana pola hidup mereka selama ini.

Cinta Kasih Tzu Chi untuk warga Cianjur terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Salah satunya Bakti Sosial Pengobatan Degeneratif bagi warga lanjut usia secara rutin selama tiga bulan.

Memasuki bulan yang kedua, yakni Agustus, bakti sosial kembali digelar di Gedung Amanah Primkoppol Resor Mapolres Cianjur pada Minggu 28 Agustus 2016. Sejak pukul 07.00 WIB, satu persatu warga mendatangi Mapolres Cianjur. Antrian pun mulai panjang di meja pendaftaran. Sebagian relawan mengarahkan warga yang sudah mendapatkan kartu berobat untuk memasuki ruangan. Satu demi satu warga dicek tekanan darah dan diperiksa kesehatannya.

Pricilia, salah seorang relawan memeriksa tekanan darah pasien. Ia juga mengingatkan pasien untuk menjaga makanan mereka agar tekanan darah selalu normal.

Pricilia, salah seorang relawan memeriksa tekanan darah pasien. Ia juga mengingatkan pasien untuk menjaga makanan mereka agar tekanan darah selalu normal.

Setelah pemeriksaan kesehatan, warga dipanggil satu per satu untuk menerima obat dan penjelasan. Mereka juga diingatkan untuk datang kembali pada bulan September ini untuk kontrol.

Entin (55 tahun)salah satu pasien, mengaku senang dengan perkembangan kesehatannya. “Dulu sebelum berobat, kolestrol saya tinggi, kaki bengkak dan tekanan darah tinggi saya 155/100. Sekarang badan saya sudah lebih sehat, kaki saya tidak terlalu sakit juga bisa berdiri cukup lama. Saya sangat berterima kasih sekali sama relawan soalnya saya lebih bisa menjaga kesehatan,” kata Entin.

Mayoritas warga mengeluhkan pusing, rasa kaku di leher, serta rematik.

Mayoritas warga mengeluhkan pusing, rasa kaku di leher, serta rematik.

Entin menambahkan, ia kini makin berhati-hati lagi soal makanan, terutama makanan yang berminyak dan asin. Ia ingin sehat di usia tua.

Meski kegiatan berjalan lancar, namun relawan menemukan satu kendala. Yakni jumlah warga yang datang. Warga yang seharusnya berjumlah 120 orang, namun hanya sekira 60 orang saja yang datang.

“Kendala itu disebabkan karena sedikit sekali angkutan umum yang melewati Mapolres Cianjur ini. Sehingga warga yang datang hanya sebagian saja,” kata Ricky Budiman, salah seorang relawan Tzu Chi Jakarta.

Antrian panjang tak mematahkan semangat warga untuk memeriksakan kesehatannya.

Antrian panjang tak mematahkan semangat warga untuk memeriksakan kesehatannya.

Bakti sosial lanjutan ini berlangsung baik karena kerja sama relawan Tzu Chi sebanyak 35 orang, dan delapan orang dokter, baik dari tim medis Tzu Chi (TIMA) Jakarta, juga dari RSUD Cianjur. Salah satunya dr. Mira yang baru kali ini berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari kegiatan ini. Antara lain bagaimana seseorang mestinya sadar untuk selalu menanamkan cinta kasih dan ketulusan hati pada sesama.

“Bakti Sosial ini semuanya berjalan teratur, terintegrasi dari satu dan yang lainnya. Relawan mau mengantar warga dengan hati tulus, dan itu membuat saya kagum,” ucap dr Mira.

Ia pun mengaku menjadi lebih mudah bersyukur dengan kondisinya dan akan berusaha untuk lebih sering bersumbangsih, baik tenaga, waktu, dan pikiran.

Artikel dibaca sebanyak : 759 kali


Berita Terkait


Bahu Membahu di Misi Kesehatan Tzu Chi

21 November 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat